13. Si gadis innocent.

1522 Words

Ekspresi jengkel Lintang masih sanggup ia pertahankan meski mereka duduk di balik meja makan, berseberangan dengan suasana hati yang berbeda. Segara sesekali tersenyum kecil saat netranya menemukan wajah Lintang yang semakin menggemaskan, jika saja laki-laki itu tak keukeuh mengancamnya untuk tidur sekamar dengan Lintang—mungkin sekarang Segara sudah terlantar di jalanan Bandung, menikmati riuhnya air hujan turun. Ancaman Segara berhasil membuat Lintang mengalah dan membiarkan kekasihnya itu menginap di kamar tamu lantai utama. Segara begitu menikmati makan malam yang disiapkan Kokom. Ada sup ayam serta perkedel jagung, sedangkan Lintang sama sekali tak menyentuh makan malamnya meski tangan kanan gadis itu menekan ujung garpu berulang kali pada perkedel jagung di piring seraya menatap Seg

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD