Lovable

1924 Words

Seperti hari-hari sebelumnya Nayna tak pernah merasa tenang setiap paginya, semenjak tinggal jauh dari orang tuanya, dia benar-benar dituntut bangun lebih awal dan menyiapkan segala sesuatunya sendiri. Apalagi setelah Gibran memintanya untuk menggantikan Anya, kesibukannya di pagi hari semakin bertambah. Rambut basahnya terkena hangatnya pengering rambut. Dia berharap masih ada waktu untuk sarapan, sementara penampilannya saja belum siap. Memang Nayna tak perlu waktu lama untuk menyiapkan penampilannya, Fashion Nayna terlihat simpel tapi enak dilihat, dia pintar memadupadankan busana. Tiba-tiba ponsel kedua berdering dari dalam tas nya, dia tahu siapa yang meneleponnya, kerana nomor itu dikhususkan untuk Gibran. “Apa kak?” ucapnya tanpa menyapa si penelepon. [Saya udah di depan tempat

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD