Perawat tersebut masam. "Biasanya dipompa sendiri, Bu. Mudah kok. Tinggal ditekan, begini," katanya memperaktekkan. "Lagi kesakitan ini, Mbak. Mana ada tenaga buat pencet itu!" Anin mengambil alih pompa ASI, "Biar saya saja, Mbak. Terima kasih." Perawat itu pamit kembali ke pekerjaannya. "Auu! Sakit, Nin!" Baru di sentuh saja Mutia sudah menjerit. "Tahan sebentar, Mutia. Makin lama makin penuh, makin sakit, kata perawat." Mutia terpaksa menurut. Meski dengan penuh drama teriakan dan lolongan. Anin pekik telinga, dengan sebal ia memberi Mutia kain, "Gigit ini. Suaramu bisa mengganggu orang lain!" "Kamu gak ikhlas banget sih, Nin! Katanya bakal jadi ibu sambung yang baik." "Balasan sesuai perbuatan. Kamu baik, aku bakal baikin kamu juga." "Aku jahat, kamu bakal jahat juga?" tanya Mu

