"Bagaimana jika aku menolak ikut denganmu?" tantang Emma.
"Maka aku akan membuatmu ikut denganku."
Usai berkata demikian, Chris kembali mendekati Emma, mengikis jarak di antara mereka dan dalam sekali tarikan tubuh Emma terpental ke atas ranjang.
"Apa yang akan kau lakukan?"
"Kenapa? Apa kamu takut sekarang?"
Emma menggeleng mendengar ucapan Chris yang terdengar penuh intimidasi. Bagaimana mungkin ia akan terjebak dengan pria monster seperti ini? Emma tak pernah menyangka jika ia akan berhubungan dengan Chris sejauh ini.
"Baiklah, jika kamu tidak mau ikut denganku, biar aku yang tidur di sini."
Chris segera naik ke atas rajang yang ukurannya tidak terlalu besar, sehingga untuk tidur berdua mereka harus saling berdempetan.
"Oke, kita lihat saja sampai mana kamu tahan." Emma kembali menantang Chris dan hal itu membuat adrenalin Chris meningkat.
Dengan gerakan cepat, Chris merangkak naik ke atas tubuh Emma hingga membuat Emma tidak bisa bergerak karena Chris mengukung tubuh Emma di bawah tubuhnya yang bak atlet.
Chris langsung membuka kain yang melekat di tubuhnya dan melemparkannya ke atas lantai. Emma memalingkan wajahnya karena ia tidak ingin melihat tubuh naked Chris. Tapi Chris menggodanya dengan menarik semua yang melekat di tubuhnya sehingga keduanya sama-sama polos saat ini.
Emma merapatkan kedua pahanya, tapi Chris mengalanginya. Chris membuka kedua paha Emma dan memposisikan tubuhnya tepat di antara paha Emma.
Jantung Emma berdetak kencang. "Apakah malam ini, akan terulang lagi?" gumamnya dalam hati.
Melihat Emma yang tidak mau menatapnya, Chris menarik wajah Emma sehingga keduanya saling bertatapan saat ini. "Tatap aku, Em." Chris melumat bibir Emma, menyesapnya kuat berkali-kali, membuat Emma kesulitan untuk bernafas.
Merasakan ciumannya tidak di balas, Chris menggigit bibir bawah Emma sehingga Emma membuka mulutnya dan Chris dengan mudah mengakses isi rongga mulut Emma. Lidah Chris bermain-main di dalam sana menciptakan sensasi nikmat yang menjalar ke seluruh tubuh Emma.
Sambil melumat bibir Emma, Chris mengarahkan miliknya ke dalam milik Emma. Dirasa sudah pas, pria itu menghentakkan pinggulnya hingga miliknya masuk sempurna di dalam inti tubuh Emma.
Emma mengerang kesakitan karena milik Chris yang besar melesak masuk memenuhi miliknya yang masih sangat sempit.
"s**t! Milikmu sempit sekali, Em." Ucap Chris ketika miliknya terbenam sempurna di dalam Emma.
Chris berusaha menenangkan Emma karena ia tidak ingin Emma merasa terpaksa berhubungan dengannya. Ia menyesap bibir Emma lembut menyalurkan gairahnya tanpa harus terburu-buru.
"Aku akan membuatmu selalu mengingat malam ini, Em" Ucapnya lalu kembali mencium Emma dengan lembut.
Mungkin saja jika Chris selalu bersikap lembut seperti ini, Emma akan merasa nyaman bersamanya. Tapi sikap Chris tidak bisa di tebak sama sekali.
Tangan Chris meremas payu Emma secara bergantian, ciumannya pun turun dan berpindah tepat di atas pucuk Emma yang menegang.
Tanpa sadar, Emma membusungkan dadanya ketika merasakan Chris menghisap kuat pucuk dadanya. Emma merasakan gairahnya memuncak ketika Chris mulai menggoyangkan pinggulnya dengan gerakan intens.
Kali ini Emma mulai mengikuti alur pergerakan Chris. Lagi pula, ini sudah pernah terjadi di antara mereka. Buat apa dia menghindari pria ini lagi? Tak ada gunanya. Chris tidak mungkin melepaskannya.
Chris menguasi seluruh tubuh Emma saat ini. Pria itu merasa senang karena Emma akhirnya tenang dan menikmati penyatuan mereka. Hal itu tergambar jelas lewat desahan yang keluar dari bibir Emma.
"Akhhh...Chris," desah Emma ketika Chris mempercepat tempo gerakannya.
Chris yang merasakan miliknya dihisap kuat di dalam inti tubuh Emma sehingga menimbulkan rasa yang luar biasa. Rasa yang tidak pernah Chris rasakan selama bertahun-tahun karena miliknya yang tidak bisa bangkit meski telah melihat tubuh telanjang wanita.
"s**t! Kamu benar-benar nikmat, Em. Aku tidak akan melepaskanmu. Kamu milikku. Hanya milikku!"
Ya, malam ini, Chris mendeklarasikan jika Emma adalah miliknya. Entah miliknya selamanya, atau miliknya hanya sampai dia merasa puas saja.
Erangan dan desahan terdengar bersahut-sahutan di dalam kamar apartemen yang berukuran kecil itu. Hingga akhirnya Chris mengerang panjang ketika merasakan desakan di dalam miliknya yang sudah hampir meledak.
"Ahhh...." Chris bergerak cepat, dia tidak bisa menahan diri lagi hingga akhirnya ia melepaskan cairannya.
Chris tidak mau egois, meski ia sudah mendapatkan pelepasannya, ia masih bertahan di dalam tubuh Emma dan membantu Emma mendapatkan puncaknya.
Hingga akhirnya, Chris menyaksikan bagaimana cantiknya wajah Emma, ketika wanita itu mencapai puncak kenikmatannya.
"Sangat cantik." Batin Chris.
Chris segera melepaskan dirinya dan berbaring miring sambil menatap wajah Emma yang memerah.
Semburat senyum tipis tercetak di wajahnya, tapi tidak bisa dilihat jelas oleh Emma. Tidak mungkin juga Chris yang dingin sedingin Antartika akan tersenyum lebar.
Dalam kondisi tubuh yang masih polos, gairah mereka gampang memuncak lagi bahkan ketika kulit mereka bersentuhan. Emma tidak melakukan banyak gerakan karena ia tidak ingin membangkitkan junior Chris yang mungkin sudah tidur setelah mencapai pelepasan tadi. Tapi dia tidak menyangka jika tangannya justru tidak sengaja mengenai benda itu. Dalam sekejap milik Chris kembali bangkit. Chris membuka matanya lalu menatap Emma penuh arti. Emma mencoba menghindari tatapan Chris, tapi terlambat.
Chris menarik pinggang Emma sehingga Emma bisa merasakan milik Chris menusuk pahanya. "Kau sengaja menggodaku, ya?" goda Chris.
"Aku tidak melakukannya dengan sengaja," bantah Emma.
"Bagaimana kalau kita ulangi lagi?"
"What? Lagi?"
"Ya, lagi." Ucap Chris lalu melumat bibir Emma dengan lembut. Kali ini Chris melakukannya dengan lembut, membuat Emma kembali terangsang. Emma membalas ciuman Chris sehingga akhirnya mereka saling melumat satu sama lain.
Dan malam ini, keduanya kembali tenggelam dalam penyatuan panas yang tak terelakkan.
***
Keesokan harinya,
Emma menggeliatkan tubuhnya ketika merasakan sinar matahari menembus jendela kamarnya. "Ugh...." lirihnya ketika merasakan tubuhnya yang remuk akibat ulah Chris semalam.
Emma menatap wajah tenang Chris yang sedang terlelap saat ini, "sangat tampan," gumamnya sambil tersenyum tipis.
Emma menurunkan selimut yang menutupi tubuhnya dengan pelan karena ia tidak mau membangunkan Chris. Dia tidak ingin Chris kembali melihat tubuh polosnya pagi ini. Bisa-bisa Chris menerjangnya lagi.
Emma turun dengan hati-hati dari atas ranjang agar tidak menimbulkan gerakan, tapi ia tidak menyangka Chris ternyata sudah terjaga sejak tadi. "Mau ke mana, hah?"
Emma memutar tubuhnya dan menatap ke arah Chris yang masih berada di atas tempat tidur. Ia lupa jika tubuhnya saat ini mengundang hewan predator itu untuk menerjangnya.
"Chris, kamu sudah bangun?"
"Hem." Jawab Chris dengan deheman.
"Kalau begitu kamu tidur aja lagi. Aku...aku mau mandi," ucap Emma terbata ketika kesadarannya kembali.
"Hei, siapa yang menyuruhmu pergi? Aku menginginkanmu pagi ini!"