Chapter 18 : Cemburu

1014 Words

Pagi itu tak seperti biasanya, Keynan terlambat bangun tidur. Dengan kondisi wajah yang masih kucel dengan rambut acak-acakan, Keynan berjalan ke arah dapur mencari minum. Valeta yang tengah membuat minuman tak tersadar saat Keynan masuk. Saat hendak mengambil gula bersamaan dengan Keynan mengambil gelas di sebelahnya. Tatapan tajam Keynan di pagi hari tanpa sadar mampu membuat Valeta tertegun. "Kenapa ngelihatin saya kaya gitu?" Valeta langsung memalingkan wajah dan bergegas membawa minuman itu. Namun ketika ia balik badan mengambil sesuatu, Valeta yang canggung malah disuguhi pemandangan di depannya yang menggoda iman. Bagaimana tidak, pagi itu Keynan benar-benar sangat menggoda iman. Bahkan saat Keynan tengah meneguk minuman saja mampu membuat Valeta melongo heran. Ditambah ramb

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD