Chapter 27

1016 Words

.... Sepulang sekolah, Valeta kembali ke panti. Kali ini ia membawa beberapa camilan untuk anak-anak nanti. Namun ketika ia sampai di panti, banyak sekali orang berdatangan di sana. Valeta bingung dan cemas mencari keberadaan bunda Tari. Anak-anak panti menangis saat tahu rumah mereka akan dirobohkan." "Bunda!" Dua orang keluar dari ruangan bunda. Barulah Valeta masuk dan memeluk bunda Tari "Apa yang harus kita lakukan Teta, anak-anak butuh tempat tinggal. Kalau panti ini dirobohkan, bagaimana mereka tinggal nanti?." Valeta geram, dikerjarnya dua orang yang tadi bertemu bunda. "Pak tunggu dulu!" "Bapak nggak bisa seenaknya dong gusur tempat ini. Panti ini sangat berharga bagi kami." "Saya hanya menjalankan perintah dari atasan Nona." "Memang siapa sih atasan kalian?" "Maaf

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD