Siang ini, diruang kelas X IPA 3 sedang tidak ada guru atau freeclass, dikarenakan guru yang mengajar dikelas Adhista sedang izin karena tidak enak badan.
"Woi diem-diem baek! Main TOD lah" Ajak Hanin bosan karena teman-temannya pada fokus dengan ponselnya, dan Hanin tidak membawa itu.
"Boleh dah tuh" Jawab Tata.
"Mainnya pake botol minum gue terus diputer aja" Ujar Adhista kemudian mengambil botol minum di tasnya.
"Ya udah kuy mulai, dari Oca dulu yang paling tua hahaha" Ucap Bunga lalu memberikan botol Adhista kepada Oca.
Adhista, Tata, Bunga, dan Hanin sedang memperhatikan Oca memutar botolnya hingga berhenti dan....
"Hanin! Pilih T atau D?" Tanya Oca.
"Truth deh, takutnya Dare yang aneh-aneh lagi" Jawab Hanin.
"Dari awal masuk SMA ada gak kakak kelas yang lo sukain?" Tanya Oca dan yang lain fokus menatap Hanin.
"Ih jangan diliatin gitu ah malu gue!" Seru Hanin sedikit kencang sambil memukul Bunga.
"Ah bacot lo, cepetan jawab" Ucap Adhista kesal.
"Ada, udah kan?" Tanya Hanin.
"Siapa namanya?" Tata mulai kepo.
"Itu loh yang ketua OSIS kelas 12, siapa si namanya kak Dika kayaknya" Jawab Hanin sambil mengingat-ingat.
"Oh kak Dika, yaudah lanjood!!" Ucap Bunga lalu memberikan botolnya kepada Adhista.
Sekarang adalah giliran Adhista dan ya seperti tadi, mereka fokus ke botol dengan wajah paniknya.
"NAH OCAAA!! OCA T OR D?!" Teriak Adhista girang.
"Truth" Jawab Oca singkat, padat, dan jelas.
"Suka ya sama kak Aldi? Jujur loh, bohong gue tabok!" Tanya Adhista.
"Yang kemarin ngajak foto itu?" Tanya Oca membalas.
"Iya, yang pas tujuh belasan kemarin itu, lo berdua kan foto bareng tuh" Jelas Adhista.
"Ya lumayan si, abis cakep mancung berjambul, tapi sayang pendek" Jawab Oca sambil mengawang-awang.
"LO JUGA PENDEK ANJIR" Seru Hanin dengan emosi.
"Hehehehe" Oca hanya cengar-cengir saja.
"Dah lanjut nih ta" Ucap Bunga dan melemparkan botolnya kepada Tata yang jaraknya lumayan jauh.
"Haaaappp!" Tangkap Tata kemudian memutarkan botolnya.
"CIAAA ADHIS! T OR D?" Tanya Tata excited.
"Biar beda, gue pilih D deh" Jawab Adhista dengan percaya dirinya.
"Gue aja yang kasih tantangannya" Jawab Oca lalu mendekat kepada Adhista dan yang lainnya mengikuti.
"Lo DM Kak Juna apa aja bebas, terserah lo. Hari ini juga, kalo udah DM kirim screenshot nya ke grup Line" Ucap Oca sambil smirk.
"Yah susah banget sih, ngebayangin nya aja gue udah lemes ca. Jahat lo!" Ucap Adhista yang sedikit menyesal sudah memilih dare.
"Gapapa, buat permulaan. Gue tunggu screenshot nya nanti malem" Balas Oca dan tiba tiba Sensei Yama, guru bahasa Jepang memasuki kelas.
***
20:03
"Tarik nafas, buang. Tarik lagi, buang lagi. Ayo apa jangan lemah ah, katanya Adhista cewek strong, masa DM begitu doang ga bisa" Gumam Adhista pada dirinya sendiri.
Adhista uring uringan sejak tadi sepulang sekolah karena masih memikirkan bagaimana caranya dia bisa mengirimkan Direct Message untuk Arjuna. Membayangkan nya saja sudah membuat Adhista lemas setengah mati, dari tadi dia hanya tiduran dikamarnya dan membuka i********: Arjuna, lalu mengetikkan pesan, dan dikeluarkan lagi. Ya, se-nervous itu Adhista kepada Arjuna, yang bahkan belum mengenal Adhista.
"Bismillah, gue harus bisa" Ucap Adhista lalu membuang nafas dan membuka Direct Message nya Arjuna.
Arjun.asntn
Adhis.ta01 Kak?
20:27
"Udah matiin hp, bodoamat paling ngga dibales. Bodoamat ga usah dipikirin, udah nggak usah. Ih otak gue bandel banget sih, masih aja dipikirin. Paling juga ga dibales!" Ucap Adhista lalu mematikan ponselnya dan meletakkannya di meja belajar lalu dia lari menuju kekamar Chandra.
"KAK CHANDRAAAAAAA!!!" Teriak Adhista selama diperjalanan menuju kamar Chandra.
"Apaansi lo, bacot. Udah malem juga" Jawab Chandra jutek.
"Gue tidur disini pokoknya! Ga ada penolakan!" Perintah Adhista lalu langsung merebahkan tubuhnya dikasur empuknya Chandra.
"Ah rese lo, gue lagi push rank nih. Jangan ganggu sana lo jauh jauh" Omel Chandra yang masih fokus ke Handphonenya.
"GAME TEROOOOSSSS!" Ucap Adhista sambil menirukan suara Intan, mamanya.
Lalu setelah itu Adhista memeluk Chandra dengan sangat erat hingga handphone Chandra jatuh ke lantai.
"ADHISTA AH RESE BANGET, GABUT BANGET HIDUP LO SAMPE GANGGUIN HIDUP GUE" Teriak Chandra saking kesalnya.
"HAHAHAHAHAHAH" Tawa Adhista pecah karena berhasil membuat Chandra kesal.
"NOH KAN GUE KALAH, ADHIS AH. PERGI LO DARI KAMAR GUE!" Teriak Chandra lagi sambil melihat layar handphonenya yang menampilkan tulisan game over.
"GAK MAU!" Teriak Adhista lalu memeluk Chandra lagi dan makin erat.
"Kangen lo ya, udah lama ngga pelu-peluk gue" Ejek Chandra lalu meletakkan handphonenya dan membalas pelukan Adhista.
"Lagi jatuh cinta lo ya?" Tanya Chandra.
"Emang kenapa?" Adhista bertanya balik.
"Ya soalnya biasa nya lo ngga kaya begini. Lo yang sekarang aneh pake banget!" Jawab Chandra yang masih memeluk Adhista.
"Ga b aja, emang lagi kangen aja sama kakakku!!" Ucap Adhista dan ndusel ndusel di ketek Chandra.
"Wangi kan ketek gue" Ujar Chandra dengan percaya dirinya.
"Apaan bau, huweeeek!" Balas Adhista dan langsung mendorong Chandra menjauh.
"Udah ah gue mau tidur, gulingnya gue pake ya!" Seru Adhista lalu mengambil guling Chandra dan bersiap untuk tidur.
"Curang lo" Jawab Chandra lalu berdiri untuk mematikan lampu dan menutup pintu kamarnya.
Kemudian Adhista dan Chandra pergi tidur, dengan Adhista yang menggunakan guling dan bantal milik Chandra, dan Chandra tidak menggunakan apa-apa.