DLE-17

1009 Words

° ° Tas dan koper sudah siap sejak tadi. Tapi orang yang katanya akan mengantarkanku kembali ke pelukan orangtuaku, belum muncul juga. Padahal ini sudah lebih dari waktu pulang jam kantor. Aku melangkah mendekati pintu. Ragu untuk pergi begitu saja. Sampai surat talaq itu bisa kulihat dengan mata kepalaku sendiri, Andes masih suamiku. Sepanjang waktu itu, aku harus patuh dan taat padanya kan? Bel pintu berbunyi. Aku mengernyit. Tak mungkin Andes kan? Iseng banget kalau dia sendiri yang memijit bel pintu. Tanpa pikir aku langsung membuka pintu. Aku diam. Karena di depanku ini berdiri seorang lelaki dengan kemeja bunga-bunga tropis gitu. "Kamu Shylo?" tanyanya langsung. "Ya. Ada apa? A-anda siapa?" balasku. Lelaki itu mengulurkan tangannya. "Aku Bebi." "Bebi?" Tahu kan siapa dia? Y

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD