Emma memasuki kamar di mana Chris berada tanpa rasa curiga sedikit pun. Sementara itu, Leon bergegas menuju ruangan di mana masih terdapat para karyawan dan ia memberitahukan jika Chris sudah pulang duluan karena sedang tidak enak badan.
Laura memberengut ketika mengetahui Chris sudah pulang. "Sial! Rencanaku gagal lagi. Padahal aku sudah bayar pelayan itu untuk menyiapkan kamar buatku dan Chris!" Umpat Laura dalam hatinya.
Laura menghentakkan kakinya kuat dan hal itu sempat dilihat oleh Leon, karena sejak tadi Leon sedang memperhatikan gerak gerik wanita itu. Leon harus memastikan jika Laura tidak akan menemukan Chris di salah satu kamar hotel itu agar ia tidak merusak momen malam ini.
Leon tahu yang sedang dialami oleh Chris sahabatnya, ia berharap saat berhubungan dengan Emma, sahabatnya itu akan pulih dari traumanya.
Setelah semua pulang. Leon juga pulang. Hal itu dilakukannya agar tidak ada yang curiga jika Chris masih berada di hotel itu bersama Emma. Tadi sewaktu Laura bertanya soal Emma, Leon terpaksa berbohong dan memberitahu Laura jika Emma sudah pulang karena sedang sakit perut.
Jelas saja Laura sempat mencibir ketika mendengar apa yang dikatakan Leon. Ia yakin jika wanita miskin seperti Emma pasti tidak akan cocok dengan makanan mahal.
Desas desus mengenai hubungan Laura dan Chris telah menyebar di kantor karena Laura sering mengumbar jika dirinya adalah wanita yang dipilih keluarga Chris untuk menjadi istri Chris. Memang benar adanya. Laura adalah wanita yang dijodohkan dengan Chris tapi sampai sekarang, Chris tidak mengakui hubungan mereka.
***
Saat ini, di kamar hotel VVIP, Emma yang baru saja masuk, sudah dikejutkan dengan Chris. Wajahnya merah padam dan tatapannya yang biasa tajam, kini berubah sayu menahan gairah yang membakar tubuhnya.
"Apa yang terjadi dengan Anda, Tuan?" tanya Emma penasaran.
"Tolong aku, Emma."
Emma yang masih kebingungan, tak menduga jika Chris akan menerjangnya bagaikan binatan* buas yang menemukan mangsanya. Dalam sekali tarikan, Emma sudah berada dalam pelukannya dan tanpa bertanya, Chris langsung melumat bibir Emma dengan buas dan penuh gairah. Awalnya Emma berusaha mendorong tubuh Chris, tapi kekuatannya tidak bisa membuat Chris melepaskan ciumannya.
"Eum, Chris. Aku tidak bisa bernafas," ucap Emma ketika memiliki kesempatan untuk berbicara.
Chris melepaskan pagutannya, lalu menatap Emma dalam penuh makna. "Maafkan aku, Em." Setelah berkata demikian, Chris menarik tubuh Emma semakin dekat dan menarik semua yang melekat di tubuh Emma, membuat tubuh indah Emma terekspos sempurna di depan Chris. Dan benar saja, hanya dengan melihat tubuh Emma, benda pusaka Chris sudah bangkit.
Jantung Emma berdebar kencang ketika melihat Chris melepaskan seluruh pakaiannya. Ia tidak pernah melihat tubuh pria selain tubuh Carlos ketika mereka masih pasangan suami istri. Tapi itu pun hanya sebatas lihat saja karena Carlos seakan tidak memberinya izin untuk menyentuh tubuhnya.
Emma mundur seketika ketika Chris berdiri polos di depannya, tubuhnya yang tinggi, d**a bidang dan perut bak roti sobek, membuat Emma tak bisa bernafas normal. "Gila, tubuh Tuan Chris sangat bagus." Tanpa sadar Emma memuji tubuh Chris yang memang menggoda imannya.
Chris yang telah terbakar gairah, ia mendekati Emma lalu membelai wajah Emma lembut. Ia berharap, Emma dengan sukarela berhubungannya dengannya malam ini, karena bagaimana pun, Chris harus menghormati keputusan Emma. Meski Emma mungkin akan menolak Chris.
"Aku tidak akan memaksamu jika kamu keberatan. Aku akan berendam sampai rasa ini hilang," ucap Chris lalu berbalik hendak menuju kamar mandi.Tapi, langkahnya terhenti ketika merasakan kedua tangan Emma melingkar di perutnya. Chris segera berbalik dan memagut bibir Emma.
Ciuman yang begitu intens dan menuntut hingga tanpa sadar, Emma sudah berbaring dia atas ranjang dan Chris sudah memposisikan tubuhnya di antara kedua pa*a Emma.
Chris menatap mata Emma sebelum akhirnya benda tumpulnya menerobos masuk ke inti tubuh Emma. Chris merasa terkejut ketika Emma mengerang kesakitan, ditambah lagi, ia kesulitan untuk masuk. "You still virgin?" tanya Chris sambil menatap Emma penasaran.
Emma mengangguk pelan dan hal itu membuat Chris tak bisa lagi menahan hasrat di dalam dirinya. Dengan hentakan keras, akhirnya Chris berhasil menembus dinding area inti Emma dan merobek selaput dara* wanita itu.
Chris yang dikuasai gairah, ia tidak bisa bermain lembut saat ini hingga membuat Emma kesakitan. Ketika Chris bergerak liar diatas tubuhnya, Emma menancapkan kuku-kukunya di punggung Chris. Namun, Chris tak peduli. Yang terpenting bagi Chris saat ini hanyalah sembuh dari traumanya.
"Ahh, s**t! Kamu nikmat sekali, Em," puji Chris ketika ia terus memompa tubuh Emma. Kali ini Emma tidak merasakan sakit lagi. Justru yang ia rasakan adalah nikmat.
Lolongan panjang, mengakhiri permainan Chris dan Emma malam ini. Chris sengaja tidak mau mengulang permainannya karena dia tidak ingin Emma terluka.
Chris terbaring lemah di samping Emma yang juga keletihan setelah digempur Chris habis-habisan.
"Sekarang kamu tidak bisa menolak tawaranku lagi, Em. Kamu harus menjadi istri kontrakku."
Setelah mengatakan itu, Chris pun terlelap.
Emma meneteskan air matanya mendengar ucapan Chris. "Ternyata semua pria sama. Mereka hanya ingin kesenangan saja."
Emma ikut terlelap di bawah selimut yang sama dengan Chris dan dalam keadaan yang masih polos. Emma jelas kelelahan karena ini merupakan pengalaman pertamanya.
***
Emma terjaga dari tidurnya ketika merasakan tubuhnya yang terhentak-hentak. "Apa yang sedang terjadi" tanyanya dalam hati.
Ia sangat terkejut ketika mendapati Chris sedang bergerak liar di atas tubuhnya. "Maaf aku membuatmu terjaga dari tidurmu."
Akhirnya pagi ini, mereka kembali tenggelam dalam hubungan panas. Chris benar-benar pria yang kekar, menurut Emma Tubuhnya sudah sangat letih, tapi Chris seakan tidak letih sama sekali.
Chris terus menghujami tubuh Emma dengan ciuman panas dan liar, hingga membuatnya kembali b*******h. Chris kembali mengukung tubuh Emma yang tengah polos dan terus memberikan rangsangan pada Emma agar Emma tidak merasa sakit Dan anehnya, Emma tidak bisa menolak sentuhan Chris.
"Kamu terlalu nikmat, Em. Aku tidak bisa berhenti," ucap Chris kemudian melanjutkan dengan menyesap pucuk Emma yang sudah menegang sempurna.
Emma bisa merasakan sesuatu yang semakin membesar di bawah sana. Emma tahu itu milik Chris yang telah mengacung sejak tadi. Ciumannya Chris kini berpindah dan mulai turun ke bagian bawah tubuhku. Emma tidak bisa berbohong jika Emma suka ketika Chris melakukan itu. Emma memejamkan matanya ketika Chris membuka kedua pahanya lebar.
"Ini sangat indah, Em," puji Chris sambil mengecup inti tubuh Emma.
Awalnya Emma sangat malu ketika Chris melakukan itu, tapi rasa nikmat membuatnya ingin disentuh lagi dan lagi oleh pria ini.
"Akh, kenapa aku tidak bisa menolakmu, Chris?"