bc

Kupilih Dia, Untuk Hidupku

book_age18+
4
FOLLOW
1K
READ
family
HE
love after marriage
heir/heiress
drama
sweet
lighthearted
like
intro-logo
Blurb

Bai Harin Nuswantoro. Ada sebagian orang mengatakan, ‘Orang jahat terlahir dari orang baik yang tersakiti.’ Jujur ia tidak ingin seperti itu. Hanya saja, ini sudah terlalu kelewatan. Bukan cuma dirinya yang nyawanya terancam, tapi orang di sekitarnya juga. Demi hidupnya, apa ia harus balik melawan?

Hiresh Adyastha Fijaya. Melihat Harin Nuswantoro seperti dirinya versi wanita. Kaku, tegas, tatapan matanya tajam membuat sebagian kaum Adam ada rasa segan walau sekedar sapa ‘Hai’ saja. Mungkin kalau ada pria mengajaknya makan, bukan jawaban ‘iya’ yang diberi, tapi lemparan heelsnya tepat mengenai kepala. Namun ia pernah tidak sengaja melihat, bahwa sorot mata gadis itu penuh dengan kesedihan yang mendalam. Setelah mengenal lebih dalam seorang Harin. Ia tidak menyangka, sebuah kotak Pandora besar memperlihatkan isinya.

***

chap-preview
Free preview
PROLOG
Harin menatap pria di depannya tanpa ada rasa takut apapun. Dirinya sendiri sudah melewati tahap menegangkan, mencengangkan bahkan bisa dibilang menakutkan. Menghadapi Hiresh Adyastha Fijaya, baginya tidak ada apa-apanya dari kemarin. Kenapa harus Hiresh Adyastha Fijaya? Karena ada satu yang dipertaruhkan. Yaitu hidupnya. Dia ingin hidup seperti manusia normal pada umumnya. Tidak perlu bahagia, tidak perlu dipenuhi kasih sayang dan cinta. Sebab ia sudah menyerah dengan semua itu. Ia hanya minta tenang nan damai menjalani hidup yang singkat dan sementara ini. Hiresh lah yang bisa mewujudkan. Bukan yang lain tidak bisa, tapi Hiresh lebih dari mampu melakukan itu. Untuk ... menjaganya agar tetap hidup. Di sisi bersebrangan, Hiresh menaikan satu alisnya, kedua tangan bersedekap dengan kaki disilangkan ke kaki satunya. Posisi bersandar pada sofa yang ada di ruang santai keluarganya. Matanya memindai dari atas ke bawah, begitu pula sebaliknya. Ia cukup heran. Gadis di depannya cantik ralat—sangat cantik, kelihatan berkelas khas anak yang berpendidikan, tapi setelah menyodorkan sebuah proposal padanya pemikiran itu langsung buyar. Pikirannya dipenuhi tanda tanya. Kalau mengikuti kata hati, ingin sekali melontarkan kalimat, bahwa gadis itu tidak tahu diri dan tahu malu. Bagaimana bisa seorang gadis melamar pria? Pada dirinya pula. Apa otaknya sedang bermasalah? Hiresh mengambil proposal itu, dan membacanya satu kali lagi. Kemudian ia menghela napas panjang, sebelum berbicara. “Maaf, Nona Harin. Jujur saja, proposal yang kamu ditawarkan bahkan tidak ada lima persen dari total kekayaan saya ini. Lagipula kenapa saya harus menikahi kamu? Kalau saya bisa mencari gadis yang lebih dari kamu. Sebaiknya kamu bawa itu pulang. Saya akan menganggap yang dibicarakan kita tadi tidak pernah ada.” “Lima persen mungkin bagi Anda tidak berarti, Tuan. Tapi bagi saya itu adalah sangat, sangat berarti. Dan saya berani memberikan ke Anda, dengan harapan Anda melindungi nyawa saya.” Jawaban tegas Harin, membuat Hiresh menaikan sudut bibirnya. Salah satu tangan kanan Hiresh yang ada di situ. Bertaruh dalam hati. Akankah Harin yang menang bisa menaklukkan Bosnya? Apa Harin menyerah karena Hiresh bukan orang yang mudah didekati? Ah, ia jadi tidak sabar melihat ending dari Hiresh dan Harin ini. ***

editor-pick
Dreame-Editor's pick

bc

B̶u̶k̶a̶n̶ Pilihan Hatimu

read
114.1K
bc

Orang Ketiga

read
36.7K
bc

Kuliah Malam Bersama Dosen Hot

read
156.3K
bc

Putri Haram Konglomerat untuk Tuan Muda Cacat

read
15.1K
bc

Gairah Lama Kembali Membakar

read
2.4K
bc

Babysitter Canduku

read
20.0K
bc

Ranting Yang Patah

read
40.3K

Scan code to download app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook