Iris baru saja selesai dari kamar Arvie di mana ia menemani kakaknya makan. Ini sudah tiga hari sejak kepergian Cinta. Dan pria itu masih saja belum bisa mengikhlaskan kepergian wanitanya. Ya, mungkin memang berat dan tak bisa cepat. Apalagi banyaknya kenangan dan perjuangan yang telah mereka lewati bersama membuat Arvie tak akan berhenti berpikir. “Sudah tiga hari, Iris. Sudahlah. Kamu tidak perlu menemani Arvie terus menerus hingga kamu mengabaikan kewajibanmu,” nasihat Milly. Wanita itu tengah menyiapkan makanan untuk sang putri. Iris duduk di kursi meja makan. Dia mulai menikmati makanannya yang Milly siapkan. “Aku sudah menghubungi Sherly, Ma. Dia yang akan memberitahu tentang tugas-tugas kampus. Dan setiap malam aku juga mengerjakan tugasku,” sahut gadis ini. Terlihat Milly yang

