BAB 37

1387 Words

Mereka ke Pantai Pasir Padi. "Apa kamu sudah benar-benar sehat?" "Em..." Athan menggerakkan tangan dan lehernya, "Sepertinya." Salwa membuka kotak makanan yang Athan bawa. "Ini belum jam pulang. Apa kamu sudah makan?" "Sudah. Tapi kalau kamu mau menyuapiku, aku masih sedikit lapar." Salwa menggeleng geli. "Mungkin dia menginginkanmu karena sekarang kamu bisa merayu." "Aku pura-pura sakit, karena ingin segera bersamamu." Salwa tertawa. "Berhenti merayuku, aku tidak suka." "Sekarang bulan Mei. Pertengahan bulan nanti kita akan puasa. Aku yakin kamu biasanya ikut tarawih." "Beberapa hari pertama," kata Salwa berbohong. Salwa biasanya selalu tarawih, kecuali ia punya kegiatan kampus. "Athan kuat puasa?" "Tentu, aku selalu puasa full. Tarawih juga, kecuali shift malam." Salwa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD