Chapter 26

1032 Words

Valeta tak bisa tidur malam itu, bayangan ketika Keynan tadi menyentuh kepalanya memenuhi seisi otaknya. Tak disangka tatapannya kali ini begitu lembut dari biasanya. Apalagi saat melihat Keynan menolongnya dari dua pemabuk tadi, benar-benar membuatnya takjub. Tanpa sadar Valeta tersenyum sembari menyentuh pucak kepalanya tadi dengan sedikit malu-malu. Di tempat yang berbeda tepatnya di kamar bernuansa hitam putih milik Ares saat ini. Laki-laki itu tengah asyik menyelesaikan rubrik miliknya dan dengan hitungan cepat ia berhasil menyatukan warna dengan mudahnya. Merasa bosan, ia mengulang permainan rubrik itu beberapa kali. Namun ketika ia terfokus memutar rubriknya, bayangan Valeta tiba-tiba muncul di depannya. Ares berusaha menepisnya dan kembali terfokus dengan rubrik miliknya namu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD