Bagian 38

1760 Words

Gadis itu mengejar Daren yang begitu cepat masuk ke dalam rumah. Sepertinya Daren sedang dalam mode marah sekarang. “Om Daren! Aku bisa jelasin,” ujar Iris yang mengikuti langkah pria itu. Iris baru menyadari bila Daren sudah bisa berjalan bahkan jalannya nampak normal dan tidak kesakitan sama sekali. Apa ini? Daren yang sudah tak memikirkan sakitnya yang pura-pura pun hanya bisa diam dan tak menanggapi perkataan Iris lagi. “Aku memang janjian dengan Sherly, Om. Kalau Om Daren nggak percaya, Om bisa cek ponselku,” kata Iris sembari memberikan ponselnya pada pria yang sedang merajuk itu. Daren hanya diam. Dia duduk di sofa yang ada di dalam kamar sembari mengotak-atik ponselnya dengan cepat. Merasa diabaikan, Iris pun menjadi gemas sendiri. Dia membuka room chat miliknya dengan Sherl

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD