Misha sudah menitipkan Alric pada perawat yang berjaga di sana. Misha belum sempat bertemu Raia lagi setelah dua hari yang lalu. Dia juga lupa membersihkan diri dan lagi, ada yang harus dia perjelas semuanya sebelum memulai hidup barunya. Taksi berhenti di depan gerbang rumah Pamannya. Misha segera keluar dari mobil. Kemudian dia berjalan masuk melalui gerbang. Misha terus melangkah sampai teriakan riang terdengar dari samping halaman rumah. Senyuman Misha mengembang, dia lantas berbelok arah ke samping. "Raia!" Seru Misha riang. Bocah kecil itu mengenakan dress mini berwarna putih dengan rambut cokelat panjangnya dikepang dua. "Mama!" Pekiknya tak kalah girang. Kaki mungil itu segera berlari semampunya menghampiri Misha yang menunggu di sana. Senyum Misha semakin mengembang. Hati

