PERTEMUAN

1740 Words
Setelah mendapatkan alamat baru papanya. Hana pun pamit untuk pergi ke makam Almarhumah mamanya seperti niatnya yang tempo hari dia sampaikan ke Sam. "Makasih ya om." "Iya sama-sama" "Kalau gitu Hana ke makam mama dulu ya om." pamit Hana pada omnya itu "Iya sudah hati-hati ya Hana. Acaranya di mana?" "Di rumah Hana kok om."jawab Sam "Ya sudah nanti biar om sama tante bantu bersihkan rumah kamu ya Han."jawab tante Hana "Besok Hana juga pulang ke rumah kok tante." Bersyukurnya om dan tante Hana tidak menghakimi kehamilan Hana. Mereka tau apa yang sudah terjadi pada Hana adalah kesalahan dimana dia hamil dulu sebelum menikah. Tapi mereka sadar apa yabg sudah terjadi tidak bisa terulang kembali. Yang terpenting bagi mereka baik Hana maupun Sam mau bertanggung jawab atas kesalahan mereka. Semoga pernikahan ini bisa membawa mereka menjadi pribadi yang lebih baik lagi. "Nanti apa saja yang di butuhkan kamu bilang saja sama om ya Sam. Nanti om bantu juga." "Terima kasih ya om. Rencananya setelah menemui papa Hana saya akan segera mengurus dokumen dari KUA om."jawab Sam "Kami pamit pergi dulu ya om."lanjutnya. "Hati-hati ya nak Sam." "Assalamualaikum.." "Waalaikumsalam." Mereka pun pergi ke makam Almarhumah mama Hana yang tidak jauh dari rumah hana dan rumah omnya. Untungnya selama ini oma dan tantenya rutin membantu Hana membersihkan rumah Hana. Biasanya Hana akan pulang ke rumah setiap hari sabtu dan balik lagi ke kostan hari senin. Mereka sudah sampai di area pemakaman umum. Terlihat tulisan "TPU J**I BE**NG" di depan makam itu. Sam dan Hana pun masuk kedalamnya. Makam mama Hana terletak di bagian tengah jadi merek masih harus masuk dan melewati beberapa makam disitu. Hana pun sampai di depan pusara almarhumah mamanya. Hana pun mulai membersihkan batu nisan yang sedikit kotor oleh debu. Tertulis nama "Risma Putri Ayu" di batu nisan itu. Setelah Hana membersihkan batu nisannya Hana mulai mencabuti rumput-rumput liar yabg ada di makam itu tidak lupa Hana menaburkan bunga dan menguyur makam itu dengan air. Hana dan Sam pun mulai mendoakan mama Hana. "Ma, maafin Hana baru bisa datang lagi sekarang."ucap Hana dengan mata yang mulai berkaca-kaca. "Maafkan Hana kalau selama ini Hana sudah salah sama mama. Hana mohon ampun ma karna tidak bisa menjaga amanah mama untuk selalu menjaga diri Hana." Air mata hana mulai tidak bisa terbendung lagi. "Ini bukan salah Hana tante. Ini semua salah saya. Maaf kan saya tante. Saya harap tante mau mengijinkan saya menebus kesalahan saya. Ijinkan saya untuk bisa jadi suami dan ayah yang baik untuk Hana dan calon anak kita tante."ucap Sam sambil merengkuh pundak Hana mencoba menguatkan Hana. Setelah selesai berdoa dan meminta maaf pada pusara mamanya Hana dan Sam pun pergi ke rumah papanya. Semenjak papanya pergi dari rumah terakhir Hana bertemu saat mamanya meninggal. Dengan tanpa malunya papanya datang dan meminta Hana untuk tinggal dengannya tapi Hana lebih memilih tinggal di rumahnya sendiri dari pada dia harus tinggal dengan wanita yang sudah merebut papanya dari mamanya. Rumah papa Hana teryata masih masuk ke dalam gang meskipun tidak jauh dari pintu gang. Rumahnya tidak terlalu besar maupun terlalu kecil hanya saja tidak memungkinkan untuk di mobil masuk kesana. Hana masuk ke rumah berpagar itu. "Assalamualaikum,,," "Waalaikumsalam..."jawab suara dari dalam rumah itu. Keluarlah seorang wanita paruh baya yang terlihat hampir seumuran dengan almarhumah mamanya. "Hana,, kamu Hana kan?"tanya wanita yang Hana tau bernama Rita itu. "Iya saya Hana. Papa mana?"tanya Hana to the point. Sebenarnya dia malas harus bertemu wanita yang sudah merusak kebahagiaan keluarga nya itu. "Ya ampun, kamu sudah besar ya. Masuk dulu Han." wanita itu mempersilakan Hana dan Sam masuk. "Papa kamu masih kerja tapi sepertinya sebentar lagi papa kamu pulang. Oh iya kamu mau minum apa?" "Apa saja tante."jawab Sam "Oh tunggu ya tante ambilkan minum dulu."ucap tante Rita sembari masuk ke dalam rumah dan membuatkan tamunya minuman. Tidak lama kemudian terdengar suara sepeda motor yang masuk kedalam teras rumah itu berbarengan dengan tante Rita yang keluar sambil membawa dua minuman. "Itu sepertinya papamu datang." "Assalamualaikum,,"ucap seorang laki-laki paruh baya yang masuk dengan menggunakan jaket dan tas yang tersampir di pundaknya. Hana memperhatikan keadaan papanya. Sedikit berbeda dengan papanya yang duku Hana kenal. Sekarang badan papanya sedikit lebih kurus dari dulu. Mungkin karna himpitan ekonomi yang membuat penampilan papanya sedikit berbeda karna yang Hana dengar tidak lama setelah perceraiannya papanya terkena PHK dari kantornya. "Hana,, itu kamu nak?"tanya papa Hana. "Iya ini Hana pa,"ucap Hana seraya mencium telapak tangan laki-laki yang dulu amat dia sayangi. Jujur Hana sangat merindukan papanya. Ingin rasanya Hana memeluk laki-laki yang dulu membesarkannya itu. Papa Hana yang melihat anak yang selalu dirindukannya itu langsung memeluk Hana. Papanya menangis melihat Hana karna hampir tiga tahun papanya tidak mengunjungi Hana. Selama ini papanya hanya menanyakan kabar Hana dari omnya Hana. Papanya masih belum berani menemui Hana setelah meninggalkan Hana dan mamanya dulu. "Papa kangen sama kamu nak. Kangen banget. Kabar kamu baik kan? Kamu tidak apa-apa kan?" "Hana baik-baik saja pa." ucap Hana sambil melepas pelukan papanya itu. "Sebaiknya mas sama Hana duduk dulu ya."ucap tante Rita. Mereka pun duduk berhadapan. "Pa kenalkan ini Samuel." Hana pun mengenalkan Sam ke papanya. Sam langsung menjabat tangan papa Hana dan istrinya. "Saya Samuel om atau om bisa memanggil saya Sam."ucap Sam. "Sebelumnya saya minta maaf dulu sama om karna mungkin kedatangan saya dan Haba kemari harus menyampaikan kabar yang kurang mengenakan." "Kurang mengenakan? Kenapa? Kamu gak apa-apa kan Han?"tanya papa Hana sedikit panik. Dia takut sakit yang dialami mamanya Hana menurun pada Hana. "Sebenarnya saat ini Hana sedang hamil om, tante."jawab Sam dengan sedikit ketakutan. "Aaa... apa? Hamil?"ucap papa Hana. Terlihat keterkejutan dari wajah papa Hana dan istrinya. "Iya om. Maafkan saya om." "Kamu menghamili anak saya?"ucap papa Hana marah dan mengambil kerah baju Sam hendak memukul sam. Hana yang melihat itu langsung menahan tangan papanya. "Jangan pukul Sam pa." "Kurang ajar kamu ya. Tega-teganya kamu menghamili anak saya." Tante Rita yang melihat suaminya emosi itu langsung menarik badan suaminya. "Tenang mas. Gak usah emosi kita dengarkan dulu penjelasan mereka."ucap tante Rita mencoba menenangkan suaminya. Mereka pun kembali duduk. "Sekarang jelaskan semuanya Hana. Apa yang sebenarnya terjadi?" tanya tante Rita. "Ini semua salah saya om tante. Saya yang sudah memperk**a Hana."ucap Sam. Dia sudah tidak perduli lagi kalau papanya Hana memukulnya karna dia sadar dia yang bersalah. "b******k kamu.."ucap papa Hana yang langsung menonjok wajah Sam. Hana yang melihatnya langsung menahan tubuh Sam. "Cukup pa. Aku dan Sam memang salah tapi aku dan Sam mencoba bertanggung jawab dengan apa yang sudah kita lakukan." "Tanggung jawab? Tanggung jawab yang seperti apa?" "Saya akan menikahi Hana om. Ijinkan saya menjadi suami dan ayah untuk Hana dan anak kita om."ungkap Sam. Papa Hana yang mendengar kabar anak yang disayanginya itu sedih. Dia sangat kecewa dengan apa yang sudah Hana lakukan. "Hana datang kesini hanya ingin minta papa mau jadi wali untuk pernikahan Hana." "Hana, papa tidak menyangka pergaulan kamu seperti ini. Papa sangat kecewa sama kamu. Kami sudah memalukan keluarga kita." "Keluarga apa? Papa lupa apa yang sudah papa lakukan dulu. Papa juga sudah menghamili wanita itu saat papa masih terikat pernikahan sama mama."ucap Hana sedikit emosi. Hana selalu emosi bilang harus mengingat perlakuan papanya dulu. "Papa sendiri yang sudah mempermalukan keluarga kita. Harusnya sebelum papa menikah dengan mama papa jujur sama mama tapi apa papa lebih memilih menikahi wanita ini diam-diam di belakang mama. Aku kecewa sama papa."ungkap Hana. Akhirnya Hana ungkapkan semua yang sudah dia rasakan lama. Papa Hana yang mendengar itu hanya bisa terdiam. Dia sadar mungkin ini karma untuknya. Anak gadisnya harus hamil diluar nikah. Allah sedang menghukumnya. "Maafkan papa Hana. Maaf kan papa." "Semua sudah terlambat pa. Luka itu akan terus ada. Hana datang kesini bukan untuk sebuah penghakiman. Hana datang kesini hanya untuk meminta ayah menjalankan tugas ayah menjadi wali untuk pernikahanku. Aku harap papa mau datang dan memberi restu pada kami." "Maafkan tante ya Hana. Ini semua salah tante." "Om tante,, sekali lagi saya mohon maaf. Tapi saya janji saya akan membahagiakan Hana. Mohon doa restunya om tante."ucap Sam. "Kapan acaranya?" "Insyaallah seminggu lagi om. Acaranya di rumah Hana." "Ya sudah, saya pegang janji kamu. Saya pasti akan datang dan menjalankan kewajiban saya. Tolong jaga dan lindungi anak saya. Jangan buat dia menangis lagi. Sudah cukup penderitaan yang sudah saya berikan untuknya. Hana pantas bahagia." "Saya janji om." Hana menghapus air matanya yang keluar. Setelah sekian lama menahan diri akhirnya Hana bisa mengungkapkan kekecewaannya pada papanya. Meskipun Hana sadar dia juga sudah mengecewakan papanya. "Makasih pa. Sudah mau memberi restu untuk pernikahan Hana." "Papa harap rumah tanggamu kelak akan bahagia ya nak."ucap papa Hana sembari mengelus rambut anaknya dengan sayang. Dia tidak menyangka anak yang dia sayangin akan datang ke rumahnya dengan membawa berita yang mengejutkan. Tiba-tiba muncul seorang gadis yang masuk ke rumah itu. "Assalamualaikum,,,"ucap gadis muda itu "Waalaikumsalam,,"ucap mereka serempak "Sudah pulang Astrid." "Iya ma, pa," ucap gadis yabg bernama Astrid itu sembari mencium telapak tangan papa dan tante Rita. "Oh iya Astrid. Ini Hana anaknya papa dan calon suaminya." "Hai Hana. Loh pak Sam."ucap Astrid yang terkejut dengan laki-laki di sebelah Hana. "Kamu kenal dia Astrid?"tanya tante Rita. "Kebetulan pak Sam ini bos di cafe tempat aku kerja ma." "Oh iya. Benar itu nak Sam." "Ooo Benar kah, Maaf tante soalnya saya kurang hafal dengan pekerja yang baru-baru. Biasanya teman saya yabg sering berhubungan dengan pekerja baru.Kamu kerja di bagian apa?" "Saya kerja di bagian kasir pak." "Oh iya. Salah kenal ya."ucap Sam sambil mengulurkan tangannya kepada Astrid Astrid pun menjabat tangan Sam dan Hana. Baru pertama kali ini Hana bertemu langsung dengan Astrid. Selama ini yang Hana tau papanya punya anak dari tante Rita yang seumuran dengan dia karna dulu mama dan tante Rita hamil di waktu yang hampir bersamaan. Tante Rita merupakan mantan kekasih papanya dulu sebelum menikah dengan mamanya. Saat papa dan mamanya menikah ternyata saat itu papa baru tau kalau tante Rita sedang hamil dan akhirnya mereka menikah diam-diam di belakang mama. "Hai Hana. Akhirnya kita bisa bertemu ya."ucap Astrid. Hana hanya tersenyum tipis melihat Astrid. "Ya sudah kalau begitu kita pulang dulu ya pa."pamit Hana pada papanya. "Kok buru-buru Hana? Bagaimana kalau kita makan malam bersama?" tawar tante Rita. "Gak usah tante. Terima kasih. Kami pamit dulu." "Ya sudah kalian hati-hati di jalan ya." "Pamit dulu pa." ucap Hana sambil mencium telapak tangan papanya begitu juga Sam. "Pamit dulu ya tante."ucap Sam pada tante Rita sembari mencium telapak tangan tante Rita. Sedangkan Hana, dia langsung pergi keluar rumah tanpa berpamitan dengan tante Rita.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD