Part 2

1254 Words
Sejak pagi aku sudah membersihkan rumah, semua pekerjaan rumah tangga dari mencuci piring, mencuci baju, menyapu, mengepel, menyapu halaman, menyiram tanaman, menyikat kamar mandi, menguras bak mandi pun sudah aku kerjakan. Kalau genteng rumah perlu di sikat mungkin udah aku sikat juga. Pokoknya minggu pagi ini aku lebih rajin di bandingkan minggu minggu sebelumnya, bahkan ibu sampai heran melihat aku yang mendadak rajin seharian ini. Kini setelah semuanya selesai aku kerjakan, waktunya untuk bermalas-malas ria, merebahkan diri di sofa sambil bermain ponsel sudah sangat menyenangkan bagiku. Semua akun sosial media kucek satu per satu melihat ada keributan apa di dunia maya hari ini. Mbak Sani : Liburan kemana jeng? Pop-up chat dari mbak Sani muncul ditengah-tengah pencarian bahan gosip untuk di kantor besok dimulai. Jalan-jalan dong. Pesan balasan terkirim dan langsung dibaca oleh mbak Sani. Mbak Sani : Kok enggak ngajak2 gue *emoji sedih* Aku tertawa membacanya, kalau saja mbak Sani tau aku hanya jalan-jalan dirumah untuk bersih-bersih pasti ia akan memakiku. Aku kembali menggulir layar ponsel mencari artikel-artikel yang sekiranya bisa menambah wawasanku untuk melancarkan aksi, tanpa berniat membalas pesan dari mbak Sani. "Rif, kamu enggak bikin ulah 'kan?" Tanya ibu yang datang dari dapur membawa pisang goreng hangat buatan sendiri pas sekali dengan cuaca mendung sore ini. Aku langsung duduk saat ibu mengambil posisi duduk di dekat kakiku. “Bikin ulah apa sih bu?” tanyaku bingung. "Habis tumben aja kamu bersih-bersih begini," ucap ibu sambil mengambil satu potong pisang goreng hangat. "Ah, masa, minggu lalu juga aku bersih-bersih kok," jawabku lalu meletakkan ponsel di atas meja tepat di samping piring pisang goreng. "Iya bersihin kolam ikan aja, enggak sampai seisi rumah kamu sapu dan pel," sahut ibu. "Pasti ada apa-apa ini," lanjut beliau dengan mata memincing penuh selidik. Aku bangkit dari sofa keinginan memakan pisang goreng hangat lenyap sudah, kalau tidak cepat-cepat kabur ibu bisa bertanya terus, berbahaya sekali untuk anak yang jarang bohong kayak aku, bisa ketahuan sedang menutupi masalah besar. “Kalau kamu bersih-bersih supaya lupa sama si Tio ibu sih senang-senang aja, tapi ibu enggak mau kamu terus-terusan mikirin lelaki kayak dia,” kata Ibu, membuatku yang sudah siap melangkah kembali duduk disampingnya. "Rifa enggak mikirin dia kok bu…,” sahutku sambil mengambil sepotong pisang goreng. "…sampai botak juga ogah," lanjutku. "Ya syukur kalau gitu, lelaki di luar sana masih banyak yang baik, ganteng, mapan, ibu percaya masih ada stok buat kamu, Rif,” kata ibu yang angguki dengan penuh semangat. Tenang aja bu, Tio boleh hancurin pernikahan impian Rifa, tapi Tio enggak akan bisa hancurin hidup Rifa. === Mbak Sani : Rifa, jangan lupa besok hari senin. Gelas berisi air dingin yang belum sempat diminum kuletakkan di meja makan, sambil mengetikkan pesan balasan aku menarik kursi lalu mendudukinya. Iya mbak, berkasnya udah gue siapin dari hari jumat, besok pagi gue taruh di meja lo ya Aku kembali ke ruang tengah membawa gelas minumanku, mengambil tempat di sebelah ibu yang sudah duduk disana lebih dulu dan menonton acara kesukaannya, seperti biasa remote televisi telah dikuasai. “Bu, besok bangunan Rifa pagi-pagi ya,” kataku meminta tolong ibu. “Iya, tapi kamu jangan kayak kebo tidurnya,” jawab ibu. Ibu sudah tahu kalau setiap hari senin aku selalu datang lebih awal dari hari-hari biasanya karena akan ada kunjungan dari direktur atau wakilnya. “Iya, Rifa ke kamar duluan ya, Bu,” kataku lalu beranjak meninggalkan ruang tengah. Mbak Sani : Gimana masalah utang lo? Udah nemu jalan keluarnya? Tepat saat aku membuka pintu kamar, ponselku menampilkan pesan dari mbak Sani. Udah dong Balasku sambil menjatuhkan diri ke atas ranjang. Mbak Sani : Gimana caranya? Cepat-cepat aku membalas pesan mbak Sani agar perempuan itu tidak menggangguku lagi karena ada hal yang lebih penting yang harus kukerjakan dibandingkan harus meladeni chat tidak penting ketua timku itu. Rahasia Mbak Sani dengan cepat membalasnya. Rese lo. Segala main rahasia, kasih tau gue buru. Aku terkekeh membacanya, biar saja ia penasaran, aku tidak akan memberi tahunya. Aku kembali bergoogling ria, mencari tahu beberapa hal yang kemungkinan bisa membantuku melancarkan aksiku esok hari. Tapi berkali-kali pesan mbak Sani mengganggu aktivitasku. Apa sih mbak, ganggu lo Terkirim sudah kekesalanku pada mbak Sani, semoga ia tahu diri dan berhenti mengirimiku pesan enggak penting. Beberapa menit berlalu, pesan dari mbak Sani tidak lagi menghantuiku sehingga kegiatanku bersama ponsel pintar tak terganggu. Satu demi satu artikel yang ditampilkan kubuka, membacanya kalimat demi kalimat yang terangkai. "Tips mengambil hati bos... satu bisa diandalkan... dua jaga nama baik atas-- ck, bukan ini yang gue cari," omelku ketika mendapatkan artikel yang tidak sesuai dengan yang aku inginkan. Aku kembali mengetikkan kalimat di kolom pencarian cara menaklukan hati lelaki. Layar handphone langsung menampilkan hasil pencarian tapi terhalang oleh pop up chat yang menutupi sebagian layar. Mbak Sani : Enggak asik lo, bisikin dikit bisa kali Mbak Sani mulai kesal. Gue lagi sibuk, kapan2 gue ceritain deh mbak Selesai mengirim pesan balasan aku kembali ke mesin pencarian. Deretan artikel sudah tersaji, aku mengklik artikel paling atas. 10 Cara Menaklukkan Hati Pria Yang Anda Sukai Hatiku kembali bersemangat ketika menemukkan artikel yang sepertinya tepat. Namun kegembiraanku sirna karena lagi-lagi pop up chat muncul. Mbak Sani: Kapan? Sekarang aja lah Rif. Gue enggak bisa tidur nih Aku tertawa membaca pesan baru dari mbak Sani. Sambil tertawa jemariku bergerak mengetikkan balasan. Selamat begadang cintaku *emoji kiss* Bayangan mbak Sani yang sedang berguling kesana kemari diatas tempat tidur karena penasaran langsung terlintas. Dia itu tipe perempuan yang kalau sudah ingin tahu akan di cari sampai menemukan jawabannya. Kalau lupa nama seseorang saja dia akan mengabsen semua abjad sampai ia menemukan nama orang tersebut. Aku kembali membuka browser membaca artikel, beberapa pop up masuk tidak aku hiraukan. Dengan khusyuk aku membaca kata demi kata, kalimat demi kalimat. 1.Senyuman Senyuman adalah salah satu sinyal bahwa anda cukup nyaman bersamanya dan bersedia mengobrol lebih lama dengannya. Berikan senyuman manis anda pada si dia agar dirinya pun merasakan kenyamanan dan betah mengobrol dengan anda. Buat dia kecanduan melihat senyum anda. Oke, senyum ke si dia, salah satu point penting. Jadi tinggal tebar senyum manis aja. Fix. Aku akan belajar senyum manis. Bukan senyum judes apalagi senyum sinis. "Baiklah, semangat Rifanka," ucapku dengan kedua tangan mengepal memberikan kobaran semangat pada diri sendiri. Aku langsung bangkit dari tempat tidur, menuju cermin yang terletak di sudut ruangan. Aku berdiri di depan pantulan diri, menggerakkan bibir ke kanan ke kiri, untuk menghasilkan senyuman manis, otot-otot di wajah harus di renggangkan biar relax, jadi senyum yang muncul enggak kaku kayak kanebo. Aku menarik ujung-ujung bibirku, mencari senyum yang paling manis diantara senyum manisku lainnya. Dari yang terlihat gigi, tarikkan kedua ujung bibir yang tidak terlalu lebar, senyum tiga jari, senyum dengan sedikit menarik dagu ke bagian bawah. Segala model senyum aku lakukan di depan cermin hingga mendapatkan senyuman paling mematikan. Rahang sudah pegal rasanya, tapi akhirnya usaha tidak membohongi hasil, satu senyuman manis yang menurutku paling pas tercipta. Bahkan aku belum pernah memberikan senyuman ini pada siapa pun termasuk Tio cinta pertama dan terlaknatku itu. Kalau seperti ini senyumku, aku yakin rencana menaklukkan hati dia bakal berhasil. Pasti! Mbak sani : Pelit banget lo enggak mau ngasih tau. Aku hanya tersenyum puas membuat mbak Sani kesal dan penasaran, biar saja ia menungguku membalas pesannya sampai besok pagi, aku tidak akan memberitahunya. Aku menjatuhkan diri ke atas tempat tidur, menarik selimut hingga sebatas dagu. Mataku masih menatap langit-langit kamar, senyum tipis tercipta saat aku membayangkan hari esok. Enggak sia-sia aku mencari tahu di internet, langkah awal akan berjalan besok demi segepok uang pelunas utang!
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD