Bagian 39

2141 Words

Sudah sejak sejam yang lalu bahkan mungkin lebih dari itu, sosok Iris belum terlihat di mata Daren. Jam terus berjalan tanpa henti. Pria tersebut terus menatap jam yang melingkar di pergelangannya. Pernikahan di lakukan di gereja dengan kapasitas yang tidak terlalu banyak. Didominasi oleh keluarga, orang terdekat, dan teman-teman. Daren terlihat gagah seperti biasanya dengan jas berwarna navy serta jam mahal yang ia kenakan. “Mempelai wanita akan masuk.” Pemberitahuan itu langsung membuat seluruh mata tertuju pada pintu di sana, tak terkecuali Daren. Matanya terlihat fokus dan tak sabar menunggu pengantinnya datang. Pintu terbuka, cahaya dari luar nampak sedikit menyilaukan mata. Kemudian, muncul tiga pasang kaki yang berjalan di jalan lurus itu. Sudut bibir Daren terangkat begitu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD