Day(20)

1038 Words
Divandra tersenyum sumringah melihat kedatangan kue ulang tahunnya yang dibawa oleh Kein, kuenya tampak sangat cantik dan berukuran cukup besar. Divandra benar benar tak menyangka kuenya akan secantik ini, memang benar pilihan papa dan mamanya tak pernah salah. Divandra lalu merangkul kedua orang tuanya mencium mereka satu persatu. Aneira benar benar merasakan kebahagiaan yang tak pernah ia rasakan sebelumnya, kebahagiaan bisa terus bersama merayakan ulang tahunya bersama kedua orang tuanya yang masih lengkap dan kakak laki lakinya yang paling dia sayangi. “Sampailah kita di puncak acara kita malam ini, proses pemotongan kue oleh si tuan putri kita malam ini Divandra” teriak MC dengan bersemangat tak kalah bersemangatnya dari Divandra. Divandra tersenyum sumringah lalu mengambil pisau yang akan digunakan yang telah diulurkan oleh salah satu staff. Divandra mengambilnya sebuah pisau yang cukup panjang agar memudahkan dirinya memotong kue yang cukup besar ini walaupun hanya berbentuk simbolis tapi rasanya Divandra tak rela kue ini dipotong karena kuenya yang sangat cantik bagi dirinya. Divandra melangkah maju mendekati kue tersebut, aba aba mc mulai terdengar oleh Divandra. Divandra terus menyunggingkan senyumnya saat MC mulai menghitungnya “1 … 2 …. 3 …” pada saat hitungan ketiga Divandra mulai memotong kue itu dengan perlahan tak ingin merusak bagian kue yang sangat cantik itu. Suara tepukan tangan meriah terdengar saat Divandra selesai memotong kue yang ada di hadapannya. Semuanya tampak bersemangat di pesta ulang tahun Divandra, membuat Divandra juga ikut senang melihatnya, akhirnya ia bisa sedikit berbagi kebahagiaan dengan teman temannya yang sangat ia sayangi. “Baiklah sesi suap menyuap” si MC kembali bersuara “Biasanya suapan pertama untuk orang yang disayangi siapakah itu?” Tanya MC dengan penasaran suara musik yang disesuaikan dengan suasana yang terjadi juga ikut membuat para tamu undangan juga diliputi dengan rasa penasaran akan siapa yang akan Divandra berikan kepada suapan pertama. “Papa dan Mama” ucapan cepat Divandra membuat para tamu undangan menghela nafas berat terdengar nada kecewa dari mereka yang membuat Divandra tertawa karena reaksi mereka yang sangat mengejutkann. Si MC pun juga ikut tertawa karena merasa bahwa tamu undangan kecewa sama seperti dirinya “Loh, kenapa tamu undangan yang kecewa?” tanya MC yang membuat suasana di penuhi gelak tawa. “Jadi kalau kalian ulang tahun suapan pertama kalian akan kalian berikan kepada pacar?” tanya MC yang semakin membuat riuh suasana terjadi pro kontra di pihak tamu undangan. “Jadi kalian di tim pacar atau tim orang tua?” tanya MC semakin memanaskan suasana pada malam ini “Tim Orang Tua” “Tim Pacar” Setiap tim tak mau saling mengalah, meneriakkan nama timnya masing masing, membuat Divandra sekeluarga tidak bisa menahan tawanya. “Oke oke baik, mau di tim mana kalian itu tergantung kalian, jadi sekarang mari kita kembali ke acara hari ini.” MC menenangkan para tamu undangan yang masih riuh, karena aba aba mc inilah akhirnya tamu undangan kembali diam dan memperhatikan acara yang selanjutnya. Divandra mengambil sepotong kue lalu menyuapkannya kepada papanya terlebih dahulu kemudian baru kepada mamanya. Mama dan papanya mencium Divandra lembut. “Suapan kedua akan diberikan kepada siapa ayo tebak semuanya?” MC kembali meramaikan suasanan Divandra tersenyum penuh arti kemudian ia menjawab dengan semangat “Orang terspesial dalam hidup gue, yang selalu ada untuk gue dalam suka maupun duka, siapa lagi kalau bukan kakak gue tersayang Kein Wiradi” perkataan Divandra membuat Kein menyembunyikan wajahnya antara malu dan senang, disatu sisi Kein senang bahwa adiknya begitu menganggapnya sebagai orang yang spesial baginya tapi di sisi lain haruskah ucapan Divandra berlebihan seperti itu. Divandra menyendokkan kue dalam ukuran yang besar ke dalam mulut Kein, membuat mulut Kein penuh dan belepotan. Divandra tertawa melihat Kein yang terkejut karena suapan besar yang diberikan Divandra kepadanya. “Jangan samain mulut gue sama mulut lo” ujar Kein setelah menelan kue dengan susah payah Divandra yang mendengar itu hanya bisa tertawa. Setelah suapan kedua kepada Kein, akhirnya tibalah ke suapan ketiga “Mungkin di suapan ketiga ini akan ada kejutan sepertinya” MC kembali membuat suasana kembali penuh tawa menanti siapa yang akan diberikan suapan oleh Divandra. “Gue akan memberikan suapan ketiga ini untuk salah dua orang yang berada di tamu undangan kita” ujar Divandra membuat seluruh tamu undangan menjadi penuh tanda tanya menanti siapa yang akan diberikan suapan ketiga oleh Divandra. “wah ada dua orang ternyata, apakah pacar Divandra ada dua orang yang satu lagi pacar dan yang satu lagi simpanan kah, Ayo semua tebak siapa dia” ujar MC yang begitu heboh lebih heboh daripada Divandra sendiri. Divandra tersenyum penuh arti apakah benar ucapan si MC yang mengatakan bahwa dua orang itu adalah pacar dan selingkuhannya. MC acara ini sangat cocok dengan acara ulang tahun Divandra, ia pandai membawa acara menjadi menyenangkan dan semangat, ini semua berkat Kein yang memiliki jaringan luas dalam berteman sehingga bisa mencari MC yang benar benar bagus. Itulah mengapa Divandra sangat menyayangi kakaknya itu, kakaknya benar benar bisa diandalkan dalam saat seperti ini. "Jadi suapan ketiga akan jatuh kepada siapa, kita sambut" Divandra bersiap untuk menyebutkan kedua nama orang itu "Aneira dan Kak Feirel" teriak Divandra keras membuat kedua orang yang dipanggil namanya terkejut. Aneira yang mendengar namanya disebut seketika menegang di tempat, pertama ia dipanggil ke depan mungkin itu adalah hal yang sangat biasa karena ia memang bersahabat dengan Divandra, tapi hal yang membuatnya benar benar terkejut adalah kehadiran Fairel di atas panggung bersamanya, bukan Aneira ingin menghindar dari Fairel tapi dirinya belum siap untuk berhadapan langsung bukan karena dirinya yang tidak dewasa tapi perasaannya masih terasa kecewa setiap melihat wajah Fairel. "Fairel dan Aneira silahkan maju ke depan" ulang si MC karena Aneira dan Fairel tak juga tiba di atas panggung. "Ayo Aneira dan Kak Fairel silahkan ke depan" "Kak Fairel gue ngelihat lo" ujar Divandra saat melihat Fairel yang mencoba menyembunyikan wajahnya untuk menghindari tatapan Divandra. Divandra yang bisa membaca seorang Fairel dengan cepat kembali bersuara agar seseorang yang berada di dekat Fairel bisa memaksa Fairel untuk ke depan "Siapapun yang disamping kak Feirel tolong paksa dia untuk maju ke depan" dengan cepat Divandra menunjuk tepat kepada Fairel membuat semua tamu melihatnya dan akhirnya Fairel pun ikut menyerah dan memilih untuk maju ke depan. "Gitu dong kak, sekarang giliran Aneira" "Dimana Aneira?" ****
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD