° ° "AKU kuatir, Shy..." cicitnya sambil memelukku. "Sekalian aja kamu bunuh aku. Jangan setengah-setengah!" "Shy, udah ya...? Jangan mancing-mancing terus. Aku nggak mau kayak tadi lagi," ucapnya serak. "Ya udah, kamu pulang gih. Ada kamu malah bikin pusing," elakku, kuurai pelukannya. "Kamu pengen makan apa? Aku beliin ya?" Aku menggeleng,"Jangan sok perhatian. Mentang-mentang udah kena bogem Vello," Andes mendengkus, menyerak rambutnya yang berantakan. "Shylo," "Aku nggak pengen apa-apa Ndes. Please," kuambil selimut dan menutupi tubuhku. "Oke, aku pergi." Aku diam. Ya, ini lebih baik. Baiklah, aku memang butuh istirahat. Aku ingin sendirian. Memikirkan semuanya lalu mencari solusi yang tepat. Andes dengan entah jenis traumanya apa, dan aku dengan ketakutan dikhianati. K

