Ternyata hari ini aku gak ada kelas, kelas favorit ku di Libur kan , membosankan pake banget deh jadinya. Hmmmm... Pergi kemana ya enak nya (mikir keras),
"aha!" aku dapat ide.
Aku mencari dua sohib ku, kami satu universitas namun beda fakultas.
Aku berjalan menuju tempat mereka berada, lumayan jauh tapi dekat parkiran bisa langsung cabut..
"Oiyy.. Tara, Nia..!" seruku sambil menghampiri mereka.
"Oitt, napa lu neng? Kaga ada kelas lu?" balas Tara, sementara Nia sedang asyik senyum-senyum sendiri dengan layar iPhong nya.
"Iya nih, tau aja dirimu.. Ikut yuk ke mall, kita shopping trus nyalon.." ajak ku pada Tara.
"Ogah ah, gue kaga ada duit, tanggal tuir ini cintt..." Tara membalas ku sambil bersedekap tangan.
Aku tau banget nih, kalau gaya Tara udah kayak gini artinya minta ditraktir, biasa tanggal tua, hahaha.
"Tenang aja, kalau tanggal tuir begini aku yang traktirrrr.." janjiku pada Tara dengan dua jempol.
"Ok, Deal!! Jom kita berangkat sekarang..! Tara tampak bersemangat dan wajahnya berseri-seri.
" Nia, lu ikut kaga? Liza mo traktir kita nih, yuk buruan, jangan hape mulu lu, ga baek tau." Tara langsung menggandeng tangan ku dan tangan Nia.
"Eh kita nyalon dulu ya baru habis itu kita shopping" ajak ku.
"Iya dah, gue mah nurut aja apa kata lu deh Liz, tapi gue yang pilih ya untuk kita bertiga" pinta Tara.
"Sippo" jawab ku. Sementara, Nia masih asyik menatap layar iPhong, sesekali Nia tertawa.
Tara Mulai sibuk memilih Treatment apa yang cepat dan tepat untuk kami bertiga, dan akhirnya pilihannya jatuh padaaaa,,, creambath & mini facial.
Kami bertiga sangat menikmati treatment yang dipilih Tara, Nia pun terlihat relax, Nia membahas dengan siapa dia Chatting, tampak antusias di wajah lugunya, aku dan Tara hanya bisa menasihati untuk ber hati-hati dengan laki-laki, jangan sampai terbuai dengan bujuk rayu yang gak mutu, apalagi menjurus hal-hal intim,Nia mengiyakan saran kami.
Lalu kami membahas tentang ujian betapa dag dig dug nya rasa di d**a.
Nyalon selesai, sekarang waktunya shopping...
Liza " Tara, Nia kalian mau belanja apa nih? Yuk kita cari bareng".
"Parfum ku habis, make up ku menipis, skincare juga sekarat" curhat Tara.
Nia malu-malu "Aku minta dibeliin dress and make-up aja kalau boleh Liz"
"Boleh donk, why not untuk kalian, yuk jalan" aku ditengah merangkul mereka berdua, mendatangi counter makeup favorit Tara, Nia dan aku The Natural Shop sekalian membeli skincare kami yang habis, brand ini mengusung tema back to nature yang lagi booming dikalangan anak muda macam kami kalangan mahasiswi,
Nia sibuk mencoba Lip tint terbaru brand ini,lalu bertanya manakah warna yang cocok untuk nya.
Begitupun Tara dia bertanya apakah aroma bodybutter yang akan ia pilih wangi atau tidak. Sementara aku membolak balikkan botol shampoo yang tertulis Limited Edition, "kayak gak asing ya, pernah lihat dimana ya?" pikir ku dalam hati. Tanpa ragu aku bertanya pada spg adakah tester nya, aku coba hirup aromanya dan amazing, wangi banget! Langsung jatuh hati.
"mbak saya mau ini ya tiga botol" pinta ku.
"Maaf kak, tadi ada tiga botol, sudah dibeli sama kakak itu (menunjuk ke arah seorang laki-laki di kasir) dua botol, sekarang tinggal satu aja kak, karena ini limited, apa kakak tetap berminat walau hanya satu botol?" Spg,
"Tentu saja, saya suka aroma nya, yah gapapa walau hanya satu botol mbak, syukur kebagian,ya kan" kata ku.
"Iya mb" jawab spg ramah.
"Wait, wait, wait.. Cowok itu kan??? Aah ga mungkin, eh apa iya itu Dia ya, duh.. Kok jadi kepo sih Lizaa.." bathin ku.
Tara dan Nia menyodorkan hasil buruan mereka, membuyarkan pikiran ku. Kami bertiga pergi kekasir, sudah ku bayar dan kami melanjutkan obrolan kami tentang ujian semakin dekat, ya Tuhan, semoga kami semua lulus dengan nilai yang indah untuk dilihat..
Tak terasa hari mulai larut, kami bertiga tertawa riang membawa belanjaan hasil buruan masuk kedalam mobil,kuantarkan mereka sampai kerumah masing-masing.
"Aaahh, lelah namun bahagia" pikir ku.
Setibanya di rumah, seperti biasa aku mengucap salam, namun tak ada jawaban, kulihat jam dinding menunjukkan pukul 8 malam, dan hari ini adalah hari kamis sepertinya mama keluar ke acara pengajian rutin ibu-ibu kompleks perumahan ini. Kalau kak Lista sudah jelas masih di kantor, kalau Lisya biasanya ada event kalau belum dirumah jam segini..
Huftt.. Aku kesepian, andai papa ada disini pasti udah ku ajak jalan n diner bareng (aku mengecup foto papa di ruang keluarga). Papa lagi sibuk urus perusahaan nya di Jepang, katanya kerjasama baru.
Terima kasih papa, walau lelah dan jauh, semua papa lakukan untuk kami yang papa sayangi, kami jadi bisa hidup enak dan nyaman berkecukupan, hanya videocall yang kadang kami lakukan namun itu hanya menghapus sedikit kerinduan pada papa, tak terasa aku menangis sambil memeluk foto papa dalam pelukan sampai ketiduran.
***