° ° Kontraksi yang tak tertahankan, hingga pendarahan akut pasca melahirkan. Devia meregang nyawa setelah melahirkan seorang bayi perempuan yang cantik. Devia memilih menyerah. Dia membawa kesakit-hatiannya sampai ke liang lahat. Penyesalan yang tak berujung yang dirasakan Rangga kini. Rasa sesak yang tak berkesudahan dilaluinya dengan tertatih dan terbata. Tak ada lagi istrinya yang sabar dan telaten. Tak ada lagi tempatnya berkeluh-kesah. Dia menghiba dan mengais tanah pemakaman Devia, namun tetap risaulah hatinya. Dengan perasaan carut-marut, Rangga mendatangi Anggun. Berharap perempuan itu mau ikut bertanggung-jawab. Tapi saat dia sampai di kediaman Anggun, perempuan itu tengah melangsungkan pernikahannya. Hatinya semakin sakit. Walau merasa dipermainkan tapi tetap ia menghiba.

