Jujur

1491 Words
11.00 AM "Kak, ayo" Ajak Adhista sesampainya diparkiran. "Ya udah gue pake jaket dulu" Jawab Arjuna sambil bersiap memakai jaket, masker dan helm nya. "Ni lo juga pake helmnya, mau pake masker juga ngga?" Tanya Arjuna memberikan helm kepada Adhista. "Ada maskernya emang?" Jawab Adhista menatap Arjuna. "Ada, masker yg ijo itu tapi. Mau?" Tanya Arjuna merogoh tasnya untuk mengambil masker. "Iya udah boleh" Jawab Adhista lalu Arjuna memberikan maskernya kepada Adhista. Adhista sedang memakai masker yang diberikan oleh Arjuna lalu memakai helmnya, Adhista tak sadar bahwa Arjuna sedang memerhatikannya dari tadi. Adhista sudah selesai memakai helm dan maskernya, lalu beralih menatap Arjuna. "Kak? Ayo" Seru Adhista menyadarkan Arjuna. "E-eh? Ya udah ayo" Jawab Arjuna lalu menaiki motor ninja nya. Adhista sedang berusaha sekuat tenaga agar bisa menaiki motor Arjuna yang sangat tinggi untuk ukuran tubuh Adhista yang tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu pendek. "Lama banget dah, bisa kaga si?" Tanya Arjuna yang sudah ancang-ancang untuk menjalankan motornya. "Ngga bisa, standarin dulu kak" Jawab Adhista memelas. "Iyaudah, pegang aja bahu gue gapapa" Jawab Arjuna lalu menyetandarkan motornya. Adhista sekarang bisa sedikit lebih mudah untuk menaiki motor Arjuna berkat bantuan bahunya. "Udah yuk kak" Ajak Adhista lalu Arjuna mulai menyalakan motornya dan menjalankan di jalanan luas ibukota. Diperjalanan mereka hanya diam, diam dengan pikirannya masing masing. Adhista yang hanya melamun, tak percaya bahwa ini nyata. Ini bukan halusinasinya. Dan Arjuna yang diam karena fokus mengendarai motornya. "Dhis" Panggil Arjuna. "Iya?" "Mau makan dulu apa gimana?" "Aku ikut aja, kalau makan di KFC aja ya hehe" "Apa? Meeci? Apaan itu?" Tanya Arjuna karena tak terlalu mendengar apa yang diucapkan Adhista. "Hah?" Adhista juga tak mendengar karena suaranya semakin bising dan juga Arjuna yang menggunakan masker sehingga suaranya tak terdengar dengan jelas. "Mau makan apa tadi?!" Tanya Arjuna sekali lagi mengencangkan suaranya. "Oh, makan KFC aja kak" "Ga denger dhis serius dah" Seru Arjuna. "KFC!" Teriak Adhista dengan sedikit emosi. "O-oke haha, kita makan di KFC ya. Pegangan dhis, gue mau ngebut" Ucap Arjuna lalu mengambil tangan Adhista agar memeluk pinggangnya dari belakang. "I-iya" Adhista hanya menurut. 'Anjir, deg degan setengah jiwa gue. Kalo kerasa sama Kak Juna gimana ya' Batin Adhista berbicara. Karena sungguh, Adhista tak pernah terpikirkan bahwa semua yang dia halusinasikan akan menjadi kenyataan seperti ini. "Dhis, lu deg degan ya?" Tanya Arjuna. "Ng-ngga kok" Jawab Adhista kikuk. "Tapi ini kerasa banget anjir, kaga usah bohong lu Dhis haha. Santuy aja sama gue mah" Ucap Arjuna lalu menambahkan kecepatan pada motornya dan Adhista mengeratkan pelukannya.                                                                                          *** Sesampainya di Mall, mereka langsung menuju ke KFC. Disepanjang jalan, Arjuna selalu menggenggam tangan Adhista. Arjuna tak tahu, bahwa hati Adhista sudah berdisko sejak tadi. Rasanya Adhista benar benar tak kuat untuk berdiri. "Tangan lu dingin banget dah" Ucap Arjuna memainkan tangan Adhista. 'ya Allah kak pake ditanya, gue deg degan setengah jiwa anjir' batin Adhista berbicara lagi. "Ng-ngga tau kak, kedinginan kayaknya" Jawab Adhista sekenanya. "Yaudah yuk, tuh depan ada KFC" Ajak Arjuna lalu berjalan menuju KFC sambil masih menggenggam tangan Adhista. Saat di KFC, mereka langsung menuju kasir untuk memilih makanan. Arjuna dan Adhista sedang melihat lihat daftar menunya. "Mau yang mana Dhis?" Tanya Arjuna memperhatikan menu. "2 pcs chicken crispy, OR burger sama Pepsi Can" Ucap Adhista sambil menunjuk menu menggunakan jarinya. "Iya udah yang tadi dijadiin dua ya mbak" Ucap Arjuna lalu mengambil dompetnya. "Jadi berapa mba?" Tanya Arjuna membuka dompetnya. "Jadi tujuh puluh delapan ribu" Jawab penjaga kasir lalu Arjuna memberikan uang seratus ribu kepada kasir. "Ditunggu ya" Ucap Mba kasirnya sambil memberikan nampan, nomor urut, dan kembaliannya. "Sini kak nampannya aku yang bawa" Pinta Adhista mengambil alih nampan yang dibawa Arjuna. "Kita duduk dipinggir aja ya" Ucap Adhista lalu duduk dipinggir dekat jendela Kaca. Sambil menunggu makanan datang, Adhista dan Arjuna bercerita ria dan berfoto foto bersama untuk pertama kalinya. "Dhis pasang di i********: yu?" Tanya Arjuna sambil melihat lihat hasil fotonya. "Hmm, boleh deh" Jawab Adhista lalu ikut melihat lihat foto tersebut. "Mau yang mana nih? Satu foto aja ya?" Tanya Arjuna. "Yang mana aja. Satu foto gimana kak maksudnya?" Tanya Adhista tak mengerti. "Jadi tuh aku sama kamu upload di i********: kita berdua, tapi fotonya sama" Ucap Arjuna menjelaskan. "Yaudah boleh, yang ini kayaknya bagus. Upload ya kak" Ucap Adhista lalu mengupload di i********: miliknya. "Aku upload nya nanti aja deh, batrenya takut habis" Ucap Arjuna mematikan handphone nya. "Emang tinggal berapa?" Tanya Adhista menatap Arjuna. "Ini pesanan nya ya, selamat menikmati" Makanannya sudah sampai, Adhista langsung memakannya, karena Adhista sudah lapar. "Masih ada tiga puluh persen si, tapi takut ga cukup kalo sampai malem" Jawab Arjuna dan memakan makanannya. "Oh yaudah gapapa, nanti malem aku ingetin kak haha" Ucap Adhista. "Iya ingetin aja" Ucap Arjuna menatap Adhista. Adhista dan Arjuna hanya fokus memakan makanannya, mereka berdua sama sama hening tanpa ada yang berbicara. 10 Menit Kemudian.. Arjuna selesai makan terlebih dahulu, ya karena 'biasanya' laki-laki makan dengan cepat. Apalagi Arjuna yang sedang kelaparan, pasti dengan lahap dia menyantap makanan nya. "Dhis gue cuci tangan dulu ya, jangan kemana mana!" Ucap Arjuna memerintah lalu berjalan menuju wastafel yang berada dibelakang tempat duduk mereka. Ayam Adhista masih tersisa setengah lagi, tapi sepertinya perut Adhista sudah tak muat lagi. Belum lagi burger nya yang belum dimakan. "Abisin cepet, kita nonton bioskop jam dua, sekarang udah jam satu lewat lima belas nih" Ucap Arjuna setelah kembali ke tempat duduknya. "Kak, udah ga muat ini perutnya" Jawab Adhista sambil mengelus-elus perutnya yang mulai membesar dan menyenderkan badannya ke kursi. Percis seperti orang sedang hamil. "Ya Allah calon pacar gue gini amat" Gumam Arjuna sambil menepuk mukanya seperti orang kehilangan semangat hidupnya. "Yaudah burgernya bawa aja ke bioskop, minumnya diminum dijalan, chickennya biarin aja disini. Udah sana cuci tangan" Perintah Arjuna perhatian dan pastinya hati Adhista sudah berdisko ria saat ini. "O-oke, tapi kayaknya aku ga bisa jalan deh. Penuh banget kak perutnya serius" Jawab Adhista masih dengan posisi seperti tadi. "Ya Allah, yaudah tunggu. Gue ambilin air buat cuci tangannya" Ucap Arjuna lalu pergi mengambil air untuk Adhista mencuci tangannya. Adhista hanya melihat kemana Arjuna pergi sambil berusaha duduk dengan benar, karena sungguh kalau kalian makan terlalu banyak, pasti perut kalian akan begah atau rasanya sangat penuh sampai susah untuk berjalan. Arjuna sudah kembali dengan semangkuk air bersih untuk Adhista cuci tangan, mungkin Adhista sudah mulai menganggap bahwa Arjuna adalah pacarnya untuk hari ini. Karena ya, Arjuna sangat perhatian dan Adhista mulai baper, sepertinya. "Nih, cuci cepet tangannya. Aku mau pesen dulu tiketnya di online, biar kita langsung masuk nanti" Ucap Arjuna lalu duduk dan membuka suatu aplikasi untuk memesan tiket bioskop secara online. Adhista sedang mencuci tangannya, tapi sepertinya tak akan bersih karena tidak memakai sabun. Dan pastinya minyaknya masih menempel di tangan Adhista, jadi mau tak mau dia nanti harus cuci tangan lagi menggunakan sabun. "Kak, masih licin licin nih tanganku. Nanti dijalan temenin cuci tangan lagi ya" Ucap Adhista sambil mencium cium tangannya yang masih bau chicken. "Astaghfirullah, itu belakang tempat cuci tangan Dhis. Cuci dulu lah disitu, abis itu kita naik keatas" Ucap Arjuna yang benar benar pasrah akan tingkah bodohnya Adhista. "Oh iya ya, yaudah aku cuci tangan dulu" Jawab Adhista dan pergi ke wastafel. Setelah mencuci tangannya, Adhista bersiap siap untuk pergi ke bioskop. Adhista merapih kan tas, baju, dan bedaknya. Adhista itu sedikit centil, apalagi kalau sama Arjuna. huffffttttt. "Yuk" Ajak Arjuna. "Iya" Jawab Adhista dan langsung menggenggam tangan Arjuna. "Kak, sebelum di tukang cilor, sebelumnya udah kenal aku belum?" Tanya Adhista menghilangkan keheningan. "Jujur apa bohong nih jawabnya?" Ejek Arjuna. "Ish, jujur lah. Buat apa senang tapi dengan kebohongan. Asek asek" Ucap Adhista sok puitis. "a***y haha, udah kenal. Jujur nih ya, sebenarnya dulu gue pas awal masuk udah ngeliat lo Dhis, di Minimarket bawah. Gue liatin terus serius. Pokoknya tuh gue kalo ke minimarket atau kantin pasti selalu ngikutin lo Dhis haha, cupu banget kan gue cuma ngikutin doang, cowok macem apa anjir gue. Nah terus waktu itu pernahkan kita papasan, gue kira lo mau ke minimarket ga taunya kamu belok ke kantin bawah. Yaudah gue langsung muter balik haha, sumpah dulu tuh gue kaya 'secret admirer' nya lo tau ga si Dhis. Terus gue pas tau lo follow gue, gue seneng setengah hati anjir. Pas lo DM juga gue itu sambil deg degan, tapi ya gue sepengecut itu sampe ga berani deketin lo duluan, ga berani cari tau lo duluan. Malu sih gue sama diri gue" Jelas Arjuna panjang lebar dan Adhista mendengar nya tak percaya. "I-itu beneran kak? Se-serius ak-aku mau nangis" Ucap Adhista gemetaran dan mulai meneteskan air mata. "Hei, jangan nangis. Kan suruh jawab jujur kan? Nah itu tadi jujur banget, ga ada yang aku tutupin. Udah jangan nangis" Ujar Arjuna memberhentikan langkahnya dan mengusap air mata Adhista. "Kak, aku ga kuat serius. Aku mau nangis" Lirih Adhista tak menyangka lalu air matanya mentes dan suaranya mulai gemetar. Arjuna langsung memeluk Adhista dengan erat, dan Adhista makin menangis karena ya dia tak terpikirkan bahwa Arjuna sudah mengenalnya sejak awal masuk. Adhista benar benar tak tahan, dan ingin mengeluarkan semua air matanya. "Dhis, udah yuk. Diliatin orang malu, udah mau jam 2 juga nih, jangan nangis ya?" Tanya Arjuna mengusap Air mata Adhista lalu mengelus rambutnya. "Yuk, maaf ya kak aku alay" Lirih Adhista jujur dan Arjuna hanya tertawa.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD