Day (8)

1027 Words
Kein mengajak Fairel untuk bermain bola basket kebetulan setelah ini jam kosong karena gurunya tidak hadir karena sakit. Fairel yang juga hobi bermain basket tentu saja langsung setuju dengan ajakan Kein. “Habis balik dari kantin, sekarang gue lagi pengen ke kantin” Syarat yang diberikan Fairel tentu saja di terima oleh Kein, karena Kein tahu jika Fairel yang mengajaknya ke kantin otomatis ia juga akan terkena keuntungan yaitu ditraktir oleh Fairel. “Siap Bos, gue kalau nemenin lo ke kantin selalu gue jabanin dah” Kein langsung berjalan mendahului Fairel ia begitu bersemangat sampai lupa bahwa siapa yang mengajaknya ke kantin tadi . “Kein, gue ketinggalan” teriak Fairel dari jauh segera Kein menghentikan langkahnya kemudian menyengir sambil menunggu Fairel menyusulnya. Fairel akhirnya berjalan bersama dengan Kein menuju ke kantin sudah cukup sepi karena jam istirahat akan segera berakhir. Sesampai di kantin Fairel langsung memesan minumannya, alasan ia ke kantin karena dirinya sedang ingin jus buatan tante ria penjaga kantin sekolahnya yang terkenal dengan jusnya yang sangat enak. “Jus mangganya 1 tante” “Siap mas ganteng” “Kein lo apaan biar sekalian gue pesan” tanya Kein yang masih sibuk celingak celinguk entah melihat siapa. “Samain aja sama lo” “Jus mangganya 2 tante” Fairel meralat pesanannya “Oke sebentar ya ganteng”ujar Tante Ria genit “Tan ingat umur udah tua” Kein yang tak terima karena hanya Fairel yang dipuji. “Iri bilang bos” balas tante Ria dengan nada ala ala tik tok Fairel yang lelah mendengar perdebatan Kein dan tante Ria, mendudukan dirinya di tempat duduk yang kosong. Fairel benar tak habis pikir bagaimana Kein selalu memiliki tenaga untuk berdebat dengan siapapun. Kemudian Kein menarik tangan Fairel “Apaan?” “Itu ada adek gue, temenin gue malak dia” Dan lihatlah tingkahnya masih seperti anak anak belasan tahun. Fairel hanya pasrah, tanpa perlawanan. Kein akhirnya sampai di meja Divandra dan Aneira, ia melihat bahwa Divandra sedang mengobrol dengan Aneira tentu saja obrolan itu didominasi oleh divandra . Kein yang melihat itu benar benar takjub dengan Aneira, pasalnya Aneura sepertinya anak yang cukup pendiam tapi herannya kenapa betah berteman dengan divandra yang anaknya super bawe. “Halo Adik cantik Kakak” sapa Kein saat tiba di meja divandra “Ih najis banget gue” Divandra sadar bahwa Kein sedang bersama Fairel segera Divandra merapikan rambutnya yang sedikit berantakan menyisirnya dengan jari dan dan menyelipkan ke telinganya “Hai Kak Fairel” “Hai Di” “Dasar lo giliran sama Fairel aja lembut banget ya nggak Ne?” tanya Kein ke Aneira yang langsung mendapat persetujuan dari Aneira “Iya Kak” Melihat hal itu divandra segara memberi kode kepada Aneira utuk segera menghentikan ucapannya “Ngapain lo ke sini?” akhirnya Divandra penasaran akan alasan kakaknya mendatangi dirinya “Bagi duit dong gue mau beli jus” “Lu bisa berhenti malakin gue nggak udah gede juga bisanya malakin orang” “Dih Nenek Lampir kok bawel Kak Fairel jangan dibiarin ya Kakak aku kek gitu nanti jadi kebiasaan kakak nggak maukan calon kakak iparnya terkenal suka malakin orang” ucapan Divandra membuat semua orang yang mendengarnya begitu terkejut dengan apa yang dikatakan divandra “Lo” tunjuk Kein dengan telunjuknya Kein dengan cepat membuat gerakan seperti ingin muntah karena Begitu gelinya mendengar perkataan dari Divandra “Rel, gue ingetin sekali lagi, lo jangan mau sama adek gue tiap hari lo bakalan dibantai” “Kein, lo sebagai kakak bukannya ngedukung Adeknya tapi malah ngehancurin Image adiknya” ujar divandra tertahan jika ia tak ingat bahwa ada fairel di dekatnya mungkin sudah habis Kein di tangannya sekarang. “Ne, lu kasih kek sikap kalem lo ke adek gue lihat tu dia udah ke cacing-cacing lagi di mercon kleper kleper” Divandra yang menjadi bulan bulanan candaan Kein segera beralih menatap Fairel “Maaf ya Kak Fairel, Aku sebenarnya nggak kayak gini cuman kalau ada Kein aja” “Modus terus pantang mundur” ucapan Kein membuat Aneira ikut tertawa kakak beradik ini benar-benar terus bertengkar dimanapun dan kapanpun ada saja bahan yang akan mereka ribut kan “Seharusnya Lo itu baik sama gue karena gue bisa jadi Mak Comblang lo sama si Fairel tapi lo malah membuang kesempatan itu dengan bertingkah jahat sama gue jadi bye” Kein lalu beranjak dari tempat duduknya sambil mengajak Fairel “Yuk kita pergi Rel” Seketika Divandra sadar bahwa hanya kakaknya lah yang bisa mendekatkan dirinya dengan Fairel tapi lihatlah apa yang ia lakukan kepada kakaknya divandra duduk lalu mengacak-acak rambutnya “Ish Sial gue baru sadar, b**o banget gue masa iya gue lupa kalau kakak gue sahabat dari kak Fairel dan gue ngebuang kesempatan itu” hal ini terjadi karena terlalu kesal dengan tingkah Kein. Divandra hanya bisa merengek kepada Aneira, dan tentu saja Aneira tidak tahu apa yang harus ia lakukan. *** Ting Aneira mendapat pesan dari seseorang yang ia beri nama Mr.X Hari ini tugas lo ngikutin Fairel Dengan cepat Aneira menutup ruang obrolan tanpa membalas pesan itu, sepulang sekolah ia harus mengikuti Fairel. *** Kein dan Fairel sampai di parkiran sekolah “Yakin lo nggak ke markas?” tanya Fairel memastikan “Nggak kali ini gue izin dulu, nyokap gue murka semalam” jawab Kein Mendengar jawaban Kein Fairel hanya bisa mengangguk, Fairel sangat tahu bahwa mamanya Kein sangat menentang kegiatan mereka maka dari itu Kein sering berbohong kepada mamanya. "Gue pastiin pas aksi, gue ikut" janji Kein kepada Fairel Kemudian datanglah Divandra dan Aneira yang baru sampai di parkiran. Divandra tersenyum senang melihat Fairel ada di sana "Hai kak" sapanya ramah dibalas anggukan oleh Fairel. Aneira yang niat awalnya tak ingin menyapa malah bertatapan dengan Fairel, kembali manik mata mereka bertemu seperti kejadian tadi pagi. "Hai kak" sapa Aneira lalu segera mengalihkan tatapannya. Ne, sabar Ne bentar lagi. "Lo mau kemana lagi Kein" tanya Divandra yang terus berprasangka buruk kepada Kein "Gue nggak kemana mana, ini mau pulang" Divandra yang merasa bersalah kepada kakaknya malah tersenyum tanpa dosa "Maaf Kak Kein" "Yaudah buruan lo mau gue tinggal" Kein beranjak menuju mobilnya diikuti oleh Divandra meninggalkan Aneira dan Fairel di parkiran. ***
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD