Di bioskop
Sesampainya mereka di bioskop, Arjuna langsung menuju ke locket penjualan untuk menukarkan tiketnya yang sudah dibeli melalui aplikasi.
"Adhis, yu masuk film nya udah mulai" Ajak Arjuna lalu merangkul pundak Adhista dan memasuki studio tiga untuk film Dilan.
Didalam studio ternyata sudah gelap, namun filmnya masih belum dimulai masih menayangkan film yang akan seegera tayang.
Mereka berdua mencari tempat duduk dengan menyalakan flash di handphone Adhista, karena sudah sangat gelap.
Akhirnya mereka berdua menemukan tempat duduknya, yang berada dibagian paling belakang. Karena yang tersedia hanya disana. Lalu mereka langsung mendudukinya.
Setelah hampir sepuluh menit duduk dibelakang, Adhista menggosokkan kedua tangannya karena memang AC nya sangat dingin.
"Kedinginan? pake jaket aku nih" Ucap Arjuna membuka jaketnya dan memberikannya kepada Adhista.
"Kak Juna ngga kedinginan emang?" Tanya Adhista mengambil jaket yang diberikan oleh Arjuna.
"Yang penting kamu dulu, aku aja minjem kamu ngga izin, masa mau dibikin sakit juga?" Ucap Arjuna jujur, karena dia memang belum izin ke orang tua Adhista.
"Santai aja si kak hehe, jaketnya aku pake ya" Ucap Adhista lalu memakai jaket Arjuna dan asal kalian tau, Arjuna itu bau badannya sangat wangi, bahkan minyak wanginya bisa bertahan sampai sore hari.
"Dhis, maaf ya kalo bau ketek. Soalnya kan tadi gerah banget di parkiran" Ucap Arjuna.
'PLIS YA ARJUNA SANATANA, BAU DARI MANA ANJIR. INI TUH WANGI BANGET PLIS YA, LU MALAH SEAKAN AKAN NYINDIR GUE' Batin Adhista misuh misuh.
"Ngga kok kak, biasa aja ngga bau" Ucap Adhista sedikit menahan emosinya.
"Oh ya udah" Jawab Arjuna lalu fokus ke layar didepan.
Saat film Dilan dimulai, mereka hanya fokus menatap layar bioskop. Keadaan bioskop hening, dan suasananya menjadi tambah dingin.
"Kak, ngga dingin?" Tanya Adhista karena ia saja masih kedinginan walau sudah memakai jaket Arjuna.
"Ngga lah, santai" Jawab Arjuna berbohong.
"Serius?"
"Iya serius sayangku" Jawab Arjuna lalu mengambil tangan Adhista untuk dipermainkan.
Adhista yang kaget langsung saja menjadi tegang, namun dia berhasil mengontrol kekagetannya tadi. Adhista jadi tak fokus pada filmnya karena dia sangat grogi dengan apa yang dilakukan oleh Arjuna kepadanya.
"Tangan kamu dingin banget Dhis. Emang segitu dinginnya ya?" Tanya Arjuna, karena tangan Adhista benar benar sangat dingin.
"Ng-ngga dingin banget, Biasa aja kok kak" Jawab Adhista kikuk.
"Yaudah pegang aja tangan aku, insyaallah bisa menghangatkan seluruh badan haha" Seru Arjuna dan mengelus kepala Adhista lalu memainkan tangan Adhista lagi.
Mereka menonton sambil menggenggam tangan satu sama lain, Adhista jadi terbiasa dan tangannya tak sedingin diawal. Adhista juga mulai terbiasa dengan perlakuan Arjuna yang tiba tiba saja menjadi romantis dan manja seperti ini.
Seperti saat ini, Arjuna tiba tiba menyenderkan kepalanya di pundak Adhista sambil mengelus-elus rambut Adhista. Tak tahu mengapa, Arjuna menjadi sangat manja setelah menonton film Dilan, mungkin dia iri kepada Dilan dan Milea.
"Kak?" Tanya Adhista yang sedikit bingung akan tingkah Arjuna saat ini.
"Kenapa?" Jawab Arjuna sambil menatap mata coklatnya Adhista.
"Ga jadi deh hehe" Ucap Adhista lalu kembali ke posisi semula.
"Oke" Jawab Arjuna kemudian kembali meletakkan kepalanya di pundak Adhista dan merangkul pundak Adhista seperti tadi.
Mereka terlihat seperti sepasang kekasih, yang ternyata tidak ada hubungan apa apa diantara keduanya. Tetapi, mereka terlihat sangat cocok, mungkin jika para jomblo melihatnya mereka akan iri kepada Adhista dan Arjuna.
Mereka berdua hanya fokus menonton filmnya hingga filmnya selesai.
"Dhis, mau langsung pulang apa main dulu?" Tanya Arjuna bersiap untuk berdiri karena filmnya sudah selesai.
"Aku ngikut aja deh" Ucap Adhista membereskan roknya yang sedikit lecek.
"Ya Allah cewek, yaudah main Timezone dulu ya?" Jawab Arjuna dan langsung menggandeng tangan Adhista menuju ke Timezone.
"Aye aye captain!" Seru Adhista lalu berjalan dengan manja disamping Arjuna dan Arjuna hanya mengembangkan senyumnya.
***
In Timezone
Setelah sampai ditimezone, Arjuna langsung menuju ke kasir untuk mengisi ulang kartu Timezone nya.
Setelah mengisi ulang kartu Timezone, Adhista langsung mengajak Arjuna untuk bermain basket.
"Oh mau nantangin ketua basket nih?" Ucap Arjuna sombong.
"Nantangin dong, yuk main" Adhista langsung menggesek kan kartunya agar gamenya cepat dimulai, begitu juga Arjuna.
"Yuk mulai!" Ajak Arjuna lalu buru buru mengambil bola satu persatu dan dimasukan ke ring basket yang ada.
Adhista juga melakukan hal yang sama, namun karena Adhista sedikit pendek makannya dia susah untuk memasukkan bolanya ke ring basket, dan akhirnya hanya beberapa bola saja yang masuk ke ring basket dan sisanya tidak masuk ke ring basket.
Score mereka berdua sangat jauh, Adhista hanya memasukkan bola ke ring sebanyak 15 kali. Dan Arjuna memasukkan bola ke ring sebanyak 112 kali.
"Halah, curang aja" Ucap Adhista yang tak terima.
"Curang dari mana si hmm?" Tanya Arjuna sambil merapikan tiket yang keluar dari mesin game yang ia mainka tadi.
"Ya pokoknya curang, aku ga suka ya kalau aku kalah!" Seru Adhista pura pura ngambek.
"Dih bisa gitu" Jawab Arjuna.
"Bisa lah!"
"Iyaudah iya, aku curang" Seru Arjuna sambil mengalah dan memberikan semua tiketnya kepada Adhista.
"NAH GITU DONG!!" Ucap Adhista senang sambil memeluk lengan Arjuna dengan riang gembira dan loncat loncat.
"Yeu, dhis mau foto disana ga?" Tanya Arjuna sambil menunjuk kearah Snapshot.
"Pake ditanya ih gemes, ya jelas mauuuu laaaaahhhh" Jawab Adhista dan langsung menarik tangan Arjuna menuju ke snapshot.
Didalam snapshot, mereka berdua sedang merapikan diri masing masing. Adhista yang merapikan rambut, dan menggunakan liptint serta menambah sedikit bedak diwajahnya.
"Kak, nanti cetak dua kali ya? Aku juga mau hehe" Ucap Adhista yang masih merapikan rambutnya.
"Oke, yaudah mau gaya gimana?" Tanya Arjuna merapikan rambutnya.
"Gayanya random aja kali kak hehe, terserah maunya gimana" Ucap Adhista.
"Oke deh, tapi kalo aku aib gapapa ya hahaha. Ga pernah foto beginian soalnya" Jelas Arjuna dan langsung bergaya kemudian Adhista yang memencet tombolnya.
Mereka berdua bergaya sebanyak empat kali, dan Arjuna gayanya hanya itu itu saja, tidak pernah ganti. Dan Adhista hanya mengganti gaya mulutnya saja.
"Udah ya begini? Efeknya item putih kan?" Tanya Adhista mengatur efek pada foto.
"Apa aja dah, yang penting dicetak" Jawab Arjuna yang hanya memperhatikan Adhista mengotak atik layar foto.
"Oke, kita cetak. Ditunggu ya gan" Ucap Adhista.
Seraya menunggu fotonya selesai dicetak, mereka berdua hanya diam.
Adhista menlihat lagi kebagian samping snapshot, melihat apakah fotonya sudah selesai dicetak atau belum.
"TARAAAA!!! FOTONYA SUDAH jadi gan, gilasi keren buangeeett kak seneng deh huhuhu" Ucap Adhista melihat lihat fotonya dengan girang lalu menggoyang-goyangkan lengan Arjuna.
'adhista bisa manja juga ternyata haha' Gumam Arjuna didalam hatinya.
"Iya iya lucu kok, mana sini fotonya mau aku pajang di dompet" Pinta Arjuna mengambil satu foto.
"Ya ga bisa lah kak, nanti kepanjangan" Ucap Adhista.
"Bisa lah sayang, kan digunting" Jawab Arjuna lalu mengacak-acak rambut Adhista gemas.
"Seneng banget berantakin rambut aku!" Ucap Adhista dengan diakhiri membuang nafas kasar.
"Gemesin sih, yu pulang" Ajak Arjuna lalu menggandeng tangan Adhista keluar dari Snapshot.