Malam hari setelah Raia tertidur, Misha segera pergi ke rumah sakit. Sampai di rumah sakit, Misha berjalan pelan menyusuri koridor rumah sakit. Dia berhenti di depan ruang ICU. Menarik napas dalam-dalam sebelum akhirnya melangkah masuk ke dalam ruangan. Misha menyimpan tas kecilnya, kemudian memakai baju steril tidak ketinggalan maskernya. Misha melangkah lebih dalam, di balik maskernya dia tersenyum sendu. Entah apa alasannya, tapi saat melihat Pria yang berbaring di ranjang itu selalu ingin membuatnya tersenyum. Misha duduk di kursi yang tersedia di sana. Menggenggam jemari Alric yang mulai menghangat. "Masih betah terpejam, ya?" Misha mulai berbicara. Dia menempelkan punggung tangan Alric di pipinya. "Memang semenyenangkan apa dunia di alam bawah sadarmu, Al? Kamu tidak merindukan

