Chapter 20

2647 Words

Perlahan-lahan matahari mulai naik. Cahayanya terasa begitu menyilaukan. Namun, kedua insan itu masih belum membuka mata. Entah mimpi apa yang larut dalam tidur keduanya. Namun tiba-tiba Aditya merasa tidurnya terganggu. Ia seperti mendengar suatu suara. Sebuah isakan yang lama kelamaan semakin meraung-raung. Aditya mencoba membuka kedua mata, menggeliatkan badan dan memijit-mijit pelipisnya. "Bangun, Bella, bangun!" Aditya menepuk-nepuk pelan pipi Bella. Namun wanita itu tak kunjung sadar. Ia semakin larut dalam isakannya, membuat pria itu kebingungan dan juga resah. "Bangun, Sayang. Hei, bangun," tambahnya sambil sedikit mengguncangkan tubuh Bella. Bella membuka mata, tangisnya pecah begitu saja. "Pergi dan tinggalkan aku!" teriaknya seraya mendorong tubuh Aditya. "Ada apa, Bella?" ta

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD