Tenar?

959 Words
Arjuna dan Adhista berjalan beriringan menuju ke lapangan, hingga akhirnya Adhista melihat keempat sahabat gesreknya itu sedang duduk-duduk di pinggir lapangan. "Kak, aku duluan ya ke temen aku" Ucap Adhista berpamitan kepada Arjuna tetapi tangan Adhista ditahan oleh Arjuna. "Iyaudah gue anterin" Jawab Arjuna lalu menggandeng tangan Adhista menuju keempat teman Adhista. "E-eh? Iyaudah kak" jawab Adhista yang sedikit malu tapi lebih banyak senangnya. Akhirnya mereka berdua berjalan menuju pinggir lapangan dimana keempat teman Adhista berada, ketika mereka hampir sampai dipinggir lapangan. Tiba tiba.... "Ekhem, katanya ga kenal" Seru Rizky yang berjalan dari samping Arjuna. "Tapi gandengan tangan" Timpal Reihan disebelah Rizky ikut mengejek Arjuna. "Yeu berisik, bilang ae lu iri bambank" Ucap Arjuna cuek. "Sorry ye, gue udah ada mbak Kendall" Jawab Reihan yang memang tergila gila dengan Kendall Jenner. "Sorry sorry juga nih Jun, gue udah ada Bae Irene, calon istri gue" Jawab Rizky yang terlahir menjadi fanboy red velvet. Adhista yang memperhatikan kakak kelas nya itu hanya terheran-heran, karena kadar ke-halusinasi nya melebihi Adhista dan teman-temannya. "Nah yaudah kaga usah iri" Ucap Arjuna dan langsung jalan melalui Rizky dan Reihan. Dipinggir lapangan, Oca, Hanin, Bunga dan Tata sedang memerhatikan Adhista yang sedang digandeng oleh Arjuna. "Woi, Adhis woi. Adhis udah gede buset, temen kita, yang kemarin tergila gila sama kak Juna, sekarang udah gandengan tangan. Ya Allah Gusti, temen kita gais gilasi. ITU ADHISTA, BUSET ASTAGHFIRULLAH, Ga percaya gue kalo Adhista bisa dapet Arjuna, keren banget si. Berkat kita semua Adhista sama Arjuna" Ucap Bunga histeris yang melihat Adhista dan Arjuna bergandengan tangan berjalan menuju dirinya. "Iya anjir, ya Allah ga percaya gue" Ucap Tata ikut menyetujui. Dan akhirnya Adhista sampai didepan mereka berempat. "Kak, makasih ya" Ucap Adhista lalu duduk disamping Oca. "Iya dhis, nanti pulangnya gue tunggu di parkiran ya. Gue duluan" Jawab Arjuna kemudian mengelus rambut panjang Adhista dan berlalu pergi meninggalkan Adhista dan teman temannya.  Oca, Hanin, Tata, dan Bunga hanya melongo tak percaya melihat pemandangan didepan mereka barusan, seperti khayalan. Seorang Adhista yang selalu berhalusinasi bisa berpacaran dengan Arjuna. Seorang Adhista yang tak yakin akan menjadi dekat dengan Arjuna. Seorang Adhista yang suka memandangi Arjuna dari jauh. Dan sekarang, Adhista menjadikan itu semua menjadi nyata. Semua tak lagi hayalan, semua sudah terbukti, dan semua tak hanya dari jauh. Ya, Adhista membuktikan itu. "Dhis? Itu kak Juna beneran kan?" Tanya Oca memastikan. "Iya lah, masa iya fotokopian nya?!" Jawab Adhista yang bingung akan perubahan mimik wajah teman temannya. "Serius itu kak Juna kan dhis?!" Tanya Hanin dan memegang megang tangan Adhista lalu membolak balikan tangan Adhista. Ya, mereka masih tak percaya dengan pemandangan yang terjadi pada Adhista dan Arjuna barusan. "Serius ih, gue juga ga tau kenapa kak Juna begitu. Terus nanti gue mau nonton pulangnya hehe" Seru Adhista lalu mengambil handphonenya di tas. Saat Adhista sedang membuka handphonenya, tiba tiba Ridho sang ketua OSIS datang. "Guys, Pak Ilham ga dateng. Ada acara mendadak katanya. Kita boleh pulang sekarang" Seru Ridho memberitahu orang-orang yang berada di pinggir lapangan. "Lah seriusan?" Ucap Tata kaget dengan suara lembutnya. "IH APA APAAN ANJIR, GUE UDAH BANGUN PAGI SAMPE MAU TELAT, TERNYATA GURUNYA GA DATENG!" Ucap Adhista teriak teriak ga jelas. "Iyaudah lo tinggal balik aja si, susah amat" Balas Ridho dengan mudahnya. "Enak ya lo bilang begitu, gue pulang sama siapa nanti?!"Ucap Adhista yang sudah naik pitam. "Lah sama Kak Juna lah, berangkat ae bareng tadi" Jawab Ridho dengan santai. "TAU DARI MANA LO, JANGAN JANGAN LO TUKANG RUMPI YA?!" Seru Adhista sewot, tapi senang si dalem hatinya banyak yang menotis dia. "Dih apa apaan, noh pada ngomongin kalian. Gebetannya kak Juna pada ngomel ngomel noh disana!" Ucap Ridho lalu menunjuk sekelompok kakak kelas di bawah pohon dekat tiang bendera. "Ya Allah, besok Senin gue tenar nih keknya" Gumam Adhista lalu menengok ke arah kakak kelas tadi. "Yaudah gue pergi dulu, tu urusin Kak Juna noh Dhis. Kasian kek jomblo sendirian haha" ucap Ridho lalu pergi meninggalkan lapangan untuk memberitahu murid lainnya. "Iyain, umur ga ada yg tau" Seru Adhista lalu melihat ke sekitar untuk mencari keberadaan Arjuna. Line! Tiba tiba ada pesan masuk dari handphonenya Adhista. Arjuna : Adhis Arjuna : Gue di parkiran Arjuna : cepet kesini                                                                                                                              Disadis : iya kak, tunggu ya Lalu Adhista langsung berpamitan kepada keempat temannya. "Guys gue duluan ya. Mau nonton Dilan hiyahiya" Ucap Adhista lalu menepuk pundak temannya satu persatu. "Iyadah, yang punya doi mah beda. Yaudah sana, oleh oleh jangan lupa haha" Jawab Hanin dan yang lain hanya melihat Adhista melenggang pergi hingga tak terlihat lagi. "Keren ya Adhis, gue juga mau dah" Gumam Bunga mengawang-awang. "Iya anjir, dulu cuma bisa menghayal 'kapan ya gue sama ka Juna begini, kapan ya, kapan ya gue jadian sama ka Juna' eh sekarang kejadian kan, anjir lah pengen gue" Jawab Hanin sambil menirukan gaya bicara Adhista saat sedang membayangkan dirinya dengan Arjuna. "Ya namanya rezeki mah ga kemana nin, lo kalo mau kaya Adhis, malu lo harus diilangi dulu. Lo aja jaim banget kalo ada cowo haha" Ucap Tata menceramahi Hanin. "Nah iya tu bener kata Tata, lo coba liat Adhis kalo ada Kak Juna gimana, dia jaim, tapi masih gila. Dia ngechat duluan, ya Kalo kata gue mah Adhis si emang udah gila. Ga bakal bisa dirubah lagi ahah" Ucap Oca lalu memainkan ponselnya lagi. "Yaudah kapan kapan gue coba, moga ae berhasil aamiin" ucap Hanin dengan mengangkat kedua tangannya sambil dibuka lebar kemudian mengusapkannya ke wajahnya. "Aamiin" Oca, Bunga dan Tata ikut meng aamiin kan. "Aamiin" Suara teman teman sekitarnya mengikuti. "Dih?!" Tanya Oca dan yang lain hanya tertawa. "Biar doa lo makin terkabul, jadi kita ikut aamiin in" Ucap Fahri dan yang lainnya hanya mengangguk setuju.  "Iyain dah, kuy balik" Ajak Bunga lalu mereka berempat meninggalkan lapangan sekolah dan kembali menuju rumahnya masing-masing.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD