Bagian 14

1601 Words

Apa yang dikatakan Daren kemarin adalah mutlak. Dan sepertinya Iris harus menerima itu. Daren sudah menata ruangannya sedemikian rupa. Betapa terkejutnya Iris ketika tahu Daren sudah memberinya meja lengkap dengan komputer serta kursi nyaman. Ketika masuk ke ruangan pria itu, Daren sedang tidak ada di ruangan. Akan tetapi, Iris segera menuju ke mejanya sendiri. Meja miliknya berdempetan dengan meja milik Daren. Bahkan kursi keduanya juga berada di garis yang sama. Oke, ini terlihat aneh. Bagaimana jika karyawan lain melihat hal menakjubkan dan aneh ini? Pasti Iris akan menjadi sosok paling diincar sebentar lagi. Pintu terbuka dan langsung menampilkan sosok pria gagah di sana. Daren tersenyum ketika tahu Iris sudah datang. Tak ketinggalan ia menutup pintunya. "Om, ini beneran aku akan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD