BRADY POV
Aku sangat senang ketika mendapat kabar dari Vero jika ia berhasil menaklukan b******n itu
" Tugasku sudah selesai jadi aku ingin medapat bayaran yang setimpal"
" Tugasmu belum selesai, kau harus membuat b******n itu meninggalkan tunangannya. Jika kau berhasil, maka aku akan membayarmu seratus juta"
" Benarkah? kau tidak bercanda bukan?"
" Apa aku terlihat bercanda?"
" Baiklah, aku sanggup untuk mengerjakan tugas darimu"
" Sebaiknya kau segera melaksanakan aksimu karena aku tidak sabar ingin segera memiliki Vilma"
" Kau tenang saja, tidak lama lagi Vincent akan meninggalkan tunangannya"
Rasanya aku sangat cocok bekerja sama dengan Vero dan sepertinya rencanaku akan berhasil
***
ISABELLA POV
Hari ini aku sengaja pergi ke salon karena aku berniat ingin bertemu dengan Brady. Rasanya aku ingin kembali bersamanya seperti dulu. Saat aku tiba di rumah orang tuanya, aku sangat terkejut ketika melihat Brady bertelanjang d**a dan dia sedang membersihkan mobilnya.
Aku jadi teringat kenangan indah saat aku bersamanya dan rasanya aku ingin merasakan kehangatan tubuhnya saat bersatu dengan tubuhku.
"Bella, sejak kapan kau disini?"
Aku merasa sangat malu ketika Brady menangkap basah diriku saat aku memandang tubuhnya yang berkeringat
" Eeh, baru saja aku sampai"
" Oh, begitu. sebaiknya kau masuk ke dalam saja. Mama dan papa ada di dalam"
" Baiklah kalau begitu"
" Kalau begitu aku tinggal dulu, aku ingin membersihkan mobilku dulu"
Brady pergi meninggalkanku dan rasanya aku ingin bersamanya daripada aku menunggunya di dalam rumah bersama orang tuanya.
***
BRADY POV
Aku merasa sedari tadi Bella tidak pernah mengalihkan pandangannya dari ku. Aku tahu jika ia masih mencintaiku meskipun aku berpura - pura tidak tahu tentang perasaannya padaku, Aku tidak ingin memberinya harapan lebih karena aku dari dulu hanya menganggapnya sebagai adikku sendiri.
" Brady, ajak bella pergi bersamamu"
" Maaf ma, aku ada urusan yang harus ku selesaikan"
" Ayolah, sekali ini saja. Apa kau tidak kasihan melihat bella yang sudah membawakan banyak makanan untuk kita? dia memasak sendiri khusus untukmu"
" Hmm, baiklah tapi kali ini saja"
Akhirnya mengikuti keinginan mama untuk mengajak Bella pergi. Bella terlihat sangat senang saat bersamaku dan aku berusaha menjaga jarak dengannya.
" Brady, apa kau tidak nyaman pergi bersamaku?"
" Tentu saja tidak, kenapa kau berpikir seperti itu?"
" Aku merasa kau terpaksa mengikuti keinginan mamamu untuk mengajakku pergi bersamamu"
" Aku tidak merasa terpaksa mengajakmu untuk pergi bersamaku. Kau ingin pergi kemana?"
" Terserah kau saja"
Akhirnya aku mengajak Bella ke sebuah mall termewah dan dia terlihat tidak bisa menahan diri untuk mendekatiku meskipun aku berusaha menjaga jarak. Tiba - tiba aku melihat Vilma yang berada di depanku dan dia sangat terkejut ketika melihatku bersama Bella
Seketika itu juga Vilma pergi menghindariku dan ketika aku berusaha mengejarnya, Bella menarik tanganku sehingga aku terpaksa berhenti mengejar Vilma.
" Kenapa kau mengejarnya? Apa kau mengenalnya?"
" Hmm, dia bukan siapa - siapa?"
" Ya sudah, sekarang kau temani aku makan siang"
" Baiklah, kau mau makan siang dimana?"
" Terserah kau saja"
Akhirnya aku mengajak Bella makan siang di restoran italy. Rasanya aku ingin sekali mengejar Vilma dan menjelaskan semuanya jika aku tidak ada hubungan dengan Bella. Semoga aku bisa meyakinkan Vilma untuk kembali bersamaku
***
VILMA POV
Aku sangat kecewa ketika melihat Brady bersama wanita lain. Aku berusaha menghapus air mataku saat aku bertemu dengan Vincent.
" Ada apa denganmu? Apa kau habis menangis?"
" Tidak, mataku kemasukan debu"
" Vilma, ada hal penting yang aku ingin sampaikan padamu"
" Apa yang ingin kau sampaikan padaku?"
" Aku rasa pertunangan ini tidak bisa kita lanjutkan"
Aku sangat terkejut mendengar perkataan Vincent dan rasanya kesedihanku memudar.
" Baiklah, kalau begitu sampai disini hubungan kita"
Aku pergi meninggalkan Vincent dan berjanji didalam hati tidak akan membuka hati untuk siapapun.
***
DAISY POV
Aku sangat kesal ketika melihat Brady bersama mantan istrinya. Mereka terlihat sangat dekat dan aku tidak terima dengan kedekatan mereka sehingga aku menghampiri mereka
Brady terlihat sangat terkejut melihat kehadiranku begitu juga mantan istrinya.
" Hai sayang, kemana saja kau selama ini? Aku sangat merindukanmu"
Aku melihat reaksi Brady terlihat sangat murka sedangkan mantan istrinya tampak ingin menangis.
" Lepaskan tanganmu dari tubuhku!"
" Oh sayang! Kenapa kau seperti itu? Apa kau lupa siapa yang menghangatkan ranjangmu setiap malam?"
" Jaga ucapanmu!"
Tiba - tiba wanita itu pergi sambil menangis dan Brady berusaha mengejar tetapi aku mencoba menghalanginya.
" Untuk apa kau mengejar nya? Kau tidak pernah mencintai nya!"
" Lepaskan aku, jalang!"
Brady mendorong tubuhku hingga aku jatuh ke tanah dan ia berusaha mengejar wanita cengeng itu. Aku berjanji di dalam hati akan membalas perbuatan Brady terhadapku.
***
BRADY POV
Aku berusaha mengejar Bella sampai aku berhasil menghentikannya. Bella menangis histeris dan aku berusaha menenangkannya tetapi tidak berhasil
" Bella, tolong berhenti menangis. Aku minta maaf atas perbuatan Daisy"
" Wanita itu siapa?! Apa dia kekasih barumu?!"
" Dia bukan siapa - siapaku. Percayalah padaku"
" Aku ingin pulang!"
" Baiklah aku antar kau pulang"
" Tidak usah! Aku bisa pulang sendiri!"
" Aku tidak akan membiarkanmu pulang sendiri apalagi ini sudah larut malam"
" Aku bisa melindungi diriku sendiri! Lebih baik kau urus wanita itu! Jangan hiraukan aku!"
" Astaga, Bella! Sudah ku katakan jika wanita itu bukan siapa - siapaku! Percayalah padaku! Aku mohon rubah sikap keras kepalamu"
" Kau daridulu selalu saja menyalahkan ku dan semua yang kulakukan tidak pernah ada benarnya dimatamu!"
" Sudahlah! Aku malas bertengkar denganmu! Sebaiknya ku antar kau pulang sekarang!"
Aku terpaksa menyeret Bella masuk ke dalam mobil karena ia sangat keras kepala dan aku tidak ingin terjadi sesuatu padanya.
" Kau sangat jahat dan kasar kepadaku! Aku sangat membencimu!"
" Terserah kau mau berkata apa yang jelas kau tidak pernah berhenti mencintai ku, bukan?"
" Dasar b******n sombong!"
Aku tidak membalas perkataan Bella karena aku terlalu lelah menghadapi tingkahnya yang kekanak - kanakan. Tidak beberapa lama kami tiba di rumah Bella dan ia langsung keluar dari mobil tanpa mengucap sepatah kata padaku.
Aku sangat lelah menghadapi situasi seperti ini dan rasanya aku sangat ingin bertemu dengan Vilma dan menyatakan perasaanku padanya.
***
BELLA POV
Mama sangat terkejut melihat keadaanku yang sangat berantakan dengan mata ku yang sembab karena habis menangis.
" Apa yang terjadi, sayang? Apakah Brady menyakitimu ?"
" Mama tidak usah menyebut namanya karena mulai sekarang aku sangat membencinya!"
" Ya sudah, sebaiknya kau istirahat. Mama tidak ingin kau sakit karena memikirkan nya"
" Tinggalkan aku sendiri, ma"
" Baiklah, selamat beristirahat"
Meskipun aku berusaha membenci Brady tetapi rasa cinta ku padanya sangat besar sehingga aku tidak ingin kehilangannya