bc

Valeta

book_age16+
662
FOLLOW
6.8K
READ
possessive
teacherxstudent
love after marriage
age gap
forced
CEO
drama
tragedy
humorous
highschool
like
intro-logo
Blurb

Keynan Leonard Xavier adalah laki-laki berusia 21 tahun yang harus kehilangan kekasihnya karena kecelakaan mobil yang di tumpang menjelang hari pernikahan mereka. Sejak kepergian Alishia sang kekasih.

Keynan berubah menjadi laki-laki tertutup sampai suatu hari ia harus menikah dengan seorang anak gadis berusia 17 tahun bernama Valeta Eveline yang juga murid di sekolahnya yang terkenal blak-blakan.

Di malam pernikahan mereka justru Valeta pergi bersama teman satu kelasnya tanpa ijin Keynan dan membuat Key marah padanya. Dan sesuatu yang tak terduga akhirnya terjadi.

Penasaran??

©Inoyomi 2021

chap-preview
Free preview
Prolog
  Hal pertama yang yang ada dibenak kita mengenai sebuah pernikahan adalah sesuatu yang sakral antara dua orang yang saling mencintai. Tapi ini berbeda, apa jadinya saat pernikahan yang kamu harapkan bukan dengan orang yang kamu cintai, melainkan dengan orang yang tak kamu kenal--dan lebih parahnya lagi menikah dengan Gurumu sendiri. Nggak bisa bayangkan bukan? Hey! Umurnya jauh lebih tua, pasti berjenggot, bapak-bapak gemuk dengan memakai kacamata tebal dan berkumis, membayangkan saja pasti membuat orang harus berpikir dua kali. *** "Valeta, kenalkan ini Keynan. Nak Keynan perkenalkan ini anak saya Valeta," ujar Olivia selaku ibu dari Valeta memperkenalkan seorang laki-laki muda dengan setelan jas tersenyum simpul ke arahnya. "Valeta," sapanya malas. Valeta Eveline, gadis berusia 19 tahun masih berstatus sebagai siswa SMA. Saat ini Valeta sedang menghadiri acara pertemuan keluarga besarnya bersama keluarga yang tak lain dari laki-laki tersebut, Keynan Leonard Xavier. "Nggak nyangka ya jeng, kedua anak kita bakal segera menikah, dan sebentar lagi pasti kita menimang Cucu mereka," sahut ibu-ibu yang tengah mengobrol disaat keluarga mereka makan malam. "Iya jeng. Saya juga nggak nyangka kalau calon suami Valetta ini sangat tampan." suara tawa khas ibu-ibu memenuhi suasana makan malam mereka. Sementara itu, jangan tanya apa yang dilakukan kedua anak yang saat ini dijodohkan secara paksa oleh keluarga masing-masing. Valetta mendengus kesal menatap Keynan yang begitu santainya menyantap makanan tanpa bersuara sedikit pun.   Pernikahan mereka akan digelar lusa depan, dengan acara pertunangan dulu tentunya. Awalnya Valeta sangat menentang pertunangan itu soalnya ia sendiri juga sudah memiliki pacar. *** Seminggu yang lalu. "Mah, aku nggak mau tunangan sama laki-laki yang lebih tua dari aku, apalah umurnya 25 tahun." protes Valletta kesal. "Sayang, nak Keynan itu anak yang baik, dia juga tampan. CEO di WG Group, dan keluarga mereka adalah keluarga terpandang sayang!" bantah Olivia sang mama. "Tapi Mah, aku aja nggak kenal sama Keynan Keynan itu, apalagi nanti kalau jadi suami istri." Valeta tak setuju. "Pokoknya, kamu harus tetap tunangan sama nak Keynan. Mama udah atur acara pertunangan kalian lusa depan,  mengerti! ". "MAMAH!!" Yah, bisa diakui Veleta. Saat pertama kali ia bertemu dengan Keynan dan kesan pertama pada laki-laki itu adalah tampan. Laki-laki bertinggi 180 cm dengan perawakan tegas, berkulit putih, memiliki tubuh atletis layaknya pemain basket kesukaan Valeta, Daniel Timoty. Orangnya serius dan sangat pendiam, bisa bayangkan saat pertama kali Valetta memperkenalkan diri di depannya, ia hanya tersenyum tanpa berucap sepatah kata pun.   "Aduh, nak Keynan dulu waktu tante pertama kali bertemu dengan kamu. Kamu tuh masih sekecil ini, nggak nyangka sekarang kamu udah besar dan juga tampan," ucap Olivia terlihat girang. Dan sekarang, keduanya harus mengikuti perjodohan yang diadakan keluarga mereka dengan sedikit paksaan, apalagi Valeta. Ia sangat menentang perjodohan ini. Di meja makan,Valeta terus memandangi wajah Keynan sembari memainkan garpu dan sendok untuk beradu, laki-laki di depannya cenderung tak berbicara sejak pertama mereka bertemu. Valetta bahkan sempat berpikir kalau calon suaminya ini bisu. "Valeta, jangan mainin makanan. Nggak enak sama keluarga Om Leon, " bentak Olivia melihat anak gadisnya hanya mengaduk-aduk makanan. "Iya, mah." "Oh ya nak Keynan, tante dengar kamu juga seorang Guru, ngomong-ngomong kalau Tante boleh tahu, Guru di sekolah mana?" tanya Olivia antusias. "SMA Calvier tante." Keynan bersuara. Uhuk... "SMA Calvier??" kejut Valeta tersedak makanan saat mendengar nama itu.   "Wah, kebetulan Valetta juga sekolah di sana. Nggak nyangka kalau kalian memang jodoh ya," sahut Olivia. "Tunggu! Tunggu... Laki-laki ini satu sekolah sama gue. Maksudnya dia seorang Guru di sekolah gue??" Valeta tak percaya. "Saya baru saja dipindah tugaskan dua hari di sekolah itu," sambung Keynan mengulas senyum tipis. "Takdir apa gue, apa kata temen-temen nanti kalau gue tunangan sama Guru gue sendiri." gumam Valeta dalam hati. Pertemuan yang begitu singkat sekaligus membahas acara pertunangan yang akan digelar sebentar lagi dan dilakukan secara tertutup yang hanya dihadiri oleh kerabat terdekat saja. Valeta hanya bisa menerima nasib harus menikah di usia muda, apalagi dengan Gurunya sendiri. *** Di hari berikutnya, semilir angin berhembus dengan terpaan daun bergemericik mengikuti arah datangnya seorang laki-laki yang baru saja turun dari mobil Mercedes Benz hitam dan berhenti di salah satu tempat pemakaman umum. Diikuti sopir pribadinya, ia melangkahkan kaki masuk ke tanah pemakaman itu sambil membawa bunga lily putih.   Laki-laki itu lantas berhenti di depan salah satu makam yang kelihatannya masih segar seperti baru kemarin saja. Kemudian ia berjongkok dengan menopang kedua siku kakinya sambil meletakkan bunga yang dibawa di atas makam yang bertulis nama Alishia Yasmine. Tangannya terulur menyentuh nisan itu sambil meraba tulisan yang tertera di atasnya. "Alishia!" suara laki-laki itu rendah dengan memperlihatkan sedikit kesedihan. "Maafin aku, aku nggak bisa tepatin janji kamu, aku nggak bisa lihat kamu pakai gaun pengantin yang kita pilih dulu, aku nggak bisa mengucapkan janji di depan penghulu ataupun memanggilmu istri. Maaf!" lirih laki-laki itu seakan menahan tangis. "Tuan Keynan, tuan yang sabar ya. Nona Alishia pasti sudah tenang di sana," sahut sopir pribadinya yang sejak tadi mengikuti dari belakang. "Pak Amir, apa pak Amir pernah kehilangan seorang yang bapak cintai? Kenapa Tuhan sangat kejam dengan memisahkan kami berdua?" "Maaf Tuan, saya mengerti bagaimana perasaan Tuan sekarang." Keynan memejamkan mata sejenak merasakan angin itu berhembus tepat di wajahnya, kembali menatap batu nisan itu dengan sedikit deraian air mata. "Alishia, ada yang ingin aku katakan padamu sebelum pergi, lusa depan aku akan bertunangan dengan orang lain." "Aku harap kamu tidak marah padaku." "Kamu pernah berjanji satu hal, dalam hidup kita hanya akan menikah sekali, setia pada satu orang. Aku ingin setia padamu, tapi... Maaf, aku nggak bisa berjanji untuk hal itu." Keynan masih menatap sendu ke arah makan sang kekasih Alishia yang meninggal satu minggu yang lalu. Padahal keduanya sudah mulai merancang satu pernikahan yang akan digelar dalam waktu dekat, semua sudah disiapkan, gaun pengantin, pesta besar, rumah idaman. Impian yang sangat indah untuk mereka, tapi takdir ternyata berkata lain. Sebuah kecelakaan merenggut segalanya. "Tuan, sebentar lagi sore. Mungkin kita bisa pulang sekarang!" ujar pak Amir. Keynan enggan untuk meninggalkan makam itu, ia tak mau meninggalkan Alishia seorang diri, sempat ia berpikir akan menyusul Alishia saja--tapi ia mengurungkan niat nya. Mati sia-sia, Alishia pasti juga tidak akan setuju.   30 menit cukup untuk mengobati rindu Keynan pada sang kekasih, ia lalu pamit untuk pulang. .... Malam harinya, Keynan duduk di salah satu meja kerja sambil memandang sebuah foto seorang gadis yang tak lain adalah Valeta sendiri. Umurnya mungkin baru 19 tahun sangat jauh dengan umur Keynan sendiri, dan gadis ini adalah muridnya. Menikahi muridnya sendiri mungkin terdengar konyol, apalagi keduanya bahkan tidak pernah saling cinta. Apa bisa menjalin satu hubungan serius dengan anak berumur 19 tahun seperti dia. "Kekanak-kanakan." ucap Keynan saat melihat gaya foto gadis ini sedikit alay, dengan dua jari menyentuh pipinya dan gaya centil yang ia buat-buat sedikit membuat Keynan hanya bisa geleng kepala. Apa mungkin gadis muda ini akan jadi istrinya nanti? Keynan menghela napas panjang setelah meletakkan foto itu di meja, menyandarkan punggungnya di kursi belakang dengan sedikit memijat pelipisnya yang pusing.

editor-pick
Dreame-Editor's pick

bc

Dinikahi Karena Dendam

read
234.0K
bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
189.3K
bc

Hasrat Meresahkan Pria Dewasa

read
30.9K
bc

B̶u̶k̶a̶n̶ Pacar Pura-Pura

read
155.9K
bc

TERNODA

read
199.1K
bc

Setelah 10 Tahun Berpisah

read
66.7K
bc

My Secret Little Wife

read
132.3K

Scan code to download app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook