17. Sebuah Alasan

1744 Words

"Nick mana?" tanya Jenna begitu matanya terbuka. Mendengar suara lirih di sebelahnya, Matt langsung menoleh ke arah hospital bed. Ia melempar pandang ke arah Jenna berbekal sebuah senyum tipis. Senyum miris. Sesuai dugaan. Begitu wanita ini sadar, Nick adalah seseorang yang akan pertama ia tanyakan. "Lagi keluar. Ntar juga kesini," jawab Matt seraya berdiri dan mendekat. Dia membantu Jenna untuk meninggikan posisi kepala dengan dua buah bantal yang ditumpuk. Wajahnya masih sangat pucat. Telapak tangannya dingin, dan Jenna juga masih sedikit demam, walau suhu tubuhnya sudah tidak sepanas tadi. Tubuhnya masih terlihat lemas. Namun sial, suami yang Jenna harapkan keberadaannya justru tidak menunggunya disini. "Kemana? Kelihatannya lama nggak?" "Mungkin bentar lagi," hibur Matt yang memil

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD