Hari yang ditunggu-tunggu akhirnya datang juga. Hari pernikahan Sam dan Hana. Acara hari ini hanya di hadiri oleh kerabat dekat dari kedua mempelai. Ada beberapa tetangga Hana juga hadir sekedar memberikan ucapan selamat kepada Hana.
Hana yang sedang berias di kamar dikejutkan dengan kedatangan Vina, sahabatnya itu.
"Cantik banget kamu Han."
"Makasih ya Vin. Kamu juga cantik hari ini"
Hana tidak menyangka kalau beberapa menit lagi dia akan menjadi nyonya Samuel Hadi Winata. Jantung Hana berdetak kencang tidak bisa membayangkan kehidupannya setelah menikah nanti.
"Aku gak nyangka kamu nikah duluan dari aku Han. Jadi sedih aku."ucap Vina dengan memasang wajah sedih.
"Jangan sedih dong. Aku juga gak nyangka di usiaku yang baru 20tahun harus menikah dan jadi istri. Gak pernah terbayangkan tau."
"Emang kita gak pernah tau apa yang akan terjadi ke depan ya. Aku doakan semoga pernikahan mu sakinah, mawadah, warohmah. Amin." ucap Vina. "Dan semoga ponakanku sehat selalu sampai lahiran. Gak kurang satu apa pun"bisiknya.
"Aminnn.. Makasih ya Vin." Mereka pun berpelukan.
Tok tok tok...
Terdengar suara orang mengetok pintu kamar Hana. Seorang wanita paruh baya masuk ke dalam sana.
"Tante, "ucap Hana yang mengenali wanita itu adalah mamanya Sam.
"Kok masih panggil tante. Panggil mama jangan panggil tante lagi ya."ucap mama Sam. Meskipun kecewa dengan kelakukan anaknya tapi setelah mendengar cerita lengkap dari Sam dia merasa kasihan pada Hana. Dia salut pada Hana yang begitu tegar menjalani semua cobaan hidupnya. Mama Sam mulai bisa menerima kehadiran Hana sebagai menantunya terlebih sekarang ada calon cucunya didalam perut Hana.
"I..iya ma."jawab Hana canggung.
"Sebelumnya mama mau minta maaf sama kamu. Maafkan mama yang mungkin mama sudah salah dalam mendidik Sam. Maafkan perbuatan Sam yang sudah membuat kamu seperti ini."
"Iya ma. Hana sudah memaafkan Sam. Karna bagaimanapun apa yang Hana alami tidak bisa kembali seperti sebelumnya. Doakan Hana dan Sam supaya bisa jadi orang yang lebih baik lagi ya ma."
"Iya pasti. Mama akan selalu doakan yang terbaik untuk kalian berdua."
"Terima kasih juga mama mau nerima Hana."
Mama Sam pun memeluk wanita yang sebentar lagi akan menjadi menantunya itu.
"Iya nak. Anggap saja mama seperti mama kamu." ucap mama Sam sambil membelai punggung Hana.
Vina yang melihatnya ikut terharu. "Sudah jangan sedih-sedih lagi. Ini hari baik harusnya kita semua tersenyum bukan bersedih."
"Iya.." ucap Hana sambil tersenyum.
"Ya sudah kita keluar. Sepertinya acaranya mau di mulai."
Mereka pun keluar dari kamar Hana menuju ruang tamu yang sudah di sulap menjadi ruang akad nikah.
Sam yang sebelumnya menunduk, langsung menengadahkan wajahnya saat mendengar langkah kaki menuju ke arahnya. Sam tertegun melihat kecantikan Hana sampai dia tidak mengedipkan mata sedikitpun.
'Gila Hana cantik banget.'batin Sam.
Hana duduk bersebelahan dengan Sam yang membuat jantung Sam berdegup dengan kencang.
Bukan cuma Sam yang kaget dengan kecantikan Hana, begitupun dengan Beni. Dulu saat SMA sebenarnya Beni sempat menyukai Hana tapi dia urungnya perasaannya itu saat mengetahui Hana pacaran dengan Sam. Saat Sam dan Hana putus, Beni sempat marah pada Sam karna mengetahui Hana hanya di jadikan bahan taruhan oleh Sam. Dan saat Beni hendak mendekati Hana lagi Hana justru menjauh dan menjadi lebih tertutup lagi terutama untuk laki-laki.
'Kamu beruntung Sam dapetin Hana. Kayaknya aku bener-bener harus move on.'batin Beni
"Hana cantik ya? Beruntung Sam dapetin Hana yang bukan cuma cantik tapi juga baik."puji Vina yang berbicara di samping Beni.
"Iya. Sam beruntung banget. Kapan aku bisa beruntung kayak Sam?"
"Makanya move on biar bisa dapat yang cantik dan baik kayak Hana." Sebenarnya Vina sudah tahu dari dulu kalau Beni memiliki rasa pada Hana. Hanya saja dia tidak berani berbicara pada Hana. Dia pikir biar Hana tahu sendiri kalau Beni menyukainya tapi justru sekarang Hana harus terlibat lagi dengan mantan pacarnya.
"Hmmm... iya kayaknya harus move on aku. Makanya kenali dong temen-temen kamu yang mungkin jomblo Vin."
"Cari sendiri males aku nyariin orang jodoh. Soalnya jodoh aku aja belum ada yang cocok."
"Kamu sih pilih-pilih. Makanya sampai sekarang belum nemu."
"Enak aja. Memilih yang terbaik itu perlu dong dari pada asal milih tapi ujung-ujungnya nyakitin hati kan sama aja "
"Ya udah terserah kamu aja."
"Hustt.. diam acaranya mau mulai tuh." tegur salah satu tamu di sana.
"Oh iya maaf." Vina dan Beni pun menghentikan perdebatan mereka dan memilih fokus pada acara yang sakral ini.
"Semua sudah siap?" tanya pak penghulu.
"Iya pak." ucap Sam
"Bagaimana? Dokumen sudah lengkap?" tanya pak penghulu ke pada saksi.
"Lengkap pak. Monggo dilanjutkan."
Sam pun mulau menjabat tangan papa Hana.
"Saya nikahkan dan saya kawinkan engkau saudara Samuel Hadi Wijaya bin Hadi Wijaya dengan anak saya yang bernama Hana Putri Hermawan dengan mas kawinnya berupa seperangkat alat sholat dan uang senilai lima ratus ribu rupiah, dibayar tunai."ucap papa Hana.
"Saya terima nikah dan kawinnya ananda Hana putri Hermawan dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan uang senilai lima ratus ribu rupiah di bayar tunai."ucap Sam dengan lantang.
"Bagaimana para saksi?" tanya pak penghulu.
"SAH" jawab serempak orang-orang yang datang.
"Alhamdulillah. Sekarang kita berdoa untuk rumah tangga mereka."
Pak penghulu pun mulai membacakan doa agar rumah tangga mereka sakinah, mawadah, warohmah.
Selesai berdoa Hana dan Sam pun menandatangani buku nikah mereka. Setelahnya Hana mencium telapak tangan Sam sedangkan Sam mencium kening Hana.
Para tamu yang datang terharu melihat kesakralan acara ini.
Setelah acara ijab selesai Hana dan Sam mulai menyalami para tamu yang datang.
Jam sudah menunjukkan pukul 20:00 win. Para tamu dan beberapa orang yang mendekor rumah Hana mulai pulang. Vina dan Beni juga sudah pulang sore tadi. Sekarang tinggal Hana, Sam, Keluarga Sam dan papa Hana yang masih ada di rumah itu.
"Papa pulang dulu ya nak."pamit papa Hana.
"Papa hati-hati ya di jalan."
"Iya. papa pamit dulu ya Sam. Jagain anak papa ini ya Sam."
"Iya pa. Pasti saya jaga."
Papa Hana pun berpamitan juga dengan orang tua Sam. Setelah kepergian papa Hana, orang tua Sam pun masuk ke kamar tamu yang sudah di siapkan oleh Hana. Rencananya mereka akan menginap malam itu dan baru pulang ke rumah besok pagi. Sedangkan Hana dan Sam berencana menginap di rumah itu selama seminggu lalu Sam akan memboyong Hana untuk tinggal di apartemennya.