Masih dihari yang sama
17.50
"Besok masuk kan?" Tanya Arjuna dari dalam kamar mandi.
"Masuk kak, cuma lari doang. Pengambilan nilai kayaknya" Jawab Adhista yang sedang menunggu dilua sambil melihat-lihat timeline instagramnya.
"Berangkat nya bareng aku aja gimana?" Tawar Arjuna.
'ya Allah Gusti, ga kuat nih gue. Iya apa ngga ya anjir, pasti besok kakak kelas pada liatin gue semua. Secara kan Kak Juna itu most wanted di sekolah, gabisa gabisa.' Hati Adhista berucap senang sekaligus takut.
"I-iya udah kak, besok jam berapa berangkatnya?" Tanya Adhista menerima tawaran Arjuna.
"Ntar malem gue PC deh dhis" Jawab Arjuna yang baru saja keluar dari kamar mandi.
Dijalan mereka hanya diam saja, pikiran mereka kemana mana. Adhista yang sedang bahagia, dan Arjuna yang sedang bingung besok harus naik kendaraan apa.
"Dhis"
"Iya kak?"
"Besok mau naik mobil atau motor?" Tanya Arjuna sedikit ragu.
"Apa aja deh kak, yang penting Adhis sampai tempatnya degan selamat hehe" Jawab Adhista polos dan terlalu jujur.
"Yaudah naik motor aja ya, biar kayak Dilan hahaha. Besok pulangnya mau sekalian nonton Dilan?" Tanya Arjuna refleks.
"Hah?" Adhista yang tak percaya dengan ajakan kakak kelas kesayangannya ini, ingin memastikan bahwa pendengaran nya itu sedang tidak error atau salahh tangkap.
"Kenapa? Ga mau nonton sama gue?" Tanya Arjuna bingung.
"Eh? Beneran? Aku mah kalo dibayarin ayo aja hehe" Jawab Adhista dengan niat bercanda.
"Mau dibayarin? Ayo deh, sekalian jalan jalan aja sampe sore" Ucap Arjuna menjawab dengan serius candaan Adhista.
"Lah serius kak? Duh jadi enak hehe" Jawab Adhista yang pura pura malu, padahal mah biasanya malu maluin.
"Iya serius, yang cakep ya besok haha" jawab Arjuna sambil mengelus rambut Adhista.
"Eh tapi ngga usah deh, nanti kamu dilirik cowok lain lagi" Gombal Arjuna yang bisa membuat Adhista terbang sampai kelangit sepuluh, kalau ada.
'ya Allah ngefly nih gue' ucap hati Adhista, yang sedang berdisko, berlarian, dan berdegup dengan cepat. Dan jika Adhista lagi bersama temannya, Adhista akan bilang 'YA ALLAH MAU MATI AJA GUE LEMES BANGET' ya mungkin contohnya seperti itu.
"Iya siap kak hehe" Jawab Adhista singkat yang padahal jauh dilubuk hatinya itu sedang berteriak-teriak.
"Dhis, gue pulang dulu ya. Udah mau magrib dan Chandra belum daten juga, nanti bilangin Chandra ya, gue pulang duluan" Ucap Arjuna lalu dia bersiap siap untuk pulang.
Adhista yang menemani Arjuna hanya diam saja sambil memperhatikan setiap gerakan Arjuna, dari Arjuna memakai masker, sarung tangan, lalu helm, dan kaos kaki, sampai Arjuna naik ke motor juga Adhista masih setia memperhatikannya.
"Dhis, jangan gitu lah. Malu gue diliatin gitu hahaha, yaudah gue balik ya. Besok jangan lupa" Ucap Arjuna lalu perlahan lahan menjalankan motornya.
***
Keesokan harinya...
06.30
Rumah Adhista
Line!
Arjuna : dhis, gue udah dibawah ya.
Disadis : oh iya kak, aku otw kebawah tunggu ya
Arjuna : iya
Setelah tahu bahwa Arjuna sudah ada dibawah, Adhista dengan secepat kilat langsung memakai sepatu dan Salim kepada kedua orang tuanya dan kakak tercinta nya.
"Mah Adhis berangkat sekolah dulu ya, udah ditungguin temen. Assalamualaikum" Ucap Adhista lalu Salim kepada ibundanya serta Ayah dan kakaknya.
Lalu Adhista langsung berjalan ke depan, dan langsung menemui Arjuna yang sedang duduk dimotornya dengan sangat manis.
"Yuk" Ajak Adhista dan bersiap untuk naik.
"Ngapain kamu? Emang udah gue suruh naik?" Tanya Arjuna mengejek Adhista.
"Eh? Terus aku ngapain?" Tanya Adhista bingung.
"Jalan lah, manja. Dah gue duluan" Canda Arjuna lalu melajukan motornya pelan pelan.
"Oke" Jawab Adhista ngambek dan ingin masuk kedalam rumahnya lagi.
"Dhis, bercanda kali. Sini naik" Ucap Arjuna lalu turun dari motornya dan menjemput Adhista.
Adhista hanya cemberut, pura pura ngambek. Dan Arjuna menggandeng tangan Adhista.
Saat dijalan Adhista dan Arjuna hanya diam saja, padahal Adhista niatnya hanya bercanda. Namun, Arjuna mengira bahwa Adhista marah beneran.
"Ekhem" Dehem Arjuna memecahkan keheningan.
"Diem aja nih Adhis" Ucap Arjuna lagi.
"ngopi apa ngopi" Ucap Arjuna kesekian kalinya.
"Berbusa aja mulutnya" Ucap Arjuna lagi dan lagi.
"Ngomong lah sama Jug Jaehyun" Ucap Arjuna asal, sebenarnya dia tak mengenal siapa itu Jung Jaehyun.
"MANA JUNG JAEHYUN?! ADANYA ARJUNA SANATANA" Teriak Adhista tak terima, kekasih khayalannya itu di samakan dengan Arjuna.
"Lah ini aku, aku kan mukanya mirip Jung Jaehyun" Jawab Arjuna dengan percaya diri nya.
"Masa iya, Jaehyun mah ganteng" Seru Adhista.
"Aku juga ganteng" Arjuna tak mau kalah.
"Jaehyun sipit"
"Aku juga sipit" Arjuna tak mau kalah lagi.
"Jaehyun jago main basket"
"Aku juga bisa, nanti aku buktiin" Arjuna tak mau kalah lagi, dan membuatAdhista ingin menangis karena kesal.
"Jaehyun badannya bagus"
"Aku juga bagus kalo kamu tau" lagi dan lagi Arjuna tak mau kalah dan masih membela dirinya bahwa ia mirip dengan Jung Jaehyun.
"KAK JUNA BERISIK! UDAH TAU AKU SUKANYA JAEHYUN, BUKAN JUNA!" Teriak Adhista karena sudah kesal.
"Amasa? Nanti juga suka sama aku" jawab Arjuna lalu memarkirkan motornya.
"Udah sampe, yu turun yu" Ucap Arjuna lalu membantu Adhista turun dari motor dan menggandeng tangan Adhista menuju ke lapangan.