DLE-21

1046 Words

° ° Gerakan gelisah dan random membuatku akhirnya memicingkan mata. Dan, terbukalah sempurna. Aku menggeliat. Tapi tanganku mengenai sosok lain yang ternyata sudah bangun dan tengah menatapku intens. Tak lupa dengan senyumnya. "Pagi," sapanya. Aku memukul lemah lengannya. "Pagi, honey, sweety, baby, lovey, dovey," sapanya sekali lagi. "Hm..." "Hm, doang? Nggak ada manis-manisnya sama suami." Aku diam. Kemarin aku...-- "Bayinya nggak apa-apa kan? Aku nggak keguguran?" Kusingkap selimut, lega. Tak ada cairan merah di sana. Tapi aku masih penasaran, kalau ada flek gimana? Aku turun dari tempat tidur, tidak kugubris kehadiran Andes di sana. Masuk ke kamar mandi dan kulihat celana dalamku. Kupejamkan mata. Lega. Setelah ritual mandi dan lain sebagainya, aku keluar sudah berbalu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD