8. Tanpa celah.

1535 Words

"Aduh, Lintang! Buruan dong buka pintunya!" Celin masih menggedor pintu kamar Lintang penuh semangat saat pemiliknya tak kunjung keluar, gadis itu baru saja membuka kelopak mata dan beranjak duduk saat gedoran ala satpol PP yang sibuk melakukan penggrebekan pasangan asusila terus saja terdengar, menjadi bunyi alarm mengusik bagi Lintang. "Lin! Kalau bangun kesiangan rezeki dipatok ayam! Nggak ada diskon!" "Apa sih itu bocah," gerutu Lintang sebelum menguap seraya merenggangkan otot-ototnya, ia turun dari ranjang—menghampiri pintu, bahkan matanya masih tampak sipit dengan rambut awut-awutan saat menemui Celin, lagipula belum tentu teman kostnya itu sudi memberi waktu Lintang agar membasuh wajah serta sikat gigi lebih dulu. "Apa sih? Lo masih pagi udah heboh sendiri, ganggu anak kost yang l

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD