Pendekatan?

793 Words
16;23 Rumah Adhista Dihari Sabtu ini Adhista dan Chandra sedang leyeh-leyeh di ruang tamu sambil membicarakan hal-hal yang sangat tidak berfaedah. "Kak lo kok ga bilang sih kalau temenan sama kak Juna?" Tanya Adhista kepada Chandra yang sedang memainkan handphonenya. "Penting banget anjir gue bilang ke lo" Jawab Chandra ketus. Chandra berdiri mengambil handphone-nya dan duduk lagi sambil menyalakan game di televisi menggunakan PS4. "Ah elah game mulu lo! Kali kali keluar kek sama cewek" Oceh Adhista sewot. "Bacod! Gue mau main sama Juna nih. Lo juga bisa modus kan, seneng kan lo?!" Balas Chandra yang tak kalah sewot lagi. "Kaga, biasa aja gue. Siapa bilang suka sama Kak Juna, orang cuma kakel gue doang. Dasar sok tempe!" Ucap Adhista lalu tiduran di sofa. Saat Chandra sedang menyalakan PS4 nya, tiba tiba ada suara orang mengetuk pintu. "Bukain sana, Arjuna itu" Suruh Chandra kepada Adhista. "Iye iye" Jawab Adhista dan langsung bergegas membukakan pintu untuk Arjuna, kakak kelas idamannya. "Eh Adhis, Chandra nya mana?" Tanya Arjuna sekedar basa basi. "Ah oh itu kak, ada didalam. Masuk aja" Ajak Adhista kemudian mempersilahkan Arjuna masuk kedalam. Dijalan menuju ruang tamu, Adhista berjalan beriringan dengan Arjuna. Keduanya sama sama saling diam, sampai suara Chandra menghancurkan semuanya. "YA ELAH BOCAH DIEM DIEMAN BAE, KENALAN APA!" Chandra teriak dengan niat menggoda Arjuna dan Adeknya. "Ah apasi bacot sangat anda" Jawab Adhista salah tingkah lalu duduk disalah satu sofa dan mengambil cemilan. "Lah ngga keatas lu? Mentang mentang ada Juna aja modus lo" Cibir Chandra lagi dan lagi. "Orang gue mau nyemil, emang ga boleh?!" Adhista menjawab. "Iyaudah iya. Ambilin minum gue sama Juna sana" Perintah Chandra lalu memberikan stick gamenya kepada Arjuna. "Ga usah nanti aja, gue belum haus" Jawab Arjuna 'sok kalem'. "Noh dengar! Wle" Jawab Adhista sambil menjulurkan lidahnya dan Chandra hanya memutarkan matanya, malas. Setelah perdebatan tadi, Adhista masih betah duduk di sofa sambil memperhatikan kedua makhluk Tuhan bermain game, padahal sudah hampir satu jam lamanya. "Ga bosen apa kalian main game yang begitu doang?" Tanya Adhista memecahkan keheningan. "Seru anjir, emang nya lo. Dikamar cuma dengerin lagu Korea, EXO lah, NCT lah. Mending ngerti" Jawab Chandra yang masih fokus bermain game. "Lah seruan gue lah, mukanya gans parah. Lah ini cuma game doang ya ampun" Balas Adhista lalu pergi untuk mengambil minum. Saat didapur, Adhista membuat lemon tea karena dia suka lemon tea. Dia tidak memikirkan Chandra yang alergi dengan lemon. Setelah selesai membuatkan lemon tea, Adhista mengambil 3 gelas dan nampan untuk dibawa keruang tamu. Saat dijalan menuju ruang tamu, Adhista melihat Chandra menaiki tangga dengan buru-buru. "Bang mau kemana lo?" Tanya Adhista yang bingung melihat Chandra terburu-buru seperti orang yang dikejar warga. "Mama minta jemput, ga ada tebengan katanya" Jawab Chandra. "Oiya lo ajak ngobrol Juna, awas ae sampe dia sampe pulang" Ancam Chandra lalu segera mengambil kunci motornya dan pergi menjemput sang ibunda. "Iye iye, gih sana jemput. Mama keburu marah nanti" Balas Adhista dan berlalu memasuki ruang tamu.                                                                                         *** Diruang tamu hanya ada Arjuna dan Adhista yang sama sama saling diam. Keadannya sangat canggung karena mereka bingung ingin membicarakan apa, yang notabenenya tidak tau menau. "Adhis" Panggil Arjuna. "Eh? Iya kak?" Jawab Adhista sambil menatap Arjuna sekilas lalu menunduk lagi, tak kuat menatap Arjuna bisa-bisa dirinya tambah salah tingkah. "Lemon tea nya enak" Puji Arjuna basa basi karena sejujurnya Arjuna pun bingung ingin membicarakan apa. "Eh iya makasih kak"Jawab Adhista tersipu. "Ada Line ga kamu?" Tanya Arjuna asal. "Eh? Kenapa kak?" Jawab Adhista yang tidak percaya pasalnya Arjuna baru saja memanggilnya dengan kamu dan menanyakan ID Line nya, yang membuat kupu-kupu diperut Adhista berterbangan meminta keluar atau yang biasa disebut dengan kata baper. "Ya ngga papa si, biar lebih kenal aja gitu hehe" Ucap Arjuna kikuk sambil menggaruk tengkuk leher nya yang tidak gatal. "Ah, o-oh oke. Aku ada Line" Jawab Adhista kemudian Arjuna memberikan handphonenya kepada Adhista. "Aku chat ya?" Tanya Arjuna setelah Adhista selesai mengetikkan ID Line nya. "Iya, nanti ku addback. Hp aku ada dikamar soalnya" Jawab Adhista lalu meneguk lemon tea nya. "Oke. Btw kok aku ga tau kalo kamu adeknya Chandra ya" Ucap Arjuna sambil memainkan Handphonenya. "Aku juga ga tau kak Juna temennya kak Chandra" Adhista menjawab. "Keren banget ya Chandra, padahal waktu SMP aku lumayan sering main kesini" Ujar Arjuna lalu memasukkan handphonenya kedalam tas. "Waktu SMP aku ngga dirumah, aku ada di asrama waktu itu, dan pulangnya sebulan sekali aja. Jadi jarang ketemu, mungkin?" Tanya Adhista sambil menjelaskan. "Hmm, bisa jadi si. Dhis, aku mau ke kamar mandi, bisa tolong anterin?" Arjuna modus, padahal dia tau letak kamar mandinya dimana. "Lupa kak? Katanya dulu sering main kesini" Adhista pura pura mengejek. "Inget si sebenarnya, modus aja hehe" Jawab Arjuna jujur dan membuat Adhista tersipu malu. "Yeu kirain lupa, yaudah ayo aku anterin" lalu Adhista dan Arjuna berjalan menuju kamar mandi.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD