"Gimana caranya gue bantu bunda dan buat panti asuhan itu nggak jadi digusur. Gue harus minta tolong sama siapa Tuhan?" Valeta mengeluh. Valeta terus saja mondar mandir di kamarnya berusaha memikirkan cara. "Arghhh, gue nggak bisa sendiri. Coba aja ada Justin, dia pasti punya solusi." Memanggil nama Justin membuat Valeta merindukan laki-laki itu. Bagaimana keadaannya sekarang. Kenapa laki-laki itu tak kunjung sadar dari komanya? "Justin!" Suara dari mesin EKG di samping Justin perlahan merespon. Laki-laki yang saat ini masih koma itu seakan menerima respon suara dari jauh. Tanpa sadar tangannya mulai tergerak namun hanya sekilas saja, tak ada pergerakan lagi setelah itu. Malam itu saat Valeta keluar dari kamar menuju ke dapur, tak sengaja ia melihat Keynan yang belum tidur tenga

