Gudang pusat Aethera masih terasa sibuk. Suara mesin pengangkut barang, bunyi pemindai kode batang, hingga langkah kaki orang yang lalu‑lalang membawa berkas terdengar bersahutan. Di tengah keramaian itu, Alena tetap fokus menyelesaikan tugasnya. Ia sebenarnya sudah menyadari kehadiran Alex bersama para manajer dan petinggi perusahaan sejak tadi; beberapa staf bahkan tampak menahan gugup. Namun, Alena tidak terlalu mempedulikannya bukan karena angkuh, melainkan karena tumpukan pekerjaan masih menanti. Data yang harus dicocokkan belum selesai, stok barang yang diperiksa masih panjang, dan ia tak ingin melakukan satu pun kesalahan. “Rak F‑19 sudah sesuai,” gumamnya pelan sambil terus mengetik. “Rak G‑21 juga aman.” Seorang staf bernama Bima yang berdiri tak jauh dari situ memperhatikannya.

