Tiga hari yang melelahkan. Hal yang paling salwa benci adalah kepura-puraan, dan ia terpaksa melakukannya. Salwa terbangun saat mendengar suara air. Athan tidak ada lalu lelaki tersebut keluar dari kamar mandi dengan handuknya. Salwa menutup mata dan berpikir banyak cara untuk kembali tidur. "Salwa, tahajjud." Salwa tidak membalas juga tidak membuka mata. Athan membelai wajahnya. "Bangun. Assholatu khoirum minannaum." Salwa beringsut memutar tubuh dari Athan. Ia melancarkan keengganan hatinya. Selama tiga hari terakhir Salwa menginap, Athan seperti tidak pernah menganggapnya ada meskipun saat di depan Mama dan Papa dia bersikap biasa. Athan bergerak dan kembali terasa di depannya. Telunjuk basah Athan menyentuh bibirnya, Salwa tergoda, matanya serasa buta ingin memandang suaminya. "Ber

