Gadis tersebut berlari kecil masuk ke kedai kafe kecil yang dibuat sebagai tempat janjian dengan Sherly. Setengah jam yang lalu Sherly menghubungi Iris dengan mengirimi pesan singkat jika dia ingin bertemu di kafe sekarang. Iris pun mengiyakan sembari membawa tugas kuliah yang akan ia titipkan pada temannya tersebut. Suara lonceng kecil terdengar, menandakan jika ada seseorang yang baru masuk. Iris sedikit mengibas-ngibas bagian sweaternya dengan tangan. Di luar sedang hujan. Meskipun tidak deras, tetapi itu mampu membuat beberapa bagian baju gadis ini basah. Iris mengedarkan pandangannya. Baru saja dia akan menghubungi Sherly lewat telepon, Iris dikejutkan dengan tepukan ringan di bahunya yang mana membuat gadis ini refleks menoleh. “Sam?” Pemuda ini menampilkan senyum lebarnya. “Ha

