PENGAKUAN

1060 Words
Sebuah mobil memasuki pelataran rumah mewah tersebut, terlihat halaman yang begitu luas dan beberapa tanaman yang tersusun rapi di sebelah kiri rumah tersebut. Rumah itu terlihat sangat asri. Membuat Hana sedikit tertegun melihatnya. "Ayo masuk Han."ajak Sam. Hana pun keluar dari mobil dan berjalan mengikuti Sam.Sam mencoba mengandeng tangan Hana tapi selalu di tolak Hana. Hana masih trauma bila bersentuhan dengan Sam. Mereka pun memasuki rumah tersebut. "Duduk dulu Han. Biar aku panggilkan orang tuaku." "Sam, kamu yakin kita harus melakukan itu. Bagaimana kalau orang tua kamu menolak kehadiranku?"ucap Hana ketakutan. "Apapun yang terjadi aku akan tetap menikahi mu Han, itu janjiku."jawab Sam meyakinkan Hana. "Tunggu disini ya."lanjutnya. Samuel pun masuk ke dalam rumah itu dan memanggil mamanya. "Ma,mama dimana?"tanya Sam "Kamu sudah pulang Sam?" tanya mama Sam. "Iya ma. Ma ada yang mau aku bicarakan sama mama dan papa. Papa sudah pulang kan?"tanya Sam. "Sudah. Tunggu ya mama panggilkan papamu dulu. Tapi memangnya ada apa sih Sam? Sepertinya serius sekali?"tanya mamanya "Nanti saja tunggu papa sekalian ma. Aku tunggu di ruang tamu ya ma."pamit Sam pada mamanya. Kedua orang tua Sam pun datang ke ruang tamu. Mereka kaget melihat seorang wanita duduk di kursi ruang tamu sambil menundukkan wajahnya. Mereka duduk berhadapan dengan Sam dan Hana. Hana benar-benar takut orang tua Sam tidak bisa menerima kehadirannya dan anak yang di kandungnya. Hana hanya bisa menundukkan wajahnya. Jantungnya berdebar dengan kencang. Hana tidak bisa membayangkan bagaimana kecewanya mereka saat tau anak yang mereka sayangi justru menghamili seorang wanita sebelum mereka menikah. "Siapa ini Sam? Pacar kamu?"tanya mamanya Sam. "Ma, Pa, kenalin ini Hana. Dia calon istri aku."jawab Sam dengan penuh keyakinan. "Maksud kamu calon istri apa Sam?"terdengar suara papanya Sam bertanya. "Aku sudah menghamili Hana pa, ma."ucap Sam sambil menatap kedua orang tuanya. Sam tau mungkin yang dia katakan ini akan melukai perasaan mereka. Tapi Sam sudah memutuskannya dan itu yang aka dia jalani saat ini. "APA? Papa gak salah dengarkan? Kamu menghamili dia" ucap papa Sam yang kaget mendengar penuturan anaknya itu. Mendengar suara berat papa Sam reflek membuat Hana melihat ke asal suara. Hana melihat keterkejutan di mata kedua orang tua Sam. "Maaf kan Samuel pa ma."ucap Sam sembari menundukkan wajahnya. Sam tidak berani melihat kekecewaan di mata orang tuanya. "Enggak mungkin. Ini gak mungkin. Kamu pasti bohong kan Sam. Bilang sama mama kamu bohong kan sam."ucap mama Sam sembari menggoyang-goyangkan tubuh Sam. "Maafkan Sam ma. Sam khilaf."ucap Sam sambil berlutut di hadapan kedua orang tuanya. Sam pun menangis. Hana yang melihat itu tak kuasa menahan air matanya. Hana sadar bukan hanya dirinya yang hancur tapi Sam pun sama hancurnya dengan dia. PLAKK,, Terdengar bunyi tamparan yang sangat keras di pipi Sam. Tubuh Sam yang terkena tamparan oleh papanya pun sedikit oleng. Hana yang melihat itu segera ikut berlutut dan menahan tubuh Sam. Terlihat darah segar keluar dari sudut bibirnya. "Kamu gak apa-apa Sam?"tanya Hana cemas. "Aku gak apa-apa kok. Kamu tenang saja."ucap Sam meyakinkan Hana. "Papa, apa yang sudah papa lakukan?"ucap mamanya Sam sambil menahan tangan suaminya agar tidak memukul Sam lagi. "Selama ini papa memang membebaskan kamu Sam. Tapi papa gak pernah mengajari kamu untuk melakukan itu sebelum kamu menikah."ucap papa Sam dengan emosinya. Dia tidak menyangka anak yang mereka bangga-banggakan bisa menghamili seorang wanita. "Sam bilang sama mama ini gak benar kan?"tanya mama Sam "Iya ma. Semua benar ma. Sam sudah memperkosa Hana. Dan sekarang Hana sedang mengandung anak Sam. Maafkan Sam ma."ucap Sam. Wanita paruh baya itu terlihat sangat terpukul dengan pengakuan Sam. Hatinya sakit mendengar penuturan anaknya. Anak yang dia besarkan dengan sepenuh hati justru sudah memperkosa gadis lagi bahkan sekarang gadis itu sedang hamil karna perbuatan anaknya. Mama Sam yang tidak bisa menahan diri itu pun pingsan. "Mama,,"ucap Sam yang kaget melihat mamanya pingsan. Papanya Sam yang melihat istrinya pingsan segera mengangkatnya dan membawanya masuk ke dalam rumah. Sam yang melihatnya pun mengikuti papanya dari belakang. Hana yang melihat itu hanya bisa menangis. Dia bisa merasakan hancurnya perasaan mamanya Sam. Hana pun memilih pergi dari rumah itu. Dia tidak ingin kehadirannya saat ini justru memperkeruh suasana di rumah itu. Sam aku pergi dulu ya. Sepertinya orang tuamu belum bisa menerimaku saat ini. Temani mamamu dulu. Aku akan kembali ke kostan ku kok. Aku mau menenangkan diri dulu. Pesan terkirim. Hana mengirim pesan pada Sam. Sam yang menerima pesan Hana segera menelponnya. "Kamu diman Han?"tanya Sam. "---" "Tunggu aku, aku segera kesana." "___" "Baiklah, aku akan menjelaskannya pada mereka. Aku akan mengurus semuanya." Sam pun mematikan sambungan telponnya dan kembali masuk ke kamar mamanya. "Sam sekarang ceritakan semua pada papa. Apa yang sebenarnya terjadi" tanya papa Sam yang sudah emosinya sudah sedikit mereda. "Sebenarnya..."Sam pun menceritakan semua yang terjadi dari mulai dengan acara reuni SMA, tidak sengaja meminum minuman yang diberi obat perang**ng sampai pada kehamilan Hana saat ini. "Jadi begitu ceritanya pa. Maafin Samuel pak."ucap Sam penuh penyesalan. Papa Sam yang mendengar itu hanya bisa terdiam. Dia tidak tau harus berbuat apa pada anaknya. "Sam.."ucap mama Sam yang baru bangun dari pingsannya. "Mama,, mama gak apa-apa?"tanya Sam pada wanita yang melahirkannya itu. Sam pun mencoba membantu mamanya bangun dan menyandarkan bantal pada punggungnya. "Mama sangat kecewa sama kamu Sam. Mama gak pernah mengajarimu seperti itu. Mama sama papa memang ingin kamu segera menikah tapi tidak dengan jalan seperti ini."ucap mama Sam sambil menangis "Maafkan Samuel ma. Maafkan Sam ma."ucap Sam sambil berlutut pada mamanya. Dia tau kedua orang tuanya sangat kecewa padanya. Melihat Sam yang menangis membuat wanita paruh baya itu tidak kuasa untuk tidak memeluk anak semata wayangnya itu. Dia tau Sam tidak mungkin melakukan itu dengan sengaja. Meskipun dia sering gonta ganti pacar tapi Sam sangat menghargai seorang wanita. "Segera kamu urus pernikahanmu Sam. Jangan biarkan gadis itu lebih menderita lagi. Sudah cukup kamu menyakiti dia."ucap papa Sam. Nasi sudah menjadi bubur, biar bagaimanapun mereka harus mau menerima keadaan ini. Sam harus bertanggung jawab atas perbuatannya. "Iya Sam. Nikahi gadis itu. Mama tidak bisa membiarkan gadis itu menanggung ini sendiri."ucap mama Sam "Makasih papa dan mama sudah mengijinkan aku untuk bertanggung jawab pada Hana." ucap Sam. "Aku akan segera mengurus semuanya pa."lanjutnya penuh keyakinan. Sam bersyukur orang tuanya mau menerima keputusannya untuk menikahi Hana. Sekarang hanya tinggal meminta restu pada keluarga Hana. Semoga saja keluarga Hana mau menerima pernikahan ini. Sam segera pergi dari rumahnya menuju kostan Hana. Dia ingin segera memberitahu Hana kalau orang tuanya sudah mengizinkannya menikahi Hana.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD