"Iris?" "Ka-k Arvie?" Iris keluar dari lift. Jauh di dalam pikirannya sebenarnya Daren sedang memikirkan alasan yang tepat untuk putra semata wayang Eden dan Milly ini. Sebenarnya setengah jam yang lalu Daren sudah mengirimkan pesan singkat kepada Iris untuk tidak datang ke kantornya di jam sekarang. Namun, sepertinya Iris tak mengecek pesannya itu. "Kenapa kamu ada di sini?" tanya Arvie yang tak jadi memasuki lift untuk turun. Terlihat kakak dari Iris itu memakai pakaian rapi dan ditemani oleh sekretarisnya. Iris tak tahu jika Arvie akan mengadakan pertemuan dengan Daren. Gadis ini melirik pria di sana yang masih dalam mode diamnya. Padahal Iris bingung harus beralasan apa sekarang. "Aku. Aku ke sini ...." "Sepertinya kamu harus jujur, Iris," celetuk Daren yang mana membuat kakak

