BAB 40

1928 Words

Salwa tiduran dengan kipas angin menyala, ia juga berbaring di lantai. Udara di luar benar-benar panas dan membuat kering tenggorokan. Ia memang sengaja meliburkan karyawan di hari pertama puasa karena ia pun perlu beradaptasi untuk tidak makan minum seperti biasa. Salwa tertidur, dan saat bangun perutnya terasa sakit. Salwa khawatir saat keluar dari kamar mandi, harapan yang tadi pagi mereka bicarakan akan tertunda lagi, juga puasanya terpaksa batal. Athan pulang membawa bahan makan. Salwa mengintip dari jendela kamarnya, wajah tersenyum Athan yang suka cita. Beberapa saat kemudian Athan mengetuk pintu kamarnya. "Masuklah." Athan seketika berdecak pinggang setelah pintu kerkuak, "Aku benar-benar bodoh." Salwa kembali duduk di tempat tidurnya, "Apa lagi kebodohanmu kali ini?" Athan me

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD