Adhista sedang duduk sendirian dikelas karena teman-temannya belum pada datang. Adhista tidak berani memainkan ponselnya, karena takut pesannya tidak dibalas oleh sang kakak kelas idamannya itu. Adhista hanya duduk diam dengan ponsel didekatnya dan Adhista mencoret-coret bukunya dengan kata-kata puitis.
"Gimana dhis, dibales ngga?" Tanya Hanin yang baru saja datang berdua dengan Oca.
"IIH GATAU, GA BERANI BUKA HAPE GUE" Seru Adhista seperti biasanya.
"Coba sini hp lo" Ucap Oca.
"Nih, nyalain dulu ya. Tadi malem gue cas sambil dimatiin hehe" Jawab Adhista lalu memberikan handphonenya kepada Oca.
Mereka berempat saling diam, sambil menunggu Oca menyalakan Handphonenya Adhista.
"WOI! DIBALES DHIS!" Teriak Hanin senang sambil memperlihatkan kepada Adhista.
"LAH IYAAAA!!! KIRAIN GA BAKAL DIBALES. ADUH LEMES NIH" Teriak Adhista tak kalah kencang.
"Coba buka Ca" Ucap Bunga yang ternyata juga penasaran.
"Dibales kenapa doang, tapi lihat deh dia balesnya cepet dong. Cuma jarak lima menit doang, Petrus Jakendor Dhis!!" Seru Oca lalu mengembalikan handphone Adhista.
"Petrus Jakendor apa?" Tanya Adhista dengan polosnya.
"Pepet terus jangan sampai kendor Dhis" Jawab Hanin.
"Oh ada bahasa baru toh" Gumam Adhista sambil menganggukan kepalanya.
"Udah ah, masih lemes nih! Terus ini ngga usah dibales?" Ujar Adhista lagi sambil memperhatikan DM Instagramnya dengan Arjuna.
"Bales lah anjir, sombong amat kaga dibales" Seru Hanin, lalu menarik paksa Handphone Adhista.
"Jangan bales aneh-aneh lho!" Ucap Adhista dengan wajah paniknya.
"Iye iye santai" Balas Hanin lalu membalas DM dari Arjuna.
***
"Ayok kekantin, mau beli otak otak masaaaaa" Ucap Adhista yang berdiri disamping jendela melihat area kantin yang mulai ramai.
"Ayo, tapi gue mau ke kamar mandi dulu. Temenin ya" Jawab Bunga.
"Okeesiyaaaaaappppp" Seru Adhista mengikuti nada Ashiyaaaapppp dari Atta Halilintar, karena sejujurnya Adhista adalah seorang Ateam.
"Ateam dasar" Ucap Hanin dan Oca bersamaan dan langsung lari menuruni tangga, karena Adhista tidak suka bila dibilang Ateam.
***
"ABANG TUKANG OTAK OTAK, BELI 5K YA!" Seru Adhista rempong.
"Dhis g****k, emang abangnya tau 5k berapa?" Hanin berbisik di kuping Adhista.
"Bang tau kan 5k berapa?" Tanya Adhista kepada abang penjual Otak-otak.
"Tau lah neng, lima ribu kan?" Tanya Abang otak-otak.
"NAHHH BENTULLL BANG, ABANGNYA GAUL NIH SUKA, TOS DULU DONG" Dan akhirnya Adhista dan Abang penjual otak otak tos.
"Eh ada Juna" Ucap abang penjual otak otak yang otomatis Adhista dan keempat temannya langsung menengok ke belakang.
"Eh si bang Joni. Gue mau beli deh, goceng ya" Balas Arjuna dan berjalan untuk berdiri disamping Adhista.
"Siap lah Jun, tunggu dulu ya. Eh Jun, neng ini geulis Jun. Lo ga mau?" Ejek Bang Joni.
"Yang mana bang?" Tanya Arjuna menengok kekanan dan kekiri.
"Itu Jun yang samping mu" Jawab Bang Joni.
"Oalah" Balas Arjuna lalu menatap Adhista dan mengangguk.
Adhista yang baru saja bertatap-tatapan dengan sang kakak kelas idamannya langsung saja mendadak lemas dan salah tingkah ingin berbuat apa. Lalu dia membalas tatapan Arjuna dengan senyum manis di bibirnya dan Arjuna hanya mengangguk tanpa senyum lalu Arjuna mengalihkan pandangannya dengan memainkan handphonenya.
***
"Gue yakin sejuta persen tadi Adhis udah mau pingsan, pasti ga bohong gue" Ucap Oca sambil memakan otak otaknya.
"Iyalah anjir, lo pake bilang. Lo liat aja dari gerak gerik tubuhnya, saltingnya minta ampun" Jawab Hanin.
"Ya lo coba jadi gue, pasti udah lemes, apalagi tadi diejekin sama abang tukang otak-otak tadi. Seneng sih, tapi kesel juga. Hati gue udah lari Marathon sepuluh kilometer, udah deg deg deg deg kaga bisa berhenti, rasanya mau mati aja tadi gueeeeee" Oceh Adhista yang masih memikirkan kejadian tadi yang membuatnya senyam-senyum.
"Ya udah santai aja, pelan pelan tapi pasti. Lo sering sering aja nampakin wajah lo didepan Kak Juna" Ucap Tata dan kemudian Pak Rohan datang memasuki kelas.
***
20;59
Dirumah Adhista
"Dek, ambilin minum temen gue" Teriak Chandra dari lantai bawah.
"Ahh berisik lo, ambil sendiri. Gue ada PR" Balas Adhista yang juga teriak tak kalah kencang.
"Ah tolong, gue lagi ribet juga nih" Teriak Chandra lagi.
"Iyeiyee" Jawab Adhista dan langsung turun kebawah untuk membuatkan minum Chandra dan temannya.
'lah kak Juna ngapain anjir kerumah gue?!' batin Adhista bertanya-tanya.
"Siapa tuh Chan? Adek lo" Tanya Arjuna sambil melirikkearah Adhista.
"Iya, Lo belum pernah lihat ya?" Tanya Chandra yang sedang menyalakan PS 4 nya.
"Sering ketemu gue disekolah, dia juga suka nge-DM gue" Jelas Arjuna.
"Oalah, genit juga adek gue" Jawab Chandra.
Lalu tak berapa lama Adhista sudah datang bersama nampan dan dua gelas es jeruk diatasnya.
"Nih, jangan ngerepotin lagi. Punya dua kaki sama dua tangan tapi ga digunain dengan baik" Oceh Adhista lalu melenceng pergi meninggalkan kedua lelaki tampan itu.
Disaat Adhista sedang memarahi Chandra, Arjuna diam-diam memperhatikan Adhista yang sedang menggunakan baju santai dan rambut yang dicepol. Dalam hati Arjuna berteriak memuji kecantikan adik dari seorang teman kecilnya itu.
"JANGAN CENTIL CENTIL LO SAMA JUNA" Teriak Chandra menjawab ucapan Adhista.
"APAAN SIH LO BACOT!" Balas Adhista lalu memasuki kamarnya, malu.
Didalam kamar, Adhista sudah lemas dan jantungnya lari maraton lagi dan lagi. Adhista tak menyangka bahwa Arjuna adalah temannya Chandra, Dan Chandra pun tidak pernah cerita apa-apa tentang Arjuna. Adhista buru buru mengambil handphone dan membuka aplikasi Line untuk memberitahu temannya.
Grup Apasih Ini? (5)
Disadis : WOI GILA SIH ANJIR, KAK JUNA DIRUMAH GUEEEEEEE.
Oca : Ngapain anjir?.
Disadis : TERNYATA OH TERNYATA, KAKAK GUE TEMENNYA KAK JUNA
Disadis : DAN KAKAK GUE GA PERNAH CERITA ATAU NGAJAK MAIN KAK JUNA
Disadis : UDAH GUE MAU NGASIH TAU ITU DOANG, BTW MAKASIH YA.
Disadis : GA USAH DIBALES. GUE MALES BALESNYA!
Haniiiin : Berpeluang lebih besar, Petrus Jakendor Dhis!!!
Tata : Ya udah Alhamdulillah, bulan depan jadian udeh
Read by 4
Dan akhirnya, Adhista mematikan ponselnya lalu mencharger kemudian modus kebawah untuk membuat s**u, yang padahal Adhista tidak suka minum s**u saat mau tidur.
Dan pada saat Adhista menuruni tangga...
"Centil amat lo bocah, mentang-mentang ada cowok cakep aja lewat-lewat terus. Yeu Ganjen!" Cibir Chandra dengan nada mengejek.
"Apaan sih orang mau bikin s**u" Jawab Adhista sambil mengeluarkan lidahnya.
"Boleh dong, Dhis" Ucap Arjuna dan Adhista langsung melotot tidak percaya.
"Nah bikinin tuh" Ujar Chandra menyuruh sang adik.
"E-eh iya kak, tunggu ya" Jawab Adhista kikuk lalu langsung berjalan menuju dapur untuk membuatkan s**u Arjuna dan dirinya.