"Biv, aku ada rapat mendadak dengan salah seorang kolega perusahaan, jadi nanti sore, aku tidak bisa bertemu denganmu." Huftt...begitu menerima gagang telepon dari Laila, Kaizan langsung berkata begitu dan otomatis membuatku bernafsu lega. "Bagaimana kalau kita ganti nanti malam saja, di rumahku, atau di rumahmu, atau di luar?" What?? Ternyata kelanjutan kalimat Kaizan jauh dari bayangan kelegaan. Dia memilih memindah waktunya. Padahal, aku sedang pusing dengan kejadian yang kuhadapu barusan. Dan ingin menenangkan diri dulu, tapi apa mau dikata, ini sudah menjadi tanggungjawab yang aku ambil. "Baiklah, di rumahku. Nanti malam pukul tujuh. Agar tidak terjadi fitnah." Jawabku. "Fitnah?" "Iya, kalau laki-laki dan perempuan berduaan bisa terjadi fitnah." Sebenarnya aku ingin menyenggol

