Seperti hari-hari biasanya, Adhista yang berharap bertemu dengan Arjuna tak juga kesampaian dalam dua hari sebelumnya. Dan sekarang usahanya adalah menunggu kakak kelasnya itu duduk-duduk dikantin nenek, dan Adhista akan memulai aksinya.
Sekarang sedang pelajaran sejarah, dan Pak Reno sedang izin untuk suatu acara diluar sekolah. Dan kelas 10 IPA 3 pun sedang free satu jam pelajaran atau sampai istirahat nanti.
Saat ini Adhista, Tata, Oca, Hanin, dan Bunga sedang duduk lesehan dipojok belakang kelas sambil melakukan aktivitasnya masing-masing.
Adhista yang sedang membaca erita Fanfiction, Oca yang sedang melihat Instagramnya Rachel dan Xabiru, Hanin yang menonton YouTuber dari Reza Arab, Tata sedang bermain game yang sedang viral, dan Bunga sedang mendengarkan lagu melalui earphone nya.
"Eh kalian coba main game zepeto deh" Ucap Tata memecah keheningan.
"Yah lagi bucin the sims gue" Jawab Adhista kemudian memamerkan akun game The Sims freeplaynya, yang sudah banyak terbentuk rumah warga didalamnya.
"Oh game yang kartun itu ya?" Tanya Bunga dan memperlihatkan foto zepeto dari hastag di i********:.
"Nah eta, coba aja download seru deh. Kalian bisa beli baju, sepatu, atur rambut. Sejenis the Sims, tapi ini individu dan ngga ada rumah rumah gitu" Jelas Tata panjang lebar.
"Coba Tata, kirimin ke gue" Ucap Oca lalu membuka Midrop nya.
"Okede" Jawab Tata singkat lalu mengirimkan gamenya kepada Oca.
"Ih mau coba dulu dong, mau kirim jugaaa" Pinta Adhista kepada Tata.
"Emang bisa pake Midrop? Hp lo kan buah-buahan" Tanya Tata bingung.
"Yah, harus download dulu dong? Paketan gue sekarat, hotspot dong hehehe" Pinta Adhista yang sok malu.
"Ntar ae lah lo dirumah, Handphone bagus kaga ada kuota. Gembel!" Ejek Hanin dan Adhista langsung memasang wajah cemberut.
"Eh Dhis, lihat snapgramnya kak Juna deh. Dia juga main zepeto anjir" Seru Bunga dan Adhista langsung merebut Handphone Bunga dengan paksa lalu melihatnya.
"Ihhh iyaaaa, gue juga mauuuu. Kita kapan pulang si?! Mau download zepeto, terus foto-foto sama Kak Juna di virtual huhuhu. Di warung nenek ada pulsa ngga si?" Tanya Adhista gelisah.
"Eum, ada kayaknya. Coba aja nanti lihat" Jawab Oca lalu me-login akun Zepeto nya yang membuat Adhista iri.
"AYOK KITA ISTIRAHAT SEKARANG, TANGAN GUE UDAH GATEL NIH MAU FOTO SAMA KAK JUNA" Seru Adhista sambil menarik tangan Tata dan Bunga agar segera berjalan kekantin.
"AHELAH BUCIN!" Teriak Tata dan hanya didiamkan oleh Adhista.
Dan akhirnya mereka berlima langsung bergegas untuk ke warung nenek, sekalian membeli jajanan untuk istirahat yang sebentar lagi akan datang.
"Jun, siapa tuh Jun" Tiba tiba dari tangga atas, ada suara yang berbicara seperti itu.
"Dhis, kak Juna tuh" Bisik Bunga ditelinga Adhista.
"Apaan si Ram, kenal juga kagak" Jawab Arjuna cuek, lalu kedua orang itu berjalan mendahului Adhista dan teman-temannya.
"Anjir sabar ya Dhis" Ucap Oca sambil mengelus bahu Adhista.
***
Sekarang mereka berlima sedang menikmati satu mangkuk mie ayam diwarung kang Maman, dan untung saja Adhista sudah membeli pulsa diwarung nenek, sekarang Adhista bisa mendownload gamenya, dan lupa akan kejadian tadi ditangga.
"Kenyaaaaangg bangettt" Seru Adhista dan mengelus perutnya seperti orang hamil.
"Diliat kak Juna mampus lo" Ucap Hanin lalu meminum es jeruknya.
"Bodoamat, orang dia aja ngga kenal sama gue. Ngapain diurusin" Jawab Adhista sok bijak, yang padahal hatinya masih sakit mendengar penuturan dari Arjuna tadi.
Dan disisi lain, tepatnya di warung nenek berdirilah Arjuna dan Rama selaku teman Arjuna. Arjuna fokus memperhatikan Adhista yang bertingkah lucu hingga membuatnya senyam-senyum sendiri seperti orang yang tidak waras.
'lucu juga bocahnya, sampe kek orang i***t' batin Arjuna berbicara.
"WOI! Tadi katanya ga kenal, tapi diliatin terus huuuu" Seru Rama sambil mengagetkan Arjuna.
"AH ANJIR! KAGET GUE! Apaan liatin si cil, gue lagi liat jajanan apa yang enak" Jawab Arjuna gelagapan sampai membuat Rama ingin tertawa.
"Alah bohong, mata kemana omongan kemana. Jelas jelas kantin depan kita, tapi lo lihatnya kearah warung kang Maman yang ada dideket mushola" Jelas Rama dengan nada mengejek.
"Iyain dah biar cepet" Ucap Arjuna yang kalah telak kemudian meninggalkan Rama di warung nenek sendirian.
***
20:48
Rumah Adhista
Saat ini Adhista sedang dirumah sendirian karena Chandra sedang pergi bersama teman-temannya, sang ayah belum pulang karena lembur, dan sang bunda yang sedang dirumah saudaranya karena sedang ada arisan keluarga.
Sambil memutar lagu dari NCT U yang berjudul BOSS, Adhista iseng iseng membuka i********: dan langsung mengetikkan unamenya Arjuna.
Adhista dengan percaya dirinya langsung membalas Snapgram dari Arjuna.
You replied Arjun.asntn story
Kak, bagi id nya dong
Tapi addback ya!
21:01
2fbcd08
Iyaa
21:06
Setelah mengetahui id nya, Adhista langsung membuka zepeto dan mengetikkan id Arjuna tadi.
Setelah menambahkan pertemanan kepada Arjuna, Adhista mendapat pesan dari sang kakak kelas idamannya...
Arjun.asntn
Nama lo distuy bkn?
21:09
"ANJIR DIGREET DULUAN DONG GUEEEE, LANGKA NIH LANGKA! HARUS DIABADIKAN SERIUS HARUS DIABADIKAN. AHHH BALES APAAAN INI" Teriak Adhista seperti orang gila sambil berguling-guling dikarpet ruang tamu.
Adhis.ta01
Iya kak
21:11.
Okeee
21:12
Setelah hati Adhista selesai lari maraton, Adhista mendengar suara ketukan pintu yang sangat kencang. Mungkin Kak Chandra, pikir Adhista.
Dan benar saja, Chandra sudah berada didepan rumah dengan muka merah yang meledak-ledak ingin marah. Tetapi, dibelakangnya terdapat seorang laki-laki berdiri sambil menatap Adhista datar, Arjuna!
"Loh, udah lama kak?" Tanya Adhista dan mempersilahkan kedua orang tersebut masuk.
"Udah setengah jam anjir gue nunggu, makannya lo kalo kesenangan chat sama Juna jangan sampe gila. Nyusahin orang tau gak?!" Omel Chandra dan Adhista hanya melotot bahwa kakaknya mengetahui itu.
"Lagian yang balesin chatnya Juna gue, Juna nyetir tadi haha" Tawa Chandra menggelar.
"Bohong dhis, gue yang bales. Percaya sama kakak lo musik" Arjuna berusaha melucu tetapi garing.
"Hehe iya kak" Ucap Adhista kikuk.
"Ya udah sekarang bikinin gue sama Juna kopi, cepet! GPL!" Perintah Chandra dan menekan kata GPL.
"Iye iye!" Jawab Adhista dan langsung membuatkan kopi untuk kedua iblis tersebut, eh ralat, untuk seorang iblis dan seorang malaikat hehe. Karna Chandra adalah iblis sesungguhnya yang berbentuk manusia.