Salwa melihat sekeliling yang padat. Lagi ia melihat pasangan yang bercanda di atas motor mereka di lampu merah. Padahal harusnya ada jalur yang lebih dekat dari rumah mereka ke bioskop, tapi Athan malah memilih jalur memutar yang melewati banyak lampu merah. "Harusnya kita tidak makan di tempat jauh." "Hm?" "Macet." "Ah, ya. Kamu tidak suka keramaian." "Athan, kenapa tidak membeli motor saja?" "Karena Mama. Rumah orang tuaku jauh, dan lebih mudah pakai mobil." Salwa paham, dan jelas mengerti. "Athan, kalau beli motor, bagusnya merek apa?" "Jadi, ingin beli motor? Untuk apa?" "Untuk dipakai, memangnya untuk dipajang saja." Athan tersenyum, "Aku selalu ingin merayumu. Tapi bukan sama sekali sekedar kalimat. Yang kukatan yang sebenarnya. Mobilmu untuk apa?" Salwa menyesal meminta p

