bc

KAU PATAHKAN HATIKU, KUNIKAHI IBUMU

book_age16+
104
FOLLOW
1K
READ
HE
age gap
decisive
single mother
sweet
bxg
kicking
campus
civilian
like
intro-logo
Blurb

"Kenapa sih harus ibuku yang kau incar? Kenapa?! Kamu ingin balas dendam sama aku?!"

Damar terkekeh, "Untuk apa? Jangan sok kepedean kamu. Antara kamu dan ibumu, siapa pun pasti tahu, siapa yang pantas mendampingiku."

_______

Jessy harus meredam amarahnya saat tahu Damar Wicaksono, pria yang dulu ia buang karena cacat fisik kini kembali dan hendak menikahi ibunya. Padahal Jessy dan Damar pernah menjadi sepasang kekasih.

Apa motif Damar sebenarnya? Apakah Jessy bisa mengubah sifat sombongnya setelah kejadian ini?

**

JANGAN LUPA SIMPAN DI PERPUSTAKAAN DAN TAP LOVE CERITA YA. TERIMA KASIH.

chap-preview
Free preview
Bab 1. Pilihan Untuk Menikah
"Mbak, saya ingin melamar Mbak." Damar menatap mata wanita di hadapannya tak kalah tajam, ada rasa hormat yang ingin ia tunjukkan kepada wanita tersebut. "Apa Dek?" Wajah Kamila menegang, beberapa saat kemudian ia tersenyum malu. "Ah, sepertinya saya hanya salah dengar saja. Lupakan." "Nggak Mbak, Mbak nggak salah dengar," tukas Damar sambil menggeleng. Keduanya beradu tatap untuk beberapa saat, pemuda itu menarik napas ia lalu merogoh saku kemeja kotak yang ia kenakan. "Saya benar-benar ingin melamar Mbak sebagai istri saya." Bersamaan dengan itu, Damar mengeluarkan sebuah kotak cincin berwarna merah ke hadapan Kamila. "Terima cincin ini jika Mbak bersedia menikah dengan saya." Kamila tampak bingung, ia menatap cincin emas dua puluh empat karat dengan berlian putih yang bertahta di cincin itu. Wanita berambut panjang itu sesekali menatap Damar dengan ragu. "Apa Dek Damar yakin? Saya ini ibunya Jessy loh." "Memangnya kenapa Mbak jika Mbak ibunya Jessy?" Damar balik bertanya, pemuda itu terus menatap wanita yang memiliki usia jauh lebih tua darinya tersebut dengan serius. "Saya sukanya sama Mbak, bukan sama Jessy." Kamila menggigit bibir, ia menunduk dengan segenap kerisauan hati yang melanda. Suasana ramai di resto tempat menjual berbagai menu masakan lezat itu kini sudah luput dari perhatiannya. "Saya serius Mbak, bukan main-main," ucap Damar dengan serius. "Dulu memang saya ada hubungan sama Jessy tapi sekarang tidak." "Coba Dek Damar pikirkan lagi, saya takut Dek Damar salah memilih," ucap Kamila lirih. Sesekali ia menatap Damar dan kembali menunduk. "Saya sudah tua, saya pantas jadi mertua bukan pengantin lagi." "Kata siapa?" Damar menyipitkan mata, "Apakah Jessy yang mengatakan begitu?" "Bu-bukan, maksud saya—saya ini sudah tua, tidak pantas memiliki pendamping semuda Dek Damar." Kamila menjelaskan dengan wajah gugup. Ia menunduk lagi, kali ini keduanya tangannya saling menaut satu sama lain. Damar menarik napas lagi, mencoba mengusir ketegangan sekaligus rasa takut yang kini merongrong hatinya. "Jika saya mau, Mbak mau apa?! Saya tidak main-main Mbak, saya beneran ingin menjadikan Mbak istri saya." Kamila tak sanggup berkata-kata, terlalu sulit baginya untuk memilih terlebih usia yang terpaut cukup jauh menjadi perbedaan mencolok diantara mereka. "Kenapa Mbak? Mbak keberatan memiliki calon suami seperti saya?" Damar bertanya, memastikan bahwa dugaannya tidaklah benar. "Bukan Dek Damar, bukan itu." "Lantas apa Mbak?" Damar terus bertanya, ia menggenggam kotak cincin dengan telapak tangannya. "Saya memang tidak ganteng Mbak, saya juga memiliki cacat jari. Namun saya pastikan Mbak, saya bertanggungjawab terhadap pasangan dan juga keluarga." Kamila menatap Damar cukup lama, sebagai seorang janda ia perlu berhati-hati dalam memilih pasangan. Damar menyodorkan cincin itu, "Pakai saja dulu Mbak, saya tidak meminta langsung jawaban Mbak sekarang. Asal Mbak tahu perasaan saya, saya sudah senang dan merasa lega." "Tapi Dek—" "Saya harap Mbak nggak mengecewakan saya," tukas Damar pelan. Ia lantas tersenyum, meraih gelas berisi es jeruk di hadapannya ia lalu menyeruputnya perlahan. "Saya ingin membahagiakan Mbak sebagai istri saya bukan sebagai mertua saya. Tolong Mbak, ambil saya sebagai suami Mbak." *** Jessy baru saja pulang dari kerjanya. Sore itu dengan menggunakan motor matic kesayangannya, Jessy pulang sedikit lebih awal dari biasanya. Meletakkan tas selempang di atas meja makan, Jessy segera membuka tudung saji yang tertutup rapat di depannya. "Masak apa Bu?" Kamila yang tengah mencuci piring menoleh dan tersenyum, "Hari ini Ibu tidak sempat masak Jess, maaf ya." "Lha terus Jessy makan apa dong Bu? Beli nasi kucing di warteg lagi? Nggak ah Bu, nggak enak." Jessy merengut ia duduk di kursi sambil menutup tudung saji sedikit keras. Ia sungguh kecewa lantaran tudung saji itu tidak berisi makanan apa pun. Kamila kembali tersenyum, ia mencuci tangannya yang penuh sabun lalu berjalan menuju ke lemari penyimpanan makanan. "Tapi Ibu ada nasi kotak buat kamu. Makan ya, nanti malam biar Ibu bikin nasi goreng kalo Ibu lapar." Wanita penuh welas asih itu membawa nasi kotak ke hadapan Jessy, membukanya perlahan lalu menyodorkan sendok. "Wah, daging sapi." Mata Jessy berbinar, ia menerima sendok dari tangan Kamila lalu memakannya dengan lahap. "Dapat darimana nasi kotak ini Bu? Apakah usaha laundry Ibu ramai hari ini?" Kamila tersenyum lagi, ia duduk di hadapan Jessy dan menikmati ekspresi putri tercintanya yang tengah makan dengan begitu lahap. Menunduk sejenak, ia memperhatikan cincin emas pemberian Damar. "Tadi ada teman yang traktir Ibu makan, dia pesankan nasi kotak ini untuk kamu." "Wah, sering-sering aja Bu biar kita makan gratis terus tiap hari." Jessy kembali makan, dihabiskannya nasi beserta lauk berupa daging sapi dan juga lauk pauk lainnya. Sebuah sendawaan terdengar dari mulut Jessy, gadis berusia dua puluh tahun itu menepuk-nepuk perutnya tanda bahwa ia sudah kenyang. Meraih gelas di meja, Jessy tidak lupa menuang air lalu meminumnya hingga tandas. "Sini, Ibu buang bungkusnya ke belakang rumah. Kalo nggak dibuang nanti dikerubuti semut," ucap Kamila sambil bangkit dari kursi. Tangan wanita berkulit bersih itu terulur hingga tanpa sengaja Jessy melihat cincin emas bertahtakan berlian di jari manis ibunya. "Tunggu Bu, tunggu!" Jessy menahan tangan ibunya, memperhatikan cincin emas yang bertengger di jemari lentik milik ibunya. "Cincin siapa Bu? Oh, Ibu habis beli cincin baru ya?" Kamila tersenyum canggung, ia menarik tangannya dari Jessy. "Teman yang kasih, Jess." "Wah, baik banget. Coba aku dikenalin Bu sama temen Ibu itu, baik banget sih orangnya," bujuk Jessy dengan mata tertuju penuh ke arah Kamila. Kamila terdiam, ia urung untuk membuang sampah. Menatap mata Jessy yang penuh dengan tanda tanya itu, Kamila kembali duduk di kursinya. "Kamu kenal dengan Damar tidak?" "Damar?" ulang Jessy dengan alis menaut. "Damar siapa?" "Damar, teman kamu." Kamila menjawab dengan hati-hati, ia bahkan tidak menyebut hubungan spesial apa yang telah dijalani Jessy dengan pemuda itu sewaktu dulu. "Damar?" Jessy masih mencoba mengingat hingga akhirnya ia menepuk meja sedikit keras, "Oh Damar Wicaksono ya? Dia tuh mantan aku Bu. Mantan miskin yang punya wajah pas-pasan dan punya cacat jari. Emangnya kenapa Bu?" Kamila masih mengunci bibir, ada rasa kecut di dalam mulutnya untuk menceritakan hal yang sebenarnya. Ia menunduk sejenak, menatap cincin emas yang tampak berkilauan di jari manisnya tersebut. "Ada apa Bu? Ibu ketemu Damar?" tebak Jessy makin penasaran, ia menyentuh tangan ibunya untuk memastikan. "Apakah semua ini dari Damar?" Kamila mengangkat wajah, ia memberanikan diri untuk menatap bola mata Jessy yang dipenuhi dengan tanda tanya. Mengembuskan napas dalam-dalam, Kamila mengumpulkan kekuatan. "Damar melamar Ibu, Jessy." "Apa?" Jessy terlonjak, ia berdiri dengan cepat. "Melamar Ibu? Maksudnya?" Kamila mengangguk, ia menatap Jessy dengan serius. "Cincin ini dari dia. Dia ingin menjadikan Ibu istrinya. Jessy, menurutmu bagaimana? Apakah Ibu harus menerimanya?" ***

editor-pick
Dreame-Editor's pick

bc

TERNODA

read
198.9K
bc

B̶u̶k̶a̶n̶ Pacar Pura-Pura

read
155.8K
bc

Hasrat Meresahkan Pria Dewasa

read
30.7K
bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
189.0K
bc

Dinikahi Karena Dendam

read
233.9K
bc

Setelah 10 Tahun Berpisah

read
63.0K
bc

My Secret Little Wife

read
132.2K

Scan code to download app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook