17 🦋

1295 Words

Senyum lagi, lagi dan lagi. Anin tidak aneh. Hanya sedang melambung saja perasaannya. Hadid memakai pakaian yang pagi tadi disiapkannya. Hadid datang membawakan makan siang padahal lelaki itu tak membawa untuknya sendiri. Hadid membela Anin kepada Mutia. Hadid juga meminta izin Anin sebelum pergi padahal ... Hadid bisa menyiksa Anin untuk terus menjaga Mutia tanpa pulang atau istirahat. Hadid bisa saja tidak peduli Anin lapar atau tak makan seharian. Namun, Hadid terlalu baik untuk sekejam itu. Anin tahu, Hadid tak pernah lepas tanggung jawab dalam hal nafkah lahir dan keselamatan Anin. Anin tahu diri, Hadid membencinya dengan alasan yang tepat, bukan dibuat-buat. Anin bersalah, Hadid membencinya, tapi perlakuan Hadid sebagai orang yang membenci ... luar biasa baiknya. Sulit Anin bayangkan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD